Rabu, 21 Desember 2016

Rangkuman Buku: Trader Not Gambler


Ini buku pertama tentang saham yang berhasil aku khatamkan dalam waktu nggak sampai sehari. Soalnya Ellen May memang menuliskannya seperti bercerita, jadi aku asyik banget bacanya, sampai lupa makan siang, haha!

Oh ya, sembari membaca, tak lupa aku rangkum isi bukunya. Ini rangkuman ala aku.

Apa dan bagaimana trading?
Definisi. Kegiatan beli di harga rendah n jual di harga tinggi dlm waktu relatif singkat. Bedanya sama investor terletak pada rentang waktu beli dan jual.

Trader vs Gambler
Trader beda dengan gambler. Seorang trader harus berdisiplin mempelajari pasar. Kerugian seperti harus cutloss biasa dialami trader, bahkan trader profesional sekalipun. Cut your losses short, let your profit run. Jangan ragu buat cutloss! Trading tidak berbahaya asalkan kita tahu 'ilmunya'. Kendalikan emosi agar sebagai trader kita tidak terjebak menjadi 'gambler'. Hidup itu penuh dengan spekulasi, berbisnis apa pun pasti mengandung unsur spekulasi. Pengetahuan yang mumpuni akan meminimalkan resiko.

Psikologi trading yang baik merupakan kunci sukses trader di bidang apa pun. Mindset yang benar diperlukan dalam trading. Tentukan:

1. Target/tujuan.
Tentukan target bulanan dan tahunan anda!

Technical target.
Memanfaatkan support dan resisten. Target terdekat diambil dari resisten terdekat.

Financial target.
Merupakan nominal profit atau oun persentase keuntungan. Misal target bulanan 10% atau 15% dari keseluruhan modal.

Buatlah target yang realistis! (5% untuk pemula)

2. Alasan yang kuat.
Demi siapa anda melakukan trading?
Bukan uang, tetapi misal untuk orang yang dicintai, dan etika dalam menciptakan transaksi yang berkualitas. Sesekali cut loss tidak masalah asalkan untungnya lebih besar. Jangan pikir mendadak kaya dari trading.

3. Strategi yang terbukti bermanfaat.
Analisis, membuat sistem/strategi trading, money management, dan psikologi trading yang baik.

Analisis
Analisis fundamental= Menjawab 'alasan' harga saham bisa naik dan turun berdasarkan news dan profitabilitas perusahaan. Profitabilitas perusahaan diukur berdasarkan:

ROE (return of equity). Rasio laba bersih dengan ekuitas pada saham.

NPM (net profit margin). Rasio keuntungan perusahaan setelah dipotong pajak. NPM baik adalah 5%

EPS( Earnings Per Share). Rasio pendapatan yabg diperoleh setiap lembar saham  EPS rendah cenderung membuat saham turun.

PER (Price Earnings Ration) dan PBV (Price to Book Value) untuk mengetahui saham tersebut mahal atau murah. PER rendah berarti harga saham murah. Tetapi harus didukung likuiditas yang bagus.

PBV adalah angka rasio yang menjelaskan seberapa kali investor bersedia membayar saham untuk setiap nilai buku per sahamnya. PBV dianggap tinggi bila sudah diatas rata2 PBV historis.
cek parameter tersebut di www.finance.yahoo.com atau RTI Bussiness yang bisa diunduh di playstore.

Analisis teknikal= 'kapan' harus membeli, merealisasikan keuntungan, dan membatasi kerugian pada sebuah saham.

Wajib diketahui setiap trader!
Grafik candlestick.
Tubuh candle menunjukkan harga pembukaan dan penutupan. Ekor candle menunjukkan harga tertinggi dan terendah.
Tubuh candle panjang. Tekanan beli iuat untuk candle putih dan tekanan jual sangat kuat untuk candle hitam.
Tubuh candle pendek. Menunjukkan keridakpastian market. Sering disebut doji. Menunjukkan tanda pembalikan arah. Double doji menunjukkan tanda breakout namun masih membutuhkan konfirmasi. Long legend doji menunjukkan adanya tarik-menarik yang sama kuat antara daya beli dan daya jual.
Hammer dan hanging man.
Hammer terjadi setelah tren menurun yang kuat. Hanging man terjadi setelah tren menguat yang tajam.

Terjadi setelah tren menurun kuat =inverted hammer
Terjadi seelah tren menguat yang tajam = shooting star.

Pola harami mengindikasikan berkurangnya momentum tren yang segera diikuti berakhirnya tren.

Strategi
Tipe trader employee-->bagai bayi yang terus disuapi ibunya
Trader tipe wiraswasta-->merasa bisa mengendalikan segalanya dan pikirannya kompleks
Bussiness owner/pebisnis sejati-->membuat sistem sederhana sehingga sekelompok orang dapat mudah mengikutinya. Ciri tipe trader yang berhasil.
Tipe investor-->tidak bisa disamakan dengan trader. Karena investor hanya cukup menanam modal dan menunggu keuntungan.

Sistem trading terdiri dari:

1. Market filter
Menyaring informasi dari hiruk pikuk market sehingga diperoleh saham tertentu yabg memeberi peluang profit yang baik.
Cara melakukan market filter:
Metode top to down dari pendekatan:


  • Rentang waktu.

Day trader. Jual beli dilakukan pada hari yang sama. Menggunakan rentang grafik 4 jam bahkan 3 menit-an.
Swing trader. Menggunakan grafik harian kadang 4 jam-an. Rentang waktu transaksi beberapa hari atau beberapa minggu.
Position trader. Membuka dan nenutup transaksi dalam kurun waktu satu hingga enam bulan. Menggunakan grafik mingguan.


  • Sektoral.

Pertama amati Dow Jones Industrial, karena ketika terjadi pergerakan kontras di DJI, seringkali mempengaruhi bursa lokal.
Amati tren harga IHSG
Amati tren sektoral IHSG ( agriculture, mining, basic industry, consumer goods, property, infrastructure, finance, trade and service, manufacture).
Lakukan scanning saham berdasarkan sektor tertentu berdasarkan kombinasi analisa teknikal, analisa fundamental, dan money management.

2. Set up condition
Pakai indikator tertentu. Cukup 3 indikator saja. Misal moving average, stochastic, dan volume (terkadang dutambah Fibonacci Retracement).

3. Entry Rules
Setelah set up condition, maka kita akan menemukan saham yang potensial beserta level suppot dan resisten. Masuk dalam area breakout atau pullback?
Breakout trade: beli saat menjebol resisten. Dan jual saat menjebol support.
Pullback trade: Beli di support, jual di resisten.

4. Exit Rules
Profit taking. Target/level keluar ubtuk merealisasikan keuntungan. Menetapkan level profitvtaking. Buy at pullback atau support. Sell at pullback atau resist. Buy saat breakout.sell at breakdown.
Stop loss. Level keluar untuj membatasi kerugian dan melindungi modal.

5. Proteksi
Menentukan level proteksi. Buy at support, sell at resist,
Proteksi berjalan/trailing stop. Misal beli saham 2500. Pasang proteksi di 2400 dan level profit taking 3000.

6. Level Re-entry
Bila ternyata anda telah exit tetapi ternyata prospeknya masih bagus. Re entry dapat dilakukan ketika terjadi pullback pada support atau konfirmasi breakout.


  • Membuat trading olan:

- Uptrend lebih kuat daripada saham sektor sejenis
- Resiko lebih kecil karena sedang berada pada major suport
- Potensi keuntungan cukup besar karena berada pada support kuat dan masih jauh dari area resisten.
- Candlestick pada hari setelah kejatuhan loncat dengan gap up dan didikung sinyal beli dari indikator stochastic

  • Backtesting. Menguji strategi trading menggunakan data-data historis. Membuat trader mengetahui:

- Mana yg menguntungkan dan tidak
- Membuat estimasi kinerja dari setiap sistem yang anda uju
- Membuat catatan histori dari kinerja trading

Trading rules
1. Membeli saham yg akan atau sedang naik dan menjual saham yang akan atau sedang turun
2. Jangan trading setiap hari. Cukup saat bearish atau bullish. Saat bearish maka jual, saat bullish maka beli
3. Membuka transaksi saat ada konfirmasi beli
4. Lanjutkan transaksi menguntungkan dan hentikan transaksi merugikan
5. Hentikan transaksi yang mulai mengalami pembalikan tren
6. Pilihlah saham-saham unggulan di sektornya
7. Jangan menambah saham yang berstatus rugi
8. Beli saham ketika new high. Lakukan short selling ketika saham mencapai titik new low. (Tetapi short selling tidak syariah, Pendapat dari perangkum, bukan dari buku ini)

Petunjuk lain.
- Jangan menaham saham-saham rugi lebih lama
- Tidak ada terlalu mahal untuk open buy dan terlalu murah untuk open sell
- Market tidak pernah salah
- Keuntungan besar menunjukkan potensi profit di awal trading
- Tidak ada trading rules keuntungan 100% sepanjang waktu.

Trading ala Ellen May
1. Mulai trading dengan suasana hati baik
2. Ikuti tren terkuat. Beli saat uptrend dan jual saat downtrend
3. Perhitungkan reaiko
4. Gunakan maksimal 3 indikator
5. Jangan mencari rumus pasti trading
6. Beli saat di support atau bekas suport. Jual pada resisten terdekat
7. Sediakan cash sisa
8. Berhenti trading saat:

  • Target telah tercapai.
  • Mengalami kerugian 3 kali berturut-turut, dan tidak nyaman dengan situasi market

9.   Hindari range support dan resisten sempit. Karena postensi keuntungan kecil
10. Trading hanya saat ada peluang profit
11. Disiplin entry, exit, stop loss, take profit, bahkan tidak trading saat tidak ada peluang

Manajemen

Money management.
1. Berapa besar resiko dalam sebuah transaksi? 0.1 -2% dari modal
2. Berapa banyak transaksi yang boleh saya buka bersamaan? Maksimal 8 transaksi. Umumnya 5           transaksi.
3. Seberapa besar perbandingan resiko dan keuntungan dalam setiap transaksi?

  • Potensi keuntungan minimal 3 kali lebih besar dari potensi kerugian.
  • Pilih saham yang likuid.masuk lq 45. Masuk 60 besar dari total transaksi. Tercatat di BEJ minimum 3 bulan. Keadaan keuangan sehat.


Psikologi trading
Hindari rasa takut dan serakah! Let profit run and cut losses short. Buat selalu trading plan dan jalankan. Evaluasi setiap trading plan anda dan catat apa yang membuat trading plan anda berjalan dengan baik.
Visualisasi re entry, pencapaian target, pertumbuhan keuntungan dan saat jangan trading paling tidak 30 menit setiap hari.

Penutup
Keep it simple but smart (KISS).

Selasa, 20 Desember 2016

Rangkuman Buku: Selami Asuransi demi Proteksi Diri

Akhirnya sempat juga bikin rangkuman buku ini. Sengaja diabadikan di blog biar kalau cari-cari gampang. Hehe. Punya buku ini sampai 2 buah. Soalnya jadi isi goodiebag 2 acara asuransi yang aku ikuti. Buku ini penting banget buat kita semua, soalnya rata-rata orang Indonesia belum melek asuransi. Kayak aku sendiri, walaupun getol cari tahu tentang hal-hal seputar investasi, nyatanya belum benar juga dalam memilih produk asuransi.
Sumber:buku.kompas.com

Kok bisa belum benar?

Ya iya, karena ternyata anakku, sebaiknya tidak terlalu perlu asuransi jiwa. Yang perlu malah suamiku, soalnya doi kepala keluarga. Eh tapi aku malah punya polis asuransi jiwa untuk anakku. Katanya sih bisa buat asuransi pendidikan. Tapi, harusnya asuransi jiwanya ke bapaknya, taoi ini malah ke anakku juga. Dan, bisa punya itu karena ikutan unit link.

Padahal ya, aku ikutan unit link itu karena tertarik dengan investasinya. Ternyata, dari buku ini dibahas, kalau untuk alasan kepraktisan, unit link itu memang bagus, tapi kinerjanya nggak maksimal. Karena dana dibagi ke dua kantong, asuransi dan investasi. Nah, aku baru benar-benar paham saat ini. Sedih banget kan? Ya udahlah, belum telat juga untuk beli asuransi dan investasi terpisah.

SELAMI ASURANSI DEMI PROTEKSI DIRI

Terdiri dari 8 bab yang menjelaskan kenapa kita harus berasuransi, macam-macam jenis asuransi jiwa, seputar asuransi tambahan, kesalahan berasuransi dan cara menghindarinya, serba serbi unit link, menghitung kebutuhan asuransi, penyebab klaim ditolak, dan aneka tips seputar asuransi. Bab terakhir ini yang paling penting dan applicable banget.

Aneka tips membeli asuransi. Khususnya untuk pemula:

1. Pahami mengapa butuh asuransi.
Jangan kejadian kayak aku. Ikutan asuransi karena tergoda investasi. Itu nggak worthed! Karena jelas asuransi itu proyek rugi! Mana mungkin bisa investasi di produk asuransi? Okelah kita membeli produk asuransi plus investasi. Tapi pastinya investasinya nggak maksimal karena dipotong untuk premi asuransi. Pokoknya beli asuransi itu jangan langsung beli, tapi disimak baik-baik dulu manfaatnya. Perlu nggak kita asuransi tersebut? Jumlahnya worth nggak sama manfaatnya?

Dari bab pertama buku ini sih, dijelaskan kalau yang butuh asuransi jiwa itu adalah mereka yang sudah punya tanggungan. Karena guna asuransi adalah menyiapkan 'warisan' bagi tertanggung. Anak kecil masih belum butuh asuransi, dan orang tua harus mempertimbangkan bila menjadikan anak dibawah 21 tahun menjadi ahli waris. Karena mereka baru bisa menerima warisan ketika sudah berusia 21 tahun.

2. Hitung dengan cermat kebutuhan proteksi
Jangan pelit sama diri sendiri! Kalau memang butuh proteksi yang besar, ya jangan ragi untuk.membeli produk asuransi yang lebih mahal. Yang jelas, tetap cermati ya worthed atau tidaknya.

3. Cari jenis asuransi yang tepat
Jangan lupa untuk teliti sebelum membeli. Kalau ada kesempatan seperti Insurance Fair 2016 di Alun-alun kidul tempo hari, pasti lebih efektif buat mencari asuransi yang tepat.

4. Gali mendalam informasi tentang perusahaan asuransi
Masih setali tiga uang sama poin ketiga. Setelah menentukan jenis asuransi yang tepat (term life, whole life, atau unit link), baru setelah itu disurvei perusahaannya. Tentunya oilih yang paling kredibel dan user friendly. Dari kemudahan akses informasi via website atau agen juga bisa jadi pertimbangan ya.

5. Konsultasi dengan ahli keuangan
Kalau masih ragu dengan perhitungan agen. Bisa minta bantuan ahli keuangan. Teman sendiri yang lebih paham tentang keuangan juga bisa. Pokoknya jangan lupa brain storming dengan orang lain, jadi nggak gegabah memilih produk asuransi.

6. Menggali istilah-istilah asuransi
Istilah asuransi itu rumit dan ribet. Aku yang udah pakai produk asuransi sekitar 8 tahun saja masih banyak roaming sama istilah asuransi. Tapi intinya sih ya itu tadi, jelas informasi tentang manfaat dan kewajiban kita. Jangan malu dan malas untuk bertanya-tanya dengan agen asuransi kita ya. Pilih agen yang profesional. Yang dapat menjelaskan dengan baik pertanyaan-pertanyaan berikut:
A. Apakah agen tersebut memiliki lisensi? Jika punya, berlaku sampai kapan?
B. Bagaimana kondisi kesehatan keuangan perusahaan asuransi yang bersangkutan?
C. Bagaimana pertimbangannya dalam menentukan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah?
D. Apa saja manfaat asuransi tersebut?
E. Bagaimana mengajukan klaim? Apa saja persyaratannya? Kalau bisa agen mau membantu menguruskan ya...
F. Apa saja hak dan kewajiban nasabah dan perusahaan asuransi?

7. Simpan baik-baik polis asuransi, hafalkan atau catat di HP nomor polis asuransi, dan simpan nomor agen sehingga gampang dihubungi sewaktu-waktu.

Senin, 19 Desember 2016

Yuk Nabung Saham Goes to Campus Binus


Pagi ini secara tidak sengaja aku nonton acara menarik di IDX Channel. Acara itu adalah "Yuk Nabung Saham Goes To Campus" dan di episode kali ini mengambil tempat di Binus. Eh mantep yak, usia kuliah udah dapet info beginian. Coba aku dulu, ngertinya nabung di tabungan doang. Jadi, pada acara ini menghadirkan pembicara dari Asosiasi Analis Efek Indonesia, Ibu Susan Silaban. Karena temanya tentang nabung saham, jadi Bu Susan memberikan tips buat investor pemula seperti mahasiswa untuk beinvestasi di saham. Karena, walaupun saham dapat memberikan return yang lebih tinggi, tetapi resikonya juga tinggi. Apalagi ada lebih dari 500 emiten yang melantai di bursa. Nah, dari 500 lebih emiten itu, bagaimana cara memilihnya? Ini tips dari Bu Susan:

1. Pilih saham yg dekat dengan keseharian kita. Kita mandi pakai apa odol, sabun, dan samponya? Makan pakai produk mana? Kalau dakit obatnya merek apa?

2. Perhatikan laporan keuangan. Bila bertumbuh bisa terus keep.

3. Perusahaan patuh memberikan laporan keuangan

4. Perusahaan rutin memberikan deviden. Deviden ibarat bunga atau bagi hasil, jadi ada profit lebih, nggak sekedar memanfaatkan perbedaan harga saja.

5. Karena 'nabung', jangan terlalu pikirin entry point. Karena untuk jangka panjang jadi pikirkan saja kalau itu akan berkembang. Tapi, sebelum benar-benar entry, harus dipelajari dengan jelas emiten yang akan dipilih dan dibeli. Paling gampang ya dari poin pertama sampai keempat tadi.

Bocoran saham!

Di acara ini ada pembahasan khusus tentang saham potensial dan rekomendasi untuk jangka panjang loh. Bahkan sampai ada pembicara dari perusahaan yanh sahamnya potensial itu. Apa sih?

Saham potensial: SRIL karena akhir 2016 selesai ekspansi, dan pendapatan dicatat dalam bentuk dollar.

Menjelang akhir acara, Bu Susan memberikan saham rekomendasi untuk dikoleksi dalam jangka panjang. Yang paling potensial adalah dari perbankan (sayangnya langsung aku coret kalau yang sektor ini, hiks) yaitu BBTN, BJBR, sektor pangan (ICBP, JPFA), dan masing-masing satu saham dari sektor telekonunikasi (TLKM), pertambangan (ADRO), properti (PWON), departement store (RALS), dan infrastruktur (WSKT). Bu Susan memberi pertimbangan dari perkembangan laporan keuangannya.

Minggu, 18 Desember 2016

Pengalaman Beli Emas secara Online


Latar Belakang...
Aku itu tipe manusia preventif. Jadi punya kecenderungan berpikiran buruk pada suatu keadaan. Pesimis lah istilahnya. Apalagi sekarang sedang tidak bekerja. Jadi, ketika dapat pekerjaan yang dibayar dengan voucher, aku nggak punya opsi mau dibelikan apa. Yang ada di pikiranku adalah bagaimana voucher ini bisa ditabung. Alternatifnya adalah dengan membelanjakan voucher ini menjadi sesuatu yang tetap bernilai jual tinggi, gampangnya sih beli sesuatu yang produktif.

Kalau barang yang produktif itu adalah barang elektronik, jujur saja aku masih ragu beli barang elektronik online. Takut sampai di tujuan ternyata ada rusak karena perjalanan. Lagian, kalau cuma buat ngetik bahan blog sih, di HP yang sekarang juga masih bisa. In sya Allah belum butuh-butuh banget lah elektronik. Akhirnya aku membuat keputusan yang cukup bikin orang jadi ngebahas ini.

Aku mau beli emas online!

Pernyataan:
Ih. Aman nggak tuh.
Yaelah, voucher segitu bisa buat beli emas seberapa? Jangan-jangan cuma butiran debu doang.

Tanggapan:
Alhamdulillah. Karena aku beli emasnya di toko yang terpercaya (dilihat dari feedback dan rekomendasi dari pelanggannya), emas bisa sampai dengan selamat di tanganku. Pengiriman paketnya dengan pengemas  yang aman dan rapih. Dan, walau cuma beli dengan graminasi terkecil, emasnya juga nggak kecil2 banget. Hehe.
Packing paket emasnya rapih.

Pernyataan:
Beli emas secara online itu riba loh

Katanya transaksi emas secara online itu: RIBA! Untungnya sih kejadian setelah aku fix beli emas online.

Tanggapan:
Sedih dong. Padahal aku beli ini supaya menghindarkanku dari beli barang lain yang kurang berguna. Ternyata menurut hadist itu riba. Ya nggak salah juga sih, tuntunannya sudah jelas, dan memang salahku juga sih yang gak ngeh tentang ini. Untungnya, mereka yang menasehatiku begitu langsung buru-buru membesarkanku, "Ya sudah, kalau belum tahu ya nggak apa-apa."

Jadi sebenarnya riba nggak sih?

Jadi, dasar hukum riba itu dari hadist ini:
emas dengan emas, perak dengan perak, burr dengan burr, sya’ir dengan sya’ir, tamr dengan tamr, garam dengan garam, kadarnya harus semisal dan sama, harus dari tangan ke tangan (kontan). Jika jenisnya berbeda, maka juallah sesuka kalian, selama dilakukan dari tangan ke tangan (kontan)” (HR. Al Bukhari, Muslim no. 1587, dan ini adalah lafadz Muslim)
Diambil dari: https://muslim.or.id/24811-hukum-jual-beli-emas-secara-online.html

Jadi jatuhnya hukum jual beli emas secara online itu riba. Karena emas termasuk komoditi riba (ada 6 komoditi yang termasuk riba), jadi harus diperjual belikan dengan sejenis dalam kadar sama dan dalam satu waktu. Jadi, supaya nggak riba, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. Penjual dan pembeli harus bertatap muka langsung. Tangan ke tangan.

Tanggapan:
Lah, kita kan bertatap muka via e-commerce? Emang harus banget ya ketemuan langsung? Tapi masuk akal sih, kalau mau aman memang harus ketemu langsung sih. Kalau saran di website yang aku acu itu, katanya sih kalau metode pembayarannya COD itu diperbolehkan. Karena penjual emas bertemu langsung dengan pembeli di satu lokasi.

2. Tidak boleh ada perbedaan waktu antara pembayaran dan penerimaan emas karena akan membuat pembelian tidak 'kontan'.

Tanggapan
Untuk masalah ini aku kurang sepakat, soalnya pembelian aku lakukan secara kontan, langsung lunas, dan penjual langsung mengirimkan barangnya ke aku. Perbedaan waktu disini terjadi karena ada jeda waktu pengiriman emas.

Terlepas dari apa pun hukumnya. Hukum ini memang bermanfaat untuk menjaga kita dari kerugian. Coba kalau ternyata kita sudah bayar emasnya, ternyata barang yang dikirimkan tidak sesuai dengan perjanjian? Mau return juga kan ribet. Mau nuntut juga, emang mau ngejar ke tokonya langsung? Nggak sebanding sama nominal barang lah. Oh ya, ekspedisi yang terima pengiriman barang berharga ini juga nggak sembarangan. Kayak penjual emasku kemarin, paket emasku itu dibungkus rapat dan sangat rapi. Dan nggak terdeteksi sebagai paket barang berharga. Jadi, mungkin ekspedisi pun sebenarnya berkeberatan mengirimkan paket itu kalau tahu isinya emas. Resikonya besar. Alhamdulillah sih Allah masih melindungi emasku, sehingga bisa sampai ke tanganku dengan selamat. Kedepannya, kalau mau beli emas lagi, mending ke toko langganan aja lah, lebih aman dan pasti.
Lapisan dalam paket emas. Sangat tebal sehingga memproteksi emas dari 'tangan nakal'.

Atau mau tabungan emas? Nah itu juga masih aku cari tahu hukumnya. Kayaknya itu mungkin juga riba deh. Duh jadi kepikiran, soalnya punya tabungan emas juga sih dan sebelum insiden beli emas online, aku juga gak kepikir kalau bisa termasuk riba. Untung saldonya masih minim, muehehehehe..

Rabu, 23 November 2016

Investasi Rumah untuk Masa Depan

Memiliki rumah sendiri adalah harapan bagi setiap keluarga. Karena rumah adalah kebutuhan pokok yang harus tercukupi. Rumah yang akan menjadi tempat beristirahat dan melindungi dari panas dan hujan. Selain sebagai kebutuhan pokok, rumah juga bisa menjadi sarana investasi, karena harga properti selalu naik dari tahun ke tahun.


Berbagai cara bisa ditempuh agar kita dapat memiliki rumah sendiri. Nggak pengen kan jadi 'kontraktor' terus? Nah, beberapa cara di bawah ini sebaiknya dilakukan agar bisa segera memiliki rumah.

1. Tentukan lokasi rumah
Sebelum memutuskan untuk membuka kredit kepemilikan rumah (KPR), hal pertama dan utama yang harus dilakukan adalah menentukan lokasi rumah yang akan dibeli atau dibangun. Proses pemilihan lokasi rumah ini bisa saja memakan waktu yang cukup lama, karena biasanya lokasi rumah yang strategis sudah memiliki harga yang sangat mahal, sebaliknya, apabila memilih lokasi yang jauh dari tempat strategis, mungkin harga tanahnya lebih murah, akan tetapi jarak yang ditempuh menuju tempat kerja akan menjadi sangat jauh. Tentu hal ini harus dipertimbangkan dengan baik, kerena berkaitan erat dengan besarnya cicilan rumah atau pun biaya ongkos ke tempat kerja nantinya.

Menentukan lokasi rumah juga akan sulit dilakukan bagi mereka yang belum menetap pasti di suatu tempat. Untuk keluarga yang masih berpindah-pindah tempat tinggal, mungkin kepemilikan rumah belum menjadi prioritas. Akan tetapi, sebisa mungkin sudah diproyeksikan dimana akan menghabiskan hari tua, dan mulai mencari tanah yang nantinya akan dibangun rumah untuk masa tua.

2. Mau membeli tanah dulu atau langsung rumah jadi?
Setelah menentukan lokasi calon rumah, hal selanjutnya yang harus dipikirkan adalah menentukan akan membeli tanah dulu baru kemudian dibangun rumah, atau langsung membeli rumah jadi? Untuk kasus keluarga yang masih sering berpindah-pindah tempat, maka pilihan membeli tanah adalah yang paling tepat. Karena tanah inflasinya sangat tinggi, apabila sudah dicicil membeli tanahnya dari sekarang, maka itu akan cukup menghemat biaya saat nanti rumahnya akan dibangun.

Namun, apabila keluarga sudah mantap menetap di suatu daerah, maka memilih rumah bekas atau pun perumahan yang sudah siap huni akan menjadi pilihan yang tepat, karena bisa segera ditinggali.

Cara termudah untuk mensurvey harga tanah dan rumah di lokasi idaman adalah dengan browsing via internet. Banyak situs jual beli yang menawarkan kategori properti di salah satu kategori lapaknya. Bahkan juga ada situs properti yang khusus menampilkan berbagai pilihan rumah dan properti yang dijual. Saat ini memang sangat mudah untuk mendapatkan informasi seputar tanah dan properti.

Setelah membuat list lokasi tanah atau pun rumah yang potensial, kemudian dihubungi satu persatu pemiliknya. Pada tahap ini kita perlu bertemu langsung dengan pemilik dan mengecek kelengkapan dan keaslian surat menyurat yang berkaitan dengan tanah dan rumah. Namun, apabila khawatir akan penipuan atau pun merasa ribet untuk mengurus balik nama dan urusan administrasi lain, maka membeli rumah baru di perumahan dapat menjadi pilihan. Namun pastikan kredibilitas pengembang dan pastikan urusan administrasinya transparan. Lebih baik lagi kalau developernya adalah rekomendasi dari saudara atau teman.

3. Mengajukan KPR
Setelah mendapatkan lokasi tanah dan memutuskan membeli rumah baru atau pun bekas, selanjutnya adalah mengajukan KPR. Dengan KPR, maka kita tidak perlu memiliki dana besar dalam satu waktu baru dapat memiliki rumah. Dengan KPR, berapa pun uang yang anda miliki, asalkan cukup untuk membayar angsuran pertama, maka rumah idaman dapat dimiliki.

Beberapa pertimbangan perlu dilakukan sebelum mengajukan KPR di bank.

1. Berapa nilai appraisal rumah tersebut?
Sebelum KPR disetujui, pihak bank akan melakukan penilaian terhadap rumah tersebut. Syukur bila ternyata appraisalnya lebih tinggi daripada harga jadi kita dengan pemilik rumah sebelumnya. Sisa kelebihan uangnya dapat digunakan untuk membayar angsuran atau mungkin untuk modal usaha. Dalam menyikapi kredit bank, sebisa mungkin hindari untuk kegiatan konsumtif.

2. Bagaimana metode perhitungan bunga KPR?
Terdapat tiga metode perhitungan bunga KPR, yaitu suku bunga flat, efektif, dan annuitas tahunan dan bulanan. Suku bunga flat cenderung memiliki nilai bunga yang lebih tinggi dibandingkan suku bunga efektif atau pun annuitas tahunan dan bulanan karena nilai bunga ditetapkan dari total pinjaman. Berbeda dengan suku bunga efektif yang berdasarkan sisa pinjaman.

Penerapan bunga KPR berlaku pada KPR konvensional. Buat yang ragu dengan sistem KPR konvensional karena adanya bungan yang identik dengan riba, maka bisa menggunaan KPR Syariah. Pada dasarnya KPR Syariah sama saja dengan KPR konvensional. Hanya saja istilah bunga disebut 'margin'. Jadi di awal akad kredit sudah diperhitungkan 'bunga' kredit dengan istilah 'margin'.

Keuntungan dari KPR Syariah ini adalah cicilannya tidak berubah dari tahun pertama sampai pelunasan. Besar cicilan di awal memang terlihat lebih besar dibanding KPR konvensional. Namun, setelah 5 tahun angsuran biasanya KPR konvensional cicilannya membesar dan jumlahnya melebihi cicilan KPR Syariah.

Cicilan KPR Syariah yang bersifat flat akan menguntungkan di saat suku bunga meningkat dan merugikan saat suku bunga turun. Tapi, kecenderungan suku bunga meningkat kan lebih tinggi dibanding suku bunga menurun, bukan?

Beberapa pengguna KPR terkadang mengakali tingginya angsuran KPR di tahun kelima dengan cara refinancing KPR. Yaitu menutup KPR di satu bank dan membuka KPR di bank lain yang menawarkan bunga atau margin lebih kompetitif. Refinancing juga dimanfaatkan untuk mendapatkan dana tambahan. Karena saat refinancing, rumah akan dilakukan penilaian lagi dan harganya cenderung lebih tinggi dari sebelumnya. Selisihnya itu dapat digunakan untuk modal usaha atau investasi lainnya. Namun perlu diingat bahwa ada 'biaya' yang harus dikeluarkan untuk itu semua.

3. Berapa lama waktu mencicil rumah?
Makin lama waktu mencicil rumah, maka angsuran yang dikeluarkan per bulan memang lebih sedikit. Akan tetapi bunga atau margin yang dikenakan pasti lebih besar, hal ini yang harus dipertimbangkan lebih lanjut.

Jadi, mau beli rumah dimana nih?

Kamis, 17 November 2016

Kenalan sama Bright Advisor di Insurance Festival 2016

Edukasi investasi di Insurance Festival 2016

Hanya 2% dari total penduduk Indonesia yang sudah paham tentang asuransi. Sisanya? Masih belum tahu, masih bingung, dan seringkali mencampur adukkan antara asuransi dan investasi. Padahal asuransi dan investasi adalah dua hal yang berbeda. Tapi, sangat disayangkan banyak yang menganggap asuransi itu hanya merugikan. Kesadaran untuk memiliki asuransi dan membayar premi untuk sebuah polis masih rendah. Asuransi masih dianggap buang-buang uang.

Padahal ya, asuransi itu sebenarnya diperlukan dengan tingkat kebutuhan yang berbeda-beda masing-masing orang. Sayangnya edukasi tentang ini masih minim. Banyak orang yang justru merasa 'tertipu' dengan agen asuransi. Sebenarnya sih tidak tertipu, hanya saja banyak orang yang enggan membaca klausul polis dan dari agennya sendiri merasa bahwa nasabahnya sudah cukup paham dengan produk asuransi yang diambil, jadilah nasabah merasa 'tertipu'.

Seharusnya, memilih asuransi itu harus selektif, kalau perlu seselektif memilih pasangan hidup. Jangan malas untuk membaca informasi yang ada. Tanya ke agen sebanyak-banyaknya dan sejelas-jelasnya. Jangan menyesal setelah membuka polis karena pembatalan polis, uang premi tidak bisa kembali. Kalau belum jelas, lebih baik tunda dulu membuka asuransi.

Insurance Festival 2016
Aksi di mini stage Insurance Festival 2016

Mencari informasi tentang asuransi yang lengkap dan menyeluruh memang bukan hal yang mudah. Jujur saja aku pribadi banyak kesulitan memahami klausul-klausul asuransi. Walaupun agen sudah dengan sabar menjelaskan produknya, browsing di internet juga sudah banyak informasi yang tersedia, tetapi tetap saja belum banyak yang benar-benar paham tentang asuransi. Untuk menggaet minat masyarakat terhadap asuransi, maka diadakanlah Insurance Festival 2016. Puncaknya di Alun-alun Kidul tanggal 13 November lalu. Lebih dari 10 agen asuransi ikut ambil bagian di acara ini. Sebagai penarik minat masyarakat, acara dikemas dengan sangat menarik dalam bentuk karnaval dan live performance. Acara paling seru saat malam hari, karena ada penampilan Endank Soekamti di puncak acara. Walaupun saat magrib sempat terjadi hujan deras sehingga semua tenant terguyur hujan, tetapi antusiasme masyarakat tetap tinggi. Terbukti dengan ramenya penonton di masing-masing mini stage dan ramainya Kamties, sebutan untuk fans Endank Soekamti.
Konser Endank Soekamti di Insurance Fair 2016. Rame!

Kenalan dengan Bright Advisor di Insurance Festival 2016



Diantara banyak booth yang ada di Insurance Festival 2016, ada satu booth yang menarik minatku, yaitu booth Sunlife. Kenapa? Karena di booth ini aku nggak ditawari produknya Sunlife, malah diarahkan untuk berkonsultasi via portal Bright Advisor.
Beberapa kategori yang bisa dikonsultasikan

Wah, apa lagi tuh Bright Advisor? Jadi Bright Advisor ini adalah portal untuk tanya jawab seputar asuransi dan investasi. Lewat portal ini, siapa lun yang ingin tahu tentang seluk beluk asuransi maupun investasi akan mendapatkan informasi menyeluruh dan nggak hanya terbatas pada produk Sunlife saja. Cara ikutannya sangat gampang, tinggal login dengan akun sosial media yang dipunyai, dan bisa langsung ikutan forum di dalamnya. Mau sekedar baca-baca konsultasi sebelumnya atau mau ikutan bertanya, bisa banget. Menariknya lagi, walaupun dikelola oleh Sunlife, tetapi setiap agent yang menjawab pertanyaan di forum sama sekali tidak mempromosikan produk Sunlife. Jadi, dengan adanya portal Bright Advisor ini, diharapkan mereka yang ingin tahu tentang produk asuransi tetapi takut diprospek, bisa banget cari informasi disini.

Wujudkan #IndonesiaLebihBaik
Hitung kebutuhan finansialmu di Bright Calculator


Portal Bright Advisor cukup beragam fiturnya. Ada 4 topik besar yaitu tentang proteksi, kesehatan, investasi, dan pendidikan. Semua pertanyaan yang masuk dikategorikan ke 4 topik tersebut. Asyiknya, semua pertanyaan yang masuk akan dijawab dalam waktu maksimal 2 hari. Fast response kan? Selain bisa tanya jawab langsung dengan agent, di Bright Advisor kita juga dapat mensimulasi kebutuhan dana darurat, dana pensiun, dana pendidikan, dana check up, maupun dana proteksi yang diperlukan melalui bright calculator. Jadi, bisa prepare dana kebutuhan masa depan mulai dari sekarang deh.
Gak hanya kesehatan, finansial juga perlu di check up

Agar kesehatan finansial kita baik, menabung saja tidaklah cukup. Perlu diversifikasi dengan berbagai jenis investasi agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Perlu juga asuransi untuk memproteksi dan memastikan apa yang dicita-citakan saat nanti. Yuk wujudkan #IndonesiaLebihBaik dengan melek asuransi dan investasi. Jangan ragu untuk konsultasi ke Bright Advisor ya...

Kilik: https://www.brightadvisor.co.id/

Minggu, 23 Oktober 2016

Ragu nyemplung di saham? Baca ini dulu!

Ragu nyemplung di saham? Baca ini dulu!

Investasi di pasar modal semakin digalakkan khusuanya oleh BEI (Bursa Efek Indonesia). Tanggal 22 Oktober ini bahkan ada event akbar yaitu investival di Mall Taman Anggrek Jakarta. Tujuannya ya apalagi kalau bukan menjaring investor-investor baru di pasar modal.

Walaupun investasi di pasar modal bukan hal baru, tetapi masih banyak yang enggan untuk mulai berinvestasi di pasar modal, terutama yang langsung nyemplung di saham. Alasan klasiknya antara lain:
1. Ribet. Nggak tahu cara memulainya
2. Fluktuasi harganya bikin jantungan
3. Menganggap saham sama dengan judi
4. Saham cuma buat orang kaya dan berdasi
5. Return tidak pasti
Bisa jual beli saham via smartphone, gampang kan? (sumber: pixabay)

Oke, aku jujur saja nih, bisa nyemplung ke saham juga karena 'accident', gara-gara kenal produk asuransi unit-link. Kenapa asuransi plus investasi ini sangat marak diperdagangkan? Dan kenapa setelah membuka polis disini jumlah uangku tidak seindah ilustrasi? Ternyata aku memilih instrumen investasinya berupa reksadana saham dimana fluktuasi harga saham berpengaruh disini. Oke, return investasi saham memang tinggi, tetapi resikonya juga tinggi. Sayangnya dalam kurun waktu 20019-2015 itu aku rada 'apes', saham lagi nggak begitu bagus, ditambah nilai pertanggunganku yang cukup besar, banyak tergerus deh uangku jadinya.

Kecewa? Banget. Tapi itu membuatku penasaran, bagaimana solusi dari permasalahanku ini? Di satu sisi aku menyimpan hasrat besar untuk bisa berinvestasi di pasar modal karena katanya menjanjikan return lebih tinggi dibanding hanya menabung biasa. Dan, aku pengen tetap berinvestasi secara syariah. Tapi kalau pakai produk unit link jelas nggak recomended karena dana akan tergerus asuransi yang sebaiknya dipisah dari dana investasi. Sampai suatu ketika aku disarankan sahabat yang suaminya kerja di sekuritas, untuk membuka rekening efek dan mulai berinvestasi di pasar modal lewat rekening itu. Mau beli reksadana saja atau langsung saham? Bisa. Kalau ada penawaran obligasi atau sukuk, lebih gampang juga untuk ikutan, dan menariknya, di rekening efek ini tidak dikenai biaya administrasi apa pun! Ternyata sesuatu itu ada jalannya kalau mau berusaha yah. Jadi, 5 poin yang bikin ragu buat nyemplung di saham itu nonsense! Tergantung prespektif kita saja. Yuk bahas satu-satu.

1. Nyemplung di saham itu gimana caranya?

Sejujurnya sih aku baru tahu kalau buat nyemplung di saham itu gampil banget. Cukup mengisi form, menyerahkan fotokopi KTP, NPWP, KTP pasangan, dan halaman depan buku tabungan, serta menyiapkan beberapa materai (kalau sekuritasnya lagi baik, bisa digratisin kok, xixixi) ke sekuritas. Memilih sekuritas itu seperti memilih bank untuk menabung, satu sekuritas dengan sekuritas lain relatif sama, tinggal nyamannya kita saja. Apalagi beberapa bank juga memiliki perusahaan sekuritas, jadi bisa saja buka di mandiri sekuritas karena sudah fanatik sama bank mandiri, misalkan. Eh tapi jangan salah buka aplikasi ke axa mandiri loh. Sama-sama mandiri tapi yang satu sekuritas, yang satunya lagi asuransi (ntar kejadian kayak aku kemarin. Niat investasi malah duitnya kegerus asuransi-karena gak paham produknya sih).

Oh ya, permohonan pembukaan rekening efek memakan waktu sekitar 1 bulan. Agak lama memang, tapi nothing to loose lah. Soalnya untuk sekarang, buka rekening efek itu nggak perlu deposit dana, jadi tahu-tahu rekening efek jadi deh. Tinggal transfer dana seperti transfer rekening tabungan biasa deh. Gampil kan?

2. Fluktuasi harganya bikin jantungan

Oke, fluktuasi harga di saham memang kerap bikin deg-degan. Saham memang melatih kita untuk mengatur emosional kita. Pelajari saham yang hendak dibeli, terutama dari segi fundamental dan tehnikalnya. Karena tujuan kita adalah investasi, nggak usah dipikir terlalu berat kalau saham lagi anjlok. Justru kalau fundamental perusahaan bagus dan harga saham masih murah, manfaatkan peluang ini untuk top up di saham tersebut.

Ingat kuncinya. Pelajari fundamental perusahaan dengan baik. Tentukan harga beli berdasarkan analisa tehnikal sederhana saja. Kalau 'guru'ku sih mengajarkan pakai moving average (MA) saja. Kalau sudah di bawah MA 200 (rata-rata 200 hari), berarti harga saham sudah relatif rendah.

3. Menganggap investasi saham sama dengan judi

Sesuatu kalau nggak ada ilmunya ya judi namanya. Pernah aku dengar cerita teman yang terjebak di forex dan uangnya malah tergerus. Lah, kalau di forex, perusahaannya jelas nggak? Fundamentalnya bagaimana? Keuangan perusahaan sehat nggak? Biasanya sih susah dapat informasi itu. Kalau tipe emiten kayak begini yah biasanya banyak spekulasinya. Aku sih big no buat yang begini. Karena aku pengen investasi saham secara syariah sehingga hasilnya barokah.

Terus investasi saham itu bukan judi? Selama kita memilih saham perusahaan yang jelas fundamentalnya, tentu bukan judi namanya. Sudah familiar dengan produk Unilever, Indofood, atau pun Kalbe Farma kan? Produknya saja kita pakai. Jadi kemungkinan kolapsnya sangat kecil. Malah justru dengan berinvestasi saham perusahaan tersebut kita dapat ikut 'memiliki' perusahaan tersebut walau dengan prosentase yang sangat kecil. Perusahaan seperti ini biasa bagi deviden atau bagi hasil juga lho. Jadi investasi kita bisa lebih jelas kalkulasinya.

4. Saham cuma buat orang kaya dan berdasi

Sekarang buka rekening efek sudah tidak dikenai minimal deposit. Harga saham LQ 45 (saham yang volume transaksinya besar dan perusahaannya juga bonafid) yang murah meriah juga banyak. Contoh saja saham MYOR atau Mayora yang masih sekitar 1500 per lembar saham, sehingga kita bisa membeli 1 lot (100 lembar saham) dengan harga 150.000 rupiah saja.

5. Return tidak pasti

Saham adalah investasi jangka panjang, jadi kalau cuma jangka pendek masih rentan loss atau dana berkurang dari yang diinvestasikan. Contoh saja harga emas. Hari ini bisa lebih mahal dari besok kan? Apalagi kalau emas ada beda antara harga jual dan harga beli dan rentangnya cukup besar kalau dibandingkan saham. Kalau saham, kita hanya akan dikenakan broker fee 0.15-0.19% (tergantung sekuritas, dan jumlah ini sangat kecil) untuk harga beli dan 0.25-0.29% untuk harga jual.

Mr Market memang kadang tidak bisa diprediksi. Tapi kembali lagi, pilihlah saham dari perusahaan yang bonafid. Perhatikan PER dan PBV saham tersebut (makin kecil makin baik). Banyak-banyak bertanya sama petugas sekuritas, teman yang berpengalaman di saham, dan membaca buku. Emosi juga harus tetap calm. Pakailah uang yang memang dialokasikan untuk investasi dan sebaiknya hindari menggunakan margin atau uang pinjaman dari sekuritas. Jadi investasi juga lebih tenang.
Intinya kalau sudah tahu ilmunya dan sudah bisa mengendalikan emosi selama trading saham, nyemplung di saham itu asyik kok.