Senin, 15 Agustus 2016

Memulai Investasi di Pasar Modal: Analisa!

Sumber: pixabay

Memulai investasi di Pasar Modal (2)

Setelah mengajukan rekening efek di Danareksa. Maka selanjutnya aku menunggu sampai rekening efek itu diapprove. Prosesnya memang agak lama. Sekitar sebulan. Tetapi worthed lah. Soalnya memang nggak mengeluarkan sepeser pun buat rekening ini. Asyik kan? Padahal kalau dulu harus deposit 10 juta dulu loh. Kan kasian kalau emak pas-pasan ini jadi nggak bisa partisipasi di dunia pasar modal (gak ada yang perlu kamu juga Mak. Hihi).

Setelah rekening efek diapprove, selanjutnya aku sudah bisa langsung berbelanja (ecie istilahnya) reksadana atau pun saham sesuai pilihanku. Sebagai pemula sih disarankan sebagian dana di reksadana dulu. Kalau saran sahabatku sih, untuk reksadana itu model auto invest saja. Jadi rutin setiap bulan. Nah, kalau investasi saham, karena aku masih awam, jadi beli sedikit-sedikit saja. Aku akhirnya cuma membeli 4 macam saham masing-masing 1 lot saja. Cuma buat ngerasain fluktuasi harganya. Itu pun beli berdasarkan rekomendasi juga.

Sampai saat aku menulis postingan ini, aku masih ragu untuk jual beli saham. Rasanya masih belum cukup nyali untuk banyak membeli dan nantinya menjual saham itu. Mentalku masih mental investor. Padahal aku berharap bisa dapat income dari saham. Hal mendasar yang membuatku masih ragu adalah karena aku masih belum begitu memahami analisa teknikal. Biar sudah baca teori dan seringkali dijejali peramalan harga saham di grup WA Danareksa, tetapi aku masih ragu buat 'take risk'. Soalnya aku takut banget terjebak keadaan seperti judi.

Obrolan-obrolan rekan di Danareksa itu seperti 'wangsit', tetapi saran mereka nggak bisa langsung diterapkan. Perencana keuangan dan pakar saham paling handal sekali pun tidak ada yang bisa menjamin berapa persen keuntungan kita bermain saham. Karena semuanya itu ada disclaimernya. Seperti halnya bisnis lainnya. Bisnis trading mempunyai banyak faktor yang kadang tidak bisa diprediksi. Jadi, nggak bisa tuh dapat 'wangsit' beli saham apa terus langsung dibeli.

Semua saran tetap harus ada pertimbangan dari diri kita sendiri. Apalagi buat emak pas-pasan gini. Nggak bisa maruk beli semua saham yang direkomendasikan. Pembeliannya juga harus mempertimbangkan kondisi keuangan. Walaupun ada dana pinjaman 1× total cash yang ada di rekening, tetapi buat level pemula, hutang begini sebaiknya dihindari. Khawatirnya kalau loss (rugi), kan sedih kalau masih harus bayar hutang dan bunganya.

Hmm. Bagian kedua segini dulu kali ya? Intinya sih 'belanja' saham sama kayak belanja di pasar. Jangan kalap dan pertimbangkan sesuai kebutuhan. Pertimbangkan kondisi fundamental sebuah perusahaan dan tehnikal pada saham perusahaan tersebut. Penjelasan tentang fundamental banyak dibahas Eyang Ratman di postingan ini. Sedangkan untuk analisa tehnikal, ada banyak indikator analisanya, kapan-kapan dibuat postingan khusus deh. Yang jelas sih asyik juga belanja saham. Ada kondisi emosional yang harus dikontrol dan sensasinya mirip seperti sedang jatuh cinta kala untung (cuan) dan patah hati kala rugi (cutloss), hahaha!

Minggu, 14 Agustus 2016

Memulai Investasi di Pasar Modal: Membuka Rekening Efek


Memulai Investasi di Pasar Modal (1)
Setelah berasuransi dan mengetahui seluk beluk pasar modal, sekarang saatnya memulai tahapan untuk mulai berinvestasi di pasar modal. Tahap pertama adalah membuka rekening efek di sekuritas. Ingat yak, buka rekeningnya di sekuritas, bukan di bank. Kecuali bank-bank yang memang mempunyai perusahaan sekuritas, kayak Mandiri atau BNI. Tapi kan tetap saja, mendaftarnya ke sekuritasnya. Hehe..

Ada banyak perusahaan sekuritas di Indonesia. Kalau aku sih kemarin membuka di Danareksa Sekuritas. Pertimbangannya karena lokasinya dekat kampus dan salah satu analisnya aku kenal (ini nih yang bikin nyaman mau tanya-tanya). Eh tapi pertimbangan orang lain bisa beda-beda sih, yabg jelas pastikan saja hal-hal ini, aku rangkum dari belajarinvestasi.net:

Memiliki ijin

Sekuritas alias pialang harus memiliki ijin wakil perantara pedagang efek (WPPE), wakil manajer investasi (WMI) dan wakil penjamin emisi (WPE) yang dikeluarkan oleh Bapepam (sekarang ke Otoritas Jasa Keuangan/OJK). Sedangkan untuk terdaftar di BEI, mereka harus memiliki Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB). Dengan legalitas ini maka kita dapat mengadukan ke OJK atau pun BEI jika terdapat tindakan merugikan.

Pengalaman

Pilihlah perusahaan sekuritas yang sudah berpengalaman dan sudah beroperasi lama, perhatikan juga posisi modal dan pemegang sahamnya. Lebih asyik lagi kalau kedekatan sesama nasabahnya baik. Kalau di Danareksa tuh gitu, nasabahnya nggak melulu mikirin profit. Analisnya juga sering ngasih ulasan-ulasan gratis dan bermanfaat di grup WA. It's more than enough buat emak minim dana tapi punya keinginan tahu yang besar (belum punya dana ikutan workshopnya yang berjeti-jeti itu).

Kemampuan riset

Perusahaan sekuritas yang berkualitas pastinya punya unit riset dan analis yang kompeten, netral dan objektif dalam melakukan riset (berkualitas dan komprehensif). Ini dapat dicek dari hasil riset mereka, yang dikeluarkan secara resmi termasuk rekomendasi (ketepatan dari rekomendasi tersebut). Seberapa banyak dan sering riset (kualitas dan analisis yang tepat) yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sekuritas. Kalau di Danareksa, selalu ada newsletter mengenai rekomendasi beli atau jual dan kondisi IHSG terkini. Kalau masalah ketepatan analisis sih relatif ya. Kalau beneran mau jadi trader sih sebaiknya melakukan analisa sendiri. Kalau di Danareksa sih aku perhatikan rekomendasinya benar, tetapi kadang kita jadi telat eksekusi, terutama eksekusi beli kalau menunggu rekomendasi dari newsletter. Bid (kolom pembelian) keburu tebal. Hehe

Bersih dari sanksi

Jangan memilih perusahaan sekuritas yang sering terkena sanksi dari otoritas bursa. Jujur kemarin nggak ngecek masalah begini. Tapi so far sih sekuritas di Indonesia baik-baik saja sepertinya.

Jumlah investor

Kalau investornya terlalu banyak, maka pialang saham menjadi tidak optimal mengurusi nasabahnya. Tapi kalau trading sendiri kayaknya nggak ngaruh deh ini. Soalnya kita eksekusi langsung ke bursa saham.
Makanya walau beda sekuritas tetapi harga seham se-Indonesia tetap sama.

Modal dan likuiditas

Telitilah modal kerja bersih disesuaikan (MKDB) perusahaan sekuritas tersebut. Semakin besar modalnya, semakin kuat sekuritas tersebut.

Selain modal perhatikan juga likuiditas dari perusahaan sekuritas tersebut. Likuiditas ini merupakan perbandingan aset lancar dengan kewajiban lancar. Jika aset lancarnya lebih besar dibandingkan kewajiban lancar, berarti likuiditasnya baik. Demikian pula sebaliknya.

Data realtime

Data realtime atau Informasi aktual mengenai perdagangan saham atau hal-hal yang mempengaruhinya merupakan hal mendasar yang harus dimonitor. Pilihlah perusahaan sekuritas yang menyediakan fasilitas mengakses data realtime secara gratis. Di Danareksa ada aplikasi DONE untuk di smartphone dan laptop (beda versi). Asal tersambung internet, gampang saja melakukan transaksi jual dan beli saham.

Komisi (Biaya transaksi)

Komisi atau fee ini berdasarkan setiap transaksi yang dilakukan investor (jual atau beli). Di Danareksa komisi beli sebesar 0.17% sedangkan komisi jual 0.27%. Selain itu juga tidak ada minimum deposit dan biaya bulanan. Jadi buat emak pas-pasan juga tetap bisa merasakan trading dengan modal (masih) di bawah sejuta.

Transparan

Transaksi jual beli saham selalu tercatat. Di aplikasi DONE semua historis transaksi saham, reksadana, atau pun bond (obligasi), tercatat dengan baik. Semua perhitungan keuangan kita jelas tertulis di portofolio kita. Seneng deh kalau lihat saham atau NAV reksadana yang kita punya harganya naik. Xixixi

Sebenarnya sih masih ada lagi pertimbangan dari belajarinvestasi.net. Tetapi kalau aku perhatikan sih nggak sepenting poin-poin di atas. Yang paling penting sih bisa nyaman sama sekuritasnya. Rekomendasi rekan atau saudara yang sudah lebih dahulu berkecimpung di dunia pasar modal itu bisa jadi pertimbangan bagus. Sehingga nantinya ketika jadi nasabah dan menemui kesulitan, bisa bertanya-tanya dulu dengan rekan atau saudara tersebut.

Sayangnya sih, aku sendiri masih belum punya saudara yang berkecimpung di dunia pasar modal. Ada juga sahabatku SMU yang sudah nyemplung sebagai individual trader sejak 3 tahun yang lalu, jadi deh tiap hari aku ngerecokin dia deh *maaf ye Ci. Hihi...

Nah, setelah menemukan sekuritas idaman *yaelah kayak cari jodoh aja, selanjutnya jangan lupa persiapkan berkas-berkas u tuk membuka rekening efek. Berkas tersebut antara lain:
1. Fotokopi KTP
2. Fotokopi halaman pertama buku tabungan
3. Fotokooi NPWP
4. Materai 6000 (3 buah) -->banyaknya bisa bergantung sekuritasnya sih.
5. Fotokopi KTP pasangan

Lama proses pembukaan rekening efek bisa sampai 1 bulan. Jadi, harap bersabar yaaa..

Jumat, 12 Agustus 2016

Pesan Eyang Ratman Tentang Investasi di Pasar Modal

Pesan Eyang Ratman. Gambar dari Facebook Soeratman Doerachman

Semenjak aktif trading saham yang gak seberapa nominalnya, aku harus menyempatkan diri untuk banyak membaca informasi seputar saham. Salah satu yang aku 'marked' adalah Bpk Soeratman Doerachman atau yang dikenal 'Eyang Ratman'. Eyang Ratman ini investor senior Indonesia. Kalau di gugling banyak deh yang bahas tentang dia. Apalagi dia rutin menulis tentang tips investasi di pasar modal lewat akun Facebooknya. Ini nih salah satu pesan beliau yang aku kopas ke blog. Maksudnya biar buat arsip, bukan niat mau melanggar copyright loh ya. Pesannya ini lebih ke arah analisis fundamental. Jujur saja sih menganalisis mengenai fundamental sebuah perusahaan itu kurang menarik, hihi. Tapi menurut Eyang Ratman ini penting banget, karena:

Kerjakan Pekerjaan Rumah anda sebelum berinvestasi. Invest your time before you invest your money.

Mencari saham yang baik adalah salah satu pekerjaan yang harus anda lakukan sebelum anda membelinya. Saya bersama teman saya seperti Jhon Veter dan Hishmad Wan Al Al-Amudi waktu kami sebagai pemula selalu mencari jalan. Salah satu nya adalah mencari saham yang baik dengan menggunakan metoda CANSLIM dari William O Neil.

Memang memakan waktu untuk mengerjakannya. Akan tetapi tidak ada jalan pintas untuk menjadi kaya. Berikut ini saya sampaikan cara mencari saham yang bagus dengan menggunaan Metoda CANSLIM.

C = Current Quarterly Earnings per Share The higher the better. Laba per lembar saham per triwulan – makin tinggi makin bagus, minimalnya 18% atau 20% penjualan triwulan harus juga naik minimal 25%.

Caranya: Hitung dulu pertumbuhan triwulan YoY, kemudian bandingkan dengan pertumbuhan triwulan YoY sebelumnya sampai dengan beberapa triwulan sebelumnya.

Anda dapat memastikan bahwa kinerja pertumbuhan perusahaan tersebut telah teruji.

A = Annual Earning per Share. Look for significant growth.
Peningkatan laba tahunan, mana yang pertumbuhannya signifikan, pertumbuhannya dalam tiga tahun terakhir harus besar, dan ratio Return on Equity harus 17% atau lebih.

Growth adalah kemampuan perusahaan untuk tumbuh dalam Net Income, dan Penjualan.

Return on Equity adalah Net Income dibagi Equity, hal ini menunjukan bahwa perusahaan mampu, tumbuh dengan sehat, setelah memenuhi kewajiban jangka pendek, serta pembayaran expenses termasuk bunga pinjaman/Obligasi jika ada.

Hal penting yang perlu juga diperhatikan adalah Cash Flow report, yang secara pasti dapat dijadikan bukti atas keabsahan data di laporan keuangan

N = New Product, NewManagement, New Highs. Buying at the right time. Produk baru, Manajemen baru, Harga tertinggi baru: Membeli pada saat yang tepat. Perhatikan ada atau tidaknya produk/jasa baru, manajemen baru, kondisi industry yang mantap perbaikannya. Beli saham yang mampu menembus ruang konsolidasinya dan menyentuh posisi tingginya yang baru.

Buy High, Sell Higher.Jangan takut ketinggian, saham unggulan yang membentuk harga tertinggi baru, akan melaju lebih tinggi lagi.

N: adalah cermin propek kedepan yangtelah diresponpositif sejak awal oleh pasar.

S = Supply and Demand Shares out standing plus big volume demand.

Penawaran dan Permintaan: Saham beredar plus permintaan sesuai dengan semua rumusan CAN SLIM. Pilih saham yang laju kenaikan volumenya pesat ketika saham bergerak ke atas meninggalkan ruang konsolidasinya.

Volume Permintaan bisa tinggi dalam kedua kondisi pasar, bull dan bear.

Selalu perhatikan adanya konfirmasi, yang mendukung kenaika harga ke atas, adalah dari supply dan demand, yang telah dipastikan dengan hagra yang naik tinggi karena permintaan yang juga tinggi. Bukan dengan harga yang tidak bergerak atau bergerak naik sedikit, atau bahkan turun, dengan permintaan yang juga tinggi.

L = Leader or Laggard Which is your Stock?

Unggulan atau pecundang: dimana posisi saham anda? Beli saham-saham unggulan terbaik, hindari saham-saham kelas teri. Beli saham dari perusahaan yang paling terkemuka dibidangnya. Perbandingkan kekuatan harga relatif bagi saham-saham unggulan terbaik.

Sebagai contoh, saham yang dapat menembus ruang konsolidasinya dan yang tercepat diantara sesama bidangnya yang mencatat harga tertinggi baru, diatas atau lebih cepat dari yang lainnya.

Saham-saham dalam Portfolio anda yang tidak mampu bergerak, atau bahkan cenderung melemah, maka sebaiknya dijual terlebih dulu.

I = Institutional Sponsorship Follow the Leaders. Dukungan institutional: ikuti sang jawara. Beli saham yang makin banyak diminati oleh para sponsor, beberapa dari para sponsor itu harus punya kinerjanya sendiri yang mengesankan. Pilihlah pulah perusahaan yang mengijinkan para manajernya ikut memegang saham perusahaan tersebut. Misalnya adanya Buy Back atau adanya pembelian oleh institusi sangat besar yang mengelola dana luar biasa, seperti dana pensiun, dll.
Atau Broker asing yang membeli untuk kepentingan luar negeri/orang asing, perlu dicermati

M = Market Direction How to determine it. Arah pasar: cara mengetahuinya. Interpretasikan indeks-indeks harian bursa, pergerakan harga dan volume perdagangan, dan langkah-langkah responsif saham-saham unggulan. Ini menentukan anda akan menang atau kalah.

Arah pasar harus di liat secara teknikal dengan meningkatnya nilai perdagangan harian bursa disertai meningkatnya volume dan harga, yang menandakan adanya capital in flow, maka trendnya akan bulish, kemudian sebaliknya jika terjadi capital out flow maka diawal periode bear market nilai pasar akan meingkat tetapi dengan harga yang cenderung menrun, dan ini kan bertanda penurunan yang lebih besar lagi dalam waktu yang tidak lama. Kapan anda harus masuk (Buy Point) dan kapan anda harus keluar, selalu hanya Bursa yang benar, maka biarkan lah Bursa memberi tahukan arahnya.

KESIMPULAN
Pilih saham saham unggulan, berdasarkan kinerja yang telah teruji, bandingkan dengan sektor yang sama, kemudian bandingkan antara saham disektor yang lain.
Tentukan waktu yang tepat untuk beli atau jual berdasarkan teknikal chart.

Jangan takut ketinggalan kereta, karena setiap hari pasti ada kesempatan baru.

Ingat bahwa hanya Bursa lah yang selalu benar, maka ikutilah pentunjuk yang akan diberikan oleh Bursa.

Well. Wish me luck Eyang...*siapa gue cobaaa

Kamis, 11 Agustus 2016

Jenis-jenis Investasi di Pasar Modal

Pasar Modal (ilustrasi: pixabay)
Seperti sudah kuceritakan di postingan sebelumnya, karena kecewa dengan hasil investasi di unit link yang tidak maksimal dan baca-baca referensi tentang dunia investasi. Jadilah aku tergoda untuk bermain reksadana. Awalnya mulai mencari tahu bagaimana membuka tabungan reksadana. Tapi nggak sampai terealisasikan karena bingung harus buka di mana? Istilah bank kustodian, nilai aktiva bersih, dan lain-lain membuatku bingung harus buka rekening dimana. Mana dana cuma seiprit. Males banget paling petugas bank mau ngurusin. Hehe

Untungnya sekarang aku punya relasi yang memang 'pakar' di dunia pasar modal dan bekerja di Danareksa Sekuritas. Tanpa pikir panjang langsung buka rekening di sana. Ternyata membuka rekening untuk memulai investasi di pasar modal itu GRATIS!

Selengkapnya: Langkah-langkah memulai investasi di pasar modal

Senangnya lagi, karena kantor Danareksa ini berlokasi di kampus, jadi petugasnya biasa menghadapi nasabah 'kere' kayak aku. Haha. Koleksi buku-buku seputar pasar modalnya juga cukup lumayan. Jadi dasar-dasar investasi di pasar modal bisa aku pelajari secara komprehensif di sini.

Yuk. Pelajari dasar-dasar investasi di pasar modal.

Jadi, ada 4 pilihan investasi di pasar modal:

1. Obligasi

Menurut Wikipedia, obligasi adalah suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Pada perkembangannya, obligasi berkembang menjadi 3 jenis:

a. ORI (Obligasi Ritel Indonesia). Yaitu obligasi yang diterbitkan pemerintah yang diperjualkan ke masyarakat umum dengan bunga bersifat fixed rate.

b. SBR (Savings Bond Ritel). Yaitu pengembangan dari ORI, dimana bunganya dapat meningkat bila suku bunga dari LPS naik, maka bunga  SBR juga naik.

c. Sukuk. Obligasi berdasarkan prinsip Syariah. Kalau obligasi berupa pernyataan utang, sedangkan sukuk adalah bukti kepemilikan. Pada sukuk tidak mengenal bunga melainkan bagi hasil. Struktur yang mengatur di dalamnya juga harus terbebas dari yang riba dan haram.

2. Saham

Saham adalah surat berharga sebagai bukti kepemilikan individu maupun institusi dalam suatu perusahaan. Keuntungan bermain saham adalah pada selisih harga beli dan harga jual. Fluktuasi harga saham ini bukan karena unsur gambling loh (jadi jangan disamakan main saham dengan berjudi). Tetapi ada pengaruh fundamental dan teknikal yang berpengaruh pada naik turunnya harga saham. Kalau memang mau bermain saham. Yuk, pelajari dulu mengenai analisis fundamental dan analisis tehnikal. Jangan sampai beli saham dengan prinsip untung-untungan. Karena ini bukan judi, semua harus ada pertimbangan matang. ^_^

Lebih lanjut tentang saham sebaiknya dibahas di postingan terpisah. Soalnya satu analisis aja njelimet buat yang baru belajar sepertiku ini, hihi. Tetapi seperti tagline Bung Iyan di www.terusbelejarsaham.blogspot.com (entah kenapa aku tercerahkan banget sama tulisan-tulisannya), "tidak belajar, rugi, belajar, impas, terus belajar, untung". Nah aku sih masih tahap impas, hihi

3. Reksadana

Nah reksadana ini ada 4 macam.
a. Reksadana pasar uang
b. Reksadana pendapatan tetap
c. Reksadana saham
d. Reksadana campuran

Ternyata yang selama ini aku tahu tentang reksadana itu cuma sedikit dari komponen pasar modal yang ada. Hal yang membedakan reksadana dibanding ketiga komponen pasar modal lain adalah karena reksadana dihimpun oleh manajer investasi yang membuat 'paket produk' pasar modal. Ada paket produk reksadana pasar uang untuk kumpulan investasi di pasar uang. Reksadana pendapatan tetap untuk kumpulan produk berupa obligasi. Ada paket produk reksadana saham untuk kumpulan portofolio saham yang diinvestasikan. Dan produk reksadana campuran yang seimbang komponen saham dan obligasinya. Masing-masing produk memiliki resiko dan imbal balik investasi yang sebanding dengan yang terjadi di pasar modal. Untuk pemula memang sebaiknya memilih reksadana dulu. Biar kenalan dulu sama produk investasi di pasar modal.

Versi lengkap tentang pasar modal dari pakarnya, ada di rangkuman seminar ini:

Mengenal Pasar Modal dan Peluang Karirnya

Rabu, 10 Agustus 2016

Asuransi Dahulu Investasi Kemudian.

Ilustrasi: pixabay
Awalnya aku bingung loh bedanya saham sama reksadana saham. Sumpah gara-gara ikut unit-link aku jadi melek sama yang beginian. Kepaksa melek lebih tepatnya. Soalnya aslinya sih aku bukan orang yang minat sama dunia perbankan. Tapi karena kadung kecebur masuk program asuransi plus investasi gara-gara ajakan teman. Ya sekalian saja aku pelajari.

Jadi, walau pun namanya bermacam-macam. Asuransi itu sejatinya ada 3 macam:
1. Asuransi murni
2. Asuransi plus tabungan
3. Asuransi plus investasi

Nah, asuransi plus investasi ini yang kemudian kita kenal dengan unit-link. Padahal esensi asuransi dan investasi itu sangat berbeda. Asuransi itu memastikan ketidakpastian, sehingga ada harga yang harus dibayar untuk 'kepastian' itu. Sedangkan investasi mentidakpastikan kepastian. Misal punya dana 10 juta. Ketika diinvestasikan, bisa saja berkembang menjadi 20 juta atau kalau lagi apes berkurang jadi 9 juta misalkan. Jadi kalau mau ikut unit-link benar-benar harus dipikirkan resiko investasinya. Untuk imbal balik yang besar tentu resikonya juga besar. Dan karena ada unsur asuransi, pastikan siap 'rugi' karena ada premi asuransi yang harus dibayar. Tetapi sejatinya asuransi tetap diperlukan dong

Pesan penting buat emak yang mau buka polis asuransi plus investasi.
1. Ingatlah bahwa investasi yang dikombinasikan dengan asuransi hasilnya tidak akan maksimal. Pahami lagi tujuan membuka polis. Kalau memang tujuannya untuk proteksi, ya bolehlah pilih polis jenis ini. Tapi jangan berharap imbal balik yang besar. Apalagi kalau dalam jangka waktu 5 tahun pertama. Dana ini masih tergerus untuk biaya akuisisi dan asuransi. Jadi, bukan agen yang 'merampok' danamu. Tapi memang itulah biaya proteksi yang harus dibayar di muka.

2. Pastikan untuk investasi dana dalam jangka waktu panjang, paling tidak 10 tahun. Hal ini terkait dengan biaya yang harus dikeluarkan di awal. Agar biaya tersebut tercukupi, maka dana harus diendapkan dan diputar dalam waktu yang cukup lama. Agar imbal balik sesuai dengan yang diharapkan.

3. Jangan tergiur pada ilustrasi. Karena tingkat pengembangan dana seringkali tidak sebesar yang diilustrasikan. Fokus saja pada tujuan awal, yaitu sebagai proteksi. Pengembangan dana itu bonus. ^_^

4. Perlindungan pada asuransi unit-link tidak semaksimal kalau ikut asuransi murni. Karena harus ada dana yang dipersiapkan untuk investasi. Kalau tujuannya untuk dana pendidikan bolehlah pakai polis jenis ini. Karena biasanya akan ada perlindungan bagi pembayar premi bila meninggal atau cacat sekaligus menjamin dana tersedia di saat yang sudah ditetapkan.

5. Prioritaskan kepala keluarga dan pencari nafkah untuk ikut polis ini. Untuk proteksi bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Untuk anggita keluarga mending ikut asuransi kesehatan seperti BPJS saja.

6. Sarana investasi yang digunakan pada unit-link adalah reksadana. Ingatlah bahwa reksadana tidak dijamin lembaga penjamin simpanan. Jadi pada kondisi terburuk, bisa saja dana yang diinvestasikan habis. Tetapi kondisi seperti itu sih kalau perekonomian kacau parah. In sya Allah sih perekonomian Indonesia tetap stabil, sudah terbukti di berbagai kondisi perekonomian dunia yang sempat reses. Nilai investasi reksadana tidak bisa dijamin jumlahnya. Bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari ilustrasi. Kalau dipantau dalam jangka pendek, umumnya terasa merugikan. Tetapi kembali ke niat awal, unit-link tidak untuk investasi, tetapi lebih kepada proteksi.

Don't put your eggs in one basket. Jadi, kalau mau investasi, pisahkan dana asuransi dan investasi. Bila ingin hasil maksimal, maka investasikanlah langsung ke pasar modal. Sekarang nggak susah kok buat 'nabung' di pasar modal. Nah, setelah paham hal ini, aku yang awalnya kecewa karena unit-linkku tidak mendapatkan hasil yang diharapkan, akhirnya move on untuk membuka rekening efek dan memulai 'petualangan' di pasar modal.

Senin, 08 Agustus 2016

Investasi di Pasar Modal Seperti Merawat Tanaman


Investasi di Pasar Modal Seperti Merawat Tanaman

By Bpk Ir. Suwandy
(dikutip dari chat grup WA Danareksa Online)

Investasi di pasar modal itu analoginya mirip seperti merawat tanaman. Ada 5 analisa penting yang harus diperhatikan. Analisa tersebut antara lain:

1. Menentukan lokasi tanam=Macro Analysis

Saat kita akan memulai menanam tanaman, pasti dong kita akan mencari lokasi tanah yang cocok.  Mempertimbangkan unsur hara yang terkandung di dalam tanah serta ketinggian di atas permukaan laut. Inilah analoginya kalo di pasar modal sebagai Macro Analysis.

Dalam macro analysis harus memperhatikan GDP suatu negara, system currency, system perpajakkan, politik dan keamanan.
Kalau kondisi seperti ini tidak dapat di penuhi, bagaimana industri dapat berkembang? Seperti halnya tanaman yang ditanam di tanah yang gersang. Mati.

2. Memilih bibit tanaman= Analisa Fundamental dan MOats

Setelah Lokasi yang cocok telah di temukan, maka selanjutnya kita akan mencari bibit unggul yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, nah analogi ini kalo di pasar modal adalah di Analisa fundamental dan MOats

Dari analisa fundamental dan Moats akan di dapat harga wajar dari 'bibit tanaman' alias saham tersebut, dan dengan nilai tersebut akan menjadian acuan kita untuk selanjutnya.

3. Waktu menanam = Analisa Teknikal

Dengan adanya lokasi yang sesuai serta bibit unggul, kita hanya mencari waktu kapan yang cocok untuk memulai menanam, salah satu faktor cuaca yang sangat menentukan.

Kalau seandainya kita ngotot memulai menanam dalam kondisi cuaca sedang musim hujan, ini akan mengakibatkan bibit yg kita sebar membusuk. analogi ini di pasar modal adalah analisa Teknikal yang mencari akan waktu yang cocok buat kita untuk memulai, biarpun kita sudah mendapatkan nilai dari harga wajarnya.

Harga wajar tidak bersifat kaku, kita harus menyesuaikan dengan kondisi real di market kalo masih bisa turun yg di tunggu di hasil analisa tersebut.

Setelah ketiga proses tersebut telah kita laksanakan dengan demikian tamanannya pasti mulai tumbuh tapi hambatan masih tetap ada di depan mata.

Hama kalo ini di analogikan di pasar modal adalah Voltalitas nya dan resiko yang akan kita hadapi

4. Penggunaan Pestisida = Equilibrium of Capital

Kalau petani biasanya akan menggunakan pestisida utk mengatasi hama, sedangkan di saham kita gunakan metode Equlibrium of Capital yang akan membuat harga saham kita break even alias free atau beri saham dengan uang Mr Market. Kalau sahamnya itu sudah bukan dari hasil uang kita apakah kita akan panik waktu market bervoltalitas tinggi?

Selain meminimalkan resiko juga tersedia cash yang cukup besar buat masuk market lagi jika dalam keadaan koreksi besar. Jadi,  bukankah dengan demikian kesempatan kita jauh lebih aman dan cuan juga bisa lebih besar?

5. Pemupukan = Portofolio Optimization

Setelah ke 4 proses ini telah di lakukan, maka tinggal bagaimana kita mengotimalkan. Kalau di tanaman ya dikasih pupuk biarpun kondisi tanahnya sudah oke, nah kalau di push dengan pupuk pasti jauh lebih bagus bukan?

Sedangkan di pasar modal, seiring dengan berjalannya waktu kalau kita melakukannya dengan metode Equlibrium of Capital, maka sudah pasti cash kita akan bertambah besar. Saat waktu koreksi besar, lakukan penambahan posisi dengan analisa melihat anggota potofolio mana yg memiliki potensi jauh lebih itulah yag akan memdapatkan suntikan dana lebih besar.

Kamis, 04 Agustus 2016

Tips Trading Saham Bagi Pemula (Banget)

sumber:pixabay.com

Cuan adalah istilah untung dari selisih harga pembelian dan dan harga penjualan saham. Pertama masuk grup WA Danareksa aku roaming sama istilah-istilah yang mereka gunakan. Tapi yang akhirnya paling kuingat, ya cuan itu. Jadi pengen makan cumi-cumi deh, hihi.

Dalam trading saham itu, apalagi masih pemula sekali, diperlukan manajemen emosi yang baik. Kalau nggak pintar-pintar atur emosi, bisa terjebak di harga beli yang tinggi dan kesulitan menjual. Manajemen yang masih terus aku dalami sekarang, antara lain:

1. Sabar belajar dan nggak keburu beli saham. Pokoknya dimantapkan dulu deh analisanya. Kalau masih kesulitan analisa, bisa deh tanya sama analis sekuritasnya. Pernah aku pengalaman asal beli aja mumpung harga rendah. Eh ternyata sekarang harganya jeblok. Untung sih LQ 45 dan BUMN juga, jadi santai saja aku keep.

2. Jangan sedih lihat loss yang lebih banyak dari gain. Pergerakan saham itu cepat. Nyatanya nggak butuh seminggu aku dapat harga PTPP sesuai targetku. Padahal sebelumnya sudah loss lebih dari 3%.
Tetapi selanjutnya harus menetapkan cut loss juga lho!

3. Qonaah. Ini nih penting banget. Main saham itu jangan serakah. Ingat loh ini bukan judi. Bisa haram kalau kita main sahamnya untung-untungan. Kalau aku sih berusaha pasang target saja. Kalau tercapai ya jual. Kalau ternyata habis jual harganya naik, ya berarti rezekinya belum sampai kesitu. Apalagi aku masih pemula banget. Masih meraba-raba pergerakan saham satu dan lainnya, jadi nggak nyangkut aja sudah Alhamdulillah.

4. Mulai dari lot kecil dahulu. Apalagi aku selain memang pemula banget juga termasuk kaum yang lemah ekonominya, haha. Jadi mainnya ya lot kecil dahulu. Seringnya malah masih 1 lot. Yang penting banyakin portofolio dulu, sambil belajar polanya, ya kan?

5. Jangan tergiur saham gorengan. Fokus ke saham LQ 45 dulu. Soalnya pemula kan masih rentan salah analisa dan salah eksekusi. Saham gorengan memang murah dan memungkinkan hasil investasi yang besar, tetapi resikonya juga besar. Lossnya kadang susah diperkirakan. Pokoknya pemula cari aman saja deh.

6. Jangan lupa sisihkan untuk reksadana. Jangan semua dibelikan saham, gunakan sebagian dana untuk membeli reksadana, itung-itung simpenan, dan harganya relatif lebih stabil dibandingkan saham. Jarang ada kasus sampai loss besar-besaran (kalau di saham masih mungkin terjadi).

7. Last but not least. Berdoa dan bersedekah. Karena investasi terbaik tetap di tangan Allah SWT.

Ada tambahan?