Rabu, 05 April 2017

Edukasi Pasar Modal Sejak Dini

Sampai di kantor IDX Palembang, yeay!
Melanjutkan Saturdate siang ini sama anak lanang. Kalau tadi temanya senang-senang dan liburan, kalau yang ini temanya agak mikir, tapi asyik buat dipikir. Soalnya mikir duit, siapa sih yang nggak suka mikir (punya) duit?

Sebagai emak yang concern sama investasi, aku nggak bakalan mau ketinggalan sama event Akademi Berbagi kali ini yang mengangkat tema "Why Should Invest in Capital Market?". Sebagai investor (wanna be) sejak Mei 2016, alias seumur dengan blog ini, wakakakakak, aku menyadari pentingnya berinvestasi sedini mungkin di pasar modal. Ternyata, gemar menabung saja tidak cukup, karena menabung saja akan membuat uang kita tergerus inflasi. Dengan berinvestasi di pasar modal, maka uang yang kita miliki bisa menjadi produktif, tanpa kita harus mumet membuka usaha. Walaupun sebenarnya, keinginan terbesarku ikutan kelas akademi berbagi kali ini adalah karena penasaran pengen lihat kantor IDX Palembang *dasarnorak. Habis kalau lewat di depan kantornya IDX Palembang ini aku selalu membatin, "kapan ya diundang acara disana, pengen deh punya jaringan investor di Palembang." JEBRET. Allah kabulkan doa itu. Dan bertemulah aku dengan para investor dan calon investor muda di acara ini.

Investor muda di kelas Akber

Aku datang terlambat tapi untungnya Pak Hari Mulyono baru saja memulai slide pembukanya. Aku langsung memilih kursi paling depan, supaya nanti enak foto materinya. Wkwkwk. Sampai lupa kalau aku bawa anak kecil. Kalau doi ribut pegimane yak? Alhamdulillah Ais anteng dengan tabletnya.

Investor termuda lagi merancang 'bisnis properti lego'

Tapi sempat beberapa kali minta keluar buat ke kamar kecil. Terus sekalian tak ajak sholat ashar sekalian saja. Pas sholat doi malah kerasin bacaan sholatnya. Mau nggak mau si emak ikutan kerasin bacaannya, buat benerin beberapa bacaan sholat yang masih salah.

Habis sholat kami lalu mengeksplor kantor IDX. Pada layar TV disiarkan acara di saluran TV IDX, pelan-pelan aku kasih tau Ais, "Besok tempat Uti  nontonnya acara ini aja ya?" *emak cari bolo *Ais cuma jawab dengan ekspresi begini...


Di lantai 2, terdapat banner besar dengan tulisan "Yuk Nabung Saham", langsung aku minta Ais buat foto disana. Biar nanti kalau sudah besar Ais bisa lihat, ini lo emakmu udah ngenalin saham dari kamu piyik, wkwkwk.


Jadi, kalau orang tua dulu mengajarkan kita untuk menabung, saat ini, prinsip hidup hidup hemat dan menyisihkan pendapatan tetap menjadi budaya yang harus dipertahankan, tapi, menyisihkan pendapatan tak cukup hanya ditabung, akan lebih bijak jika diinvestasikan. Sambil tak lupa investasi kepada Allah SWT alias sedekah ya. Kedepannya, bila ada kesempatan acara tentang investasi seperti ini, aku pengen bisa ajak Ais lagi. Aku pengen Ais "melek duit" dengan benar. Jadi bukan melek duit buat jajan, tapi melek duit buat usaha dan investasi.

Ngomong-ngomong jajan, sebenarnya investasi di pasar modal itu seperti belanja di marketplace loh. Kita bisa memilih berbagai produk investasi sesuai profil resiko kita. Atau kalau mau investasi saham, kita bisa pilih sekitar lebih dari lima ratus emiten. Hanya saja "katalog"nya perlu diperhatikan benar. Baca prospektus keuangan masing-masing produk investasi dengan seksama agar kita tidak merasa dirugikan di kemudian hari.

Oh ya, khusus untuk saham, pergerakannya itu sangat dinamis. Jadi, sebaiknya targetkan saham untuk investasi jangka panjang, karena kalau untuk jangka pendek, fluktuasinya cukup tinggi. Tips untuk investasi saham, jangan panikan. Kalau harga saham kita turun, itu berarti kesempatan membeli kembali dengan harga diskon. Makanya, sebelum memutuskan membeli satu emiten saham, teliti dengan pasti perusahaannya, bagaimana laporan keuangan dan prospek bisnisnya. Pilih maksimal 4 saham saja, nggak usah terpengaruh dengan bisikan-bisikan di luar. Pak  Hari mencontohkan salah satu kliennya yang sukses berinvestasi saham karena fokus pada 4 emiten saja. Kalau 4 saja cukup, ngapain "piknik" cari saham lain?

Pilih saham yang mana?

Jadi, pilih saham apa hari ini? Keep learning and investing ^_^

Materi kelas akademi berbagi kali ini di postingan terpisah ya. Biar fokus ke materi presentasi.

"Why Should Invest in Capital Market?"




Senin, 27 Maret 2017

Dilema Rumah Baru vs Rumah Bekas



Ini bukan artikel placement ya, ini murni pengalamanku dan suami memilih rumah untuk tempat tinggal kami di Palembang sekaligus untuk investasi di hari tua nanti.

Lokasi

Prinsip utama suami dalam memilih rumah adalah lokasi. Keadaan bangunan nomor dua, karena yang penting dalam investasi properti adalah pada lokasi. Semakin bagus lokasinya, maka semakin cepat harga tanahnya meningkat. Itu yang diharapkan dalam sebuah investasi, ya kan?

Dalam memilih lokasi, yang penting untuk diperhatikan adalah kondisi lingkungannya. Aman nggak lingkungannya? Jangan sampai salah pilih lokasi yang rawan pencurian dan kejahatan. Mau semurah apa pun harga yang ditawarkan, nggak usah deh. Lokasi yang kayak begini bakalan susah naik harganya. Boro-boro naik, jangan-jangan dijual pun nggak ada yang mau beli. Rugi kan?

Pertimbangan selanjutnya adalah bagaimana keadaan anak-anak disana? Soalnya anak-anak ini yang akan jadi teman main anak kita. Sebisa mungkin cari lokasi yang lingkungannya 'sekufu' dengan kita. Jadi bisa klop dengan tetangga. Stres juga lo kalau nggak bisa kompak dengan tetangga. Secara tetangga bakal jadi orang terdekat kita.

Setelah masalah keamanan dan keharmonisan dengan tetangga, kemudahan mobilisasi ke tempat kerja juga harus diperhatikan. Okelah, tempat kerja terlalu mainstream, ke tempat usaha deh (eeaa). Makin dekat lokasi tinggal dengan tempat usaha, berarti makin efisien biaya operasional. Lebih mudah memantaunya juga pastinya.

Dari beberapa pertimbangan itu, pilihan kami mengerucut pada lokasi rumah di sekitar Talang Kelapa. Beberapa pertimbangan memilih lokasi disana, antara lain:

1. Lokasinya dekat dengan tempat kerja. Jadi efisien di ongkos nantinya.

2. Talang Kelapa adalah daerah yang sedang berkembang. Secara harga sudah agak mahal, tetapi masih worthed untuk investasi.

3. Banyak pilihan perumahan, dari yang elit, biasa, sampai yang masih perkampungan. Dari yang masih tahap pembangunan, sudah siap huni, rumah bekas yang masih harus direnov, sampai rumah bekas yang sudah siap ditempati.

4. Mulai banyak pilihan seolah yang bagus untuk anak di daerah Talang Kelapa.

5. Dekat dengan jalur busway. Jadi kalau mau ke kota gampang aksesnya. (Ini sih hobiku sama Ais, ngebolang murah, haha)

Nah, poin ketiga ini ternyata sempat membuat kami berselisih paham. Di satu sisi aku pengennya cari rumah bekas yang siap ditinggali saja, sedangkan suami pengennya cari rumah baru yang pasti kualitas materialnya dan memungkinkan dimodif. Kebetulan rumah incaranku bangunannya sudah dari 2004 dan kualitas materialnya masih standar. Terus dari perselisihan kami, keluarlah plus minus rumah bekas vs rumah baru.

Rumah bekas

Plus:
1. Biasanya rumah sudah siap huni, dan kalau pun harus renov, pastikan tidak terlalu banyak renovnya.

2. Kalau ada apa-apa, kita bisa curhat sama pemilik rumah lama. Tipsnya sih, cari penjual rumah yang asyik, pastinya doi jual rumahnya sendiri, bukan perantara apalagi agen lelang rumah. Xixixi

3. Harganya lebih miring dan kalau beruntung dapat penjual yang butuh duit, bisa tuh dapat rumah bekas yang bagus dengan harga murah.

Minus:
1. Namanya bekas, kondisi rumah pastinya nggak sekece rumah baru. Perlu persiapan dana darurat untuk perbaikan rumah. Nah, pinter-pinter milih rumah bekas yang bagus deh kalo ini.

2. Siapkan biaya PPh 5%, BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) 5% setelah dikurangi NPTKP ( Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak), PPN, Biaya Balik Nama, dan biaya notaris. Biaya ini sih kesepakatan dengan penjual, tapi ada baiknya untuk dipersiapkan semua.

3. Tidak leluasa lagi untuk modifikasi.
Untuk kasus rumah bekas idamanku, bentuk bangunan sudah susah untuk direkayasa. Kalau buatku yang malesan ini sih nggak masalah. Tapi buat suami yang pengen modif-modif rumah, hal ini jadi bermasalah.


Rumah baru

Plus:
1. Bangunan baru, jadi dijamin masih prima kondisi rumah saat ditinggali nanti.

2. Lebih leluasa memilih lokasi karena biasanya developer memiliki banyak pilihan lokasi.

3. Masih memungkinkan untuk modifikasi bangunan. Tapi nggak bisa leluasa juga, soalnya rata-rata sedia tanahnya mepet.

Minus:
1. Harga pasti lebih mahal. Soalnya kita bayar developer juga kan.

2. Belum tentu langsung punya tetangga. Namanya perumahan baru biasanya masih sepi. Jadi agak krik2 juga kalau kanan kiri masih kosong. Enaknya sih mungkin syukurannya nanti bisa hemat, la tetangganya dikit. Hahaha.

3. Kalau ada apa-apa, bisanya curhat sama developer doang. Ya iya kalo developernya sibuk, nggak bakal ditanggepi deh. Apalagi kalau masalahnya soal kondisi rumah, term conditionnya biasanya tidak memungkinkan kita bisa banyak komplain.

Endingnya, kita harus pilih rumah yang mana nih ya?

Rabu, 15 Maret 2017

[wiRABUsaha] Distributor vs Ritel

Wirabusaha is coming again!

Gak kerasa udah sebulan blog ini gak update #eh. Kalo nggak gara-gara kolaborasi sama Manda di saudagarsaham.id, mungkin blog ini bakal bulukan deh. Soalnya, sesuai rencana awal bikin domain investasiemak.com, pengennya sih banyak bahas tentang investasi dan usaha buat emak-emak. Tapi berhubung daku newbie di dunia usaha maupun investasi, jadi asal mau nulis pasti kena penyakit bingung mau mulai dan takut salah tulis. Akhirnya ya nggak jadi nulis-nulis ya, hihi.

Untungnya sih ada rubrik kolaborasi kayak gini. Masih tiap bulan dulu. Belum kuat soalnya kalau harus tiap minggu, karena membahas usaha dan investasi cukup 'berat' buatku.

Nah, setelah diskusi via WA dengan Manda. Kami putuskan bahwa tema bulan ini adalah. Jeng. Jeng. Jeng.

Distributor vs Ritel


Kenapa kita mengangkat tema itu? Ya karena kita berdua mengalami dua hal itu. Manda bergelut di usaha ritel toko kelontong, dan aku sendiri bantu suami sebagai distributor obat tanaman. Dari segi produk sih nggak berhubungan ya. Tapi dari sisi kegiatan usaha, kami ini saling berhubungan lho. Soalnya Manda pasti butuh barang dari distributor untuk didisplay di tokonya. Dan aku sendiri butuh ritel untuk membantu memasarkan barangku.

Baca tentang menjadi pengusaha ritel ala Manda: Serunya Menjalankan Bisnis Ritel

Nah kalau bagianku, tentang pengalaman menjadi (istri) ditributor nih. Hehehehe

Apa dan bagaimana menjadi distributor?

Jadi kalau dibuat skema, produk dari perusahaan itu akan melewati rantai distribusi sebagai berikut:

Perusahaan/Pabrik
 |
Distributor
|
Ritel/toko 
|
Konsumen

Nah, distributor sendiri ada distributor besar, distributor kecil, dan distributor yang merangkap ritel. Enaknya jadi distributor, kita nggak perlu lokasi strategis untuk memasarkan produk. Tapi, kita harus punya ruangan yang cukup untuk gudang penyimpanan sementara produk dari pabrik ke ritel. Nah, modal apa sih yang harus dipunya untuk menjadi distributor?

1. Koneksi
Menjadi distributor itu yang utama adalah memiliki koneksi. Ya iyalah, soalnya kan kita penghubung antara perusahaan dan ritel yang akan memasarkan produk. Nggak sembarang orang bisa jadi distributor.

2. Badan hukum minimal CV
Karena dengan menjadi distributor kita akan berurusan dengan perpajakan dan berbagai macam surat menyurat, maka untuk menjadi distributor resmi memerlukan badan hukum minimal CV.

3. Gudang yang memadai
Sebagai distributor, kita akan memerlukan pemesanan produk ke pabrik dalam jumlah besar (supaya dapat harga murah, margin keuntungan lebih besar). Tapi, seringkali produk tersebut tidak langsung disetorkan kepada ritel, ya kan? Oleh karena itu, kita perlu gudang yang memadai untuk menyimpan produk yang belum didistribusikan.

4. Armada yang mumpuni
Namanya juga distributor, tugasnya ya mendistribusi produk. Tentu perlu armada yang mumpuni untuk mendistribusi produk. Minimal mobil pick up lah. Dulu sih awalnya aku kira pakai mobil minibus cukup, ternyata kalau cuma minibus ngga cocok costnya, soalnya mobil biasa kapasitasnya kan terbatas.

5. Mental yang kuat
Ini sih mental yang harus dipunyai semua pengusaha. Dalam proses menawarkan produk ke toko/ritel pasti ada saja penolakannya. Belum lagi kadang ada pungli di jalan (sekarang sudah jarang sih). Fisik juga harus kuat. Karena tak jarang kita harus bongkar muat barang sendiri. Kalau untuk yang satu ini sih suami nggak izinin aku ikutan angkat-angkat. Suruh madep laptop ngurusin admin aja katanya. Hihi

Nah, berhubung kolab kali ini tentang Ritel vs Distributor, jadi dari kacamata distributor, daku punya beberapa harapan yang semoga dimiliki setiap ritelku, hihihi..

1. Ritel yang pembayarannya lancar

UUD, ujung-ujungnya duit. Tentu sebagai distributor berharap setiap ritel tertib melakukan pembayaran. Soalnya para distrubutor juga dikejar kredit pelunasan produk sampai 45 hari kerja saja. Kalau pembayarannya nunggak, bayar tunggakan ke pabriknya gimana? *melas.

2. Ritel yang ramai, jadi barangnya cepat habis

Setiap ritel pasti berharap begini juga dong ya. Tokonya laris manis, perputaran produk dan uang jadi lancar. Kalau ada ritel yang begini, dijamin jadi rebutan para distributor deh.

3. Ritel yang bersahabat

Okelah nggak semua ritel bisa lancar pembayarannya, karena penjualan produk juga kadang tidak bisa diprediksi. Tapi paling nggak, jadilah ritel yang bersahabat dan kooperatif. Ketika sudah waktunya tagihan ternyata produk belum laku juga, ya jujur saja bilang ke distributornya. Mau kasih tenggat waktu lagi, atau produk ditarik saja? Jangan bayarannya digantungin, tapi produk nggak juga dikembalikan. Kalau expired kan distributor juga yang menanggung resikonya.

Kayaknya tiga poin itu dulu aja deh ya? Toh kami sebagai distributor juga tidak sempurna, yes?

Any question so far, boleh banget dikomen yaaa..

Jumat, 03 Maret 2017

Pengalaman Memesan Sukuk Ritel SR-009

Sukuk Ritel is back! Seri SR-009


Rasanya nggak nyangka akhirnya bisa pesan sukuk ritel juga. Soalnya dulu masih zaman SR-005 sempat pengen ikutan tapi nggak dapat jatah. Karena dulu agen penjual Sukuk cuma Bank Syariah. Lah daku cuma punya the only one rekening tabungan bank konvensional yang saat itu dipake buat transfer gaji (dan perusahaan tidak memperkenankan bank lain), ya sudah.

Sekarang, investasi berbasis syariah sudah lebih masif. Jujur saja aku lebih mantap berinvestasi di Sukuk ketimbang duitnya didepositokan. Walaupun jangka waktu Sukuk lebih lama, tapi toh memang 'uang dingin' yang aku pakai. Jadi begitu ada info tentang penawaan Sukuk Ritel SR-009 ini, aku langsung semangat pengen pesan.

Saking semangatnya, sebelum masuk masa penawaran, aku sudah tanya-tanya ke bank. Asyiknya, bank dimana satu-satunya rekeningku berada (ecie) ternyata jadi agen penjual Sukuk ini. Kebetulan saat itu aku sedang bermasalah dengan ATM tertelan, jadi sekalian tanya-tanya ke CS tentang Sukuk Ritel SR-009 deh.

Ternyata, walau belum masuk masa penawaran, aku sudah bisa pesan lho. Si Mbak CS menawarkanku untuk isi form pemesanan serta memintaku menunjukkan KTP, buku tabungan, dan NPWP. KTP sama buku tabungan si oke, wong habis ngurus ATM, tapi NPWP nggak kubawa. Habisnya trauma kemarin sempet ilang dompet terus nambah-nambahi kerjaan aja kudu urus kartu NPWP ke kantor pajak (padahal ngurus NPWP ke kantor pajak paling gampang, pelayanan cepat dan tentu saja gratis). Back to syarat pemesanan SR-009, jangan lupa ya dipersiapkan KTP, buku tabungan, dan NPWPnya. Disarankan sih ke bank yang kita sudah punya rekeningnya, jadi nggak perlu ribet buka tabungan atau buat dokumen surat berharga.

Apa sih menariknya ikutan Sukuk Ritel SR-009?

Kalau menurutku pribadi, sukuk jelas sangat menarik dibanding deposito. Soalnya imbal hasil lebih tinggi. Jadi kalau rata-rata bunga deposito adalah 6.2% (data dari pusatdata.kontan.co.id), nah Sukuk Ritel SR-009 ini kalau imbal hasilnya dikonversikan menjadi bunga, maka sekitar 6.9%. Selain potongan pajaknya lebih rendah. Kalau deposito dikenakan pajak 20%, maka imbal hasil Sukuk hanya dikenakan 15%.

Kalau pertimbangan utamaku  pilih sukuk sih karena nggak riba. Imbal hasilnya bukan berupa bunga melainkan bagi hasil. Dan disisi lain, sukuk menawarkan kepastian imbal hasil karena dijamin negara. Beda sama investasi reksadana atau saham yang kadang harus deg-degan dengan fluktuasinya.

Bagaiman mekanisme pemesanan Sukuk Ritel SR-009?

1. Datang ke agen penjual yang ditunjuk Kemenkeu berikut ini:

PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk
Citibank N.A.
PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk
PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Permata, Tbk
PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk
PT Bank Mega, Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk
Standard Chartered Bank
PT Bank Pan Indonesia, Tbk
PT Bank OCBC NISP, Tbk
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
PT Bank Central Asia, Tbk
PT Bank Maybank Indonesia, Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
PT Bank Commonwealth
PT Bank Syariah Mandiri
PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd
PT Bank BRISyariah

Waktu pemesanan adalah dari tanggal 27 Februari sampai 17 Maret 2017.

2. Isi form pemesanan dan menunjukkan buku tabungan, KTP, dan NPWP yang masih berlaku.

3. Tunggu penjatahan di tanggal 20 Maret 2017. Kalau tidak dapat jatah maka uang akan dikembalikan maksimal 3 hari kerja yerhitung sejak tanggal 23 Maret 2017.

4. Menerima imbal hasil perdana pada 10 April 2017. Hore!

Yang perlu diketahui tentang SR-008:
1. Masa jatuh tempo adalah 3 tahun, yaitu pada 10 Maret 2017. Jadi kalau kira-kira duitnya bakal kepake sebelum 3 tahun, mending dipikirkan dulu deh keikutsertaannya.

2. Berbeda dengan ST-001 yang tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder (macam jual beli saham gitu), SR-009 seperti Sukuk Ritel pendahulunya, yaitu bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Tapi ada resiko nilainya menurun di pasar sekunder. Amannya ya investasi full selama 3 tahun itu (kalau untuk tipe investor yang risk avoider). Kalau pas jatuh tempo, nilai kuponnya tetap seperti awal pembelian.

3. Satu kupon SR-009 adalah 5 juta rupiah. Nggak usah malu kalau cuma sanggupnya 1 kupon saja. (La yang bikin tulisan ini juga cuma pesan dikit, gaya banget terus bikin tulisan yak? Haha). Paling nggak sekalian nyicip investasi yang syariah dan aman, ya kan?

4. Penawaran SR-009 terbatas hanya sampai 17 Maret 2017 (Di Bank Mandiri malah cuma sampai tanggal 14 Maret). Jadi, nggak usah pakai mikir lama buat pesan SR-009 kalau punya duit nganggur. Daripada duitnya kepakai untuk konsumsi yang nggak jelas, ya kan? Soalnya buibu kan suka kalap kalau lihat saldo masih tebal, hihi.

Yuk mulai investasi, karena emak bijak sadar investasi. ^_^

Selasa, 07 Februari 2017

[wiRABUsaha] Usaha dan Investasi untuk Emak itu PERLU!

Mulai bulan Februari ini, investasiemak bakalan ada rubrik #wiRABUsaha bekerja sama dengan manda di saudagarsaham.id. Isinya sih nggak jauh-jauh dari seputar usaha dan investasi untuk ibu rumah tangga.

Tema minggu ini adalah pentingnya ibu rumah tangga harus punya usaha dan investasi. Bukan buat gegayaan. Tapi memang beneran PERLU! *capslock jebol dah...

Yang ini bahasan Manda tentang Usaha dan Investasi:

#wiRABUsaha: Usaha dan Investasi ala Manda

Nah, di bawah ini aku pengen cerita, kenapa sih emak-emak itu perlu usaha dan investasi?

Emak-emak itu harus produktif

Pengalaman pribadiku nih, semenjak resign dari kerjaan, terus kuliah lagi, terus sampai sekarang masih job seeker aja, aku jadi berpikir lebih keras untuk mendapatkan tambahan. Ternyata dunia udah nggak seindah zaman dulu masih kerja kantoran, hihi. Cari kerjaan sekarang lebih susah plus kebutuhan hidup lebih banyak.
Kan udah punya suami, gampang lah, tinggal minta duit aja sama suami kan?
Iya sih, dengan berkeluarga kita bisa menggantungkan hidup pada suami. Tapi kasian atuh Pak Suami kalau semua istri mikirnya begini. Soalnya, dengan kondisi perekonomian yang fluktuatif seperti sekarang, cari duit memang kudu getol kuadrat. Kan kasian kalo suami nggak dibantuin cari duit? Memang sih, cari uang bukan kewajiban kita sebagai emak-emak. Tapi paling nggak kita harus jadi emak yang produktif. Biar nggak senewen en spanneng. Dapat tambahan uang itu bonus.

Be productive, be positive!

Dengan berpikir untuk produktif, kita dapat meminimalisir rasa cemburu sama suami. Iya rasa cemburu. Aku pernah punya tetangga yang bercerai gara-gara istrinya cemburuan sama suaminya. Usut punya usut, ternyata si istri kebanyakan nonton sinetron dan infotainment. Ditambah suaminya kerja di rumah produksi. Ketika suami pulang terlambat atau harus dinas di luar kota, si istri uring-uringan nggak jelas. Semua nasehat dari para tetangga nggak digubris. Akhirnya, kandaslah rumah tangga mereka karena kecemburuan berlebihan si istri.

Tragis ya? Padahal kalau si istri mau berpikiran positif dan berusaha mengoptimalkan potensinya, entah potensi memasak, menjahit, atau kalau sekarang yang lagi happening, yaitu ngeblog dan menulis, pasti hasilnya akan berbeda. Kelihatannya sih kesibukan seperti itu terlihat sepele, tapi dengan menyibukkan pikiran dengan hobi, maka nggak ada lagi tuh pikiran ngganggur cuma buat mikirin, suamiku sekarang lagi sama siapa? Beneran kerja atau selingkuh?

Nah, kalau kita sebagai istri hepi, nggak berpikir macem-macem, pastinya suami juga kerjanya tenang, anak-anak juga hepi. Betul?

Emak-emak perlu mempunyai kesibukan yang bermanfaat agar dirinya selalu upgrade. Karena di tangan emak-emaklah wajah generasi penerus Indonesia. Emak adalah guru pertama bagi anak. Pastinya pengen dong punya anak yang cerdas dan memiliki masa depan cerah. Nah, nggak perlu susu mahal kok untuk mewujudkan itu. Cukup kita sebagai ibu yang memberikan contoh baik pada anak, menanamkan jiwa untuk pantang menyerah namun juga pasrah pada takdir Allah SWT. Terus upgrade ilmu parenting kita, upgrade hobi yang kita percayai akan menambah penghasilan keluarga. Nggak perlu ngoyo, karena memang tugas utama kita adalah mengurus rumah tangga, tapi tetap ada target untuk setiap usaha kita. Tetap produktif agar selalu berpikiran positif, cheers!


Emak manajer keuangan keluarga. Melek investasi yuk...

Nah, selain emak-emak harus punya usaha aka kesibukan, emak-emak juga harus melek investasi. At least harus getol menabung. Soalnya emak kan manajer keuangan keluarga. Gimana caranya uang dari suami cukup buat kebutuhan sehari plus menabung. Metode 'amplop' alias mengalokasikan semua dana pada pos-posnya di awal bulan wajib dilakukan semua emak. Hal ini selain mengontrol pengeluaran juga 'memaksa' emak untuk rutin menabung. Kalau menabung sudah menjadi habit, maka investasi bukan hal yang sulit lagi.

Investasi buat emak ada macam-macam. Yang paling populer di kalangan para emak dari zaman dahulu adalah investasi emas. Tapi seiring waktu, investasi semakin terdiversifikasi. Emak-emak mulai banyak melirik jenis investasi dengan return yang lebih tinggi, walaupun resikonya juga tinggi. Investasi saham mulai diminati kaum hawa. Apalagi IDX juga lagi getol promo program Yuk Nabung Saham kan. Beberapa teman yang sudah mulai investasi saham mengatakan bahwa trading saham bisa menjadi kesibukan yang menghasilkan. Suaminya bahkan yang menyuruh mereka untuk menggeluti dunia saham. Ada yang menjadikannya sebagai usaha sampingan, yaitu trading for living (jual beli saham untuk penghasilan sehari-hari) maupun sekedar investasi (value investor). Menjadikan saham sebagai usaha sampingan tentu sudah harus siap dengan resiko rugi. Analisa teknikal harus dimantapkan.  Namun, menjadi value investor juga bukan tanpa resiko. Kenali dengan baik fundamental perusahaan agar investasinya menuai hasil yang maksimal.

Tentang investasi saham baca: Investasi di Pasar Modal seperti Merawat Tanaman

Investasi akhirat alias sedekahnya jangan lupa ^_^

Berbagai pilihan usaha dan investasi bisa emak pilih sesuai dengan minat dan bakatnya. Yang pasti, usahakan menyisihkan pendapatan dengan rutin untuk investasi. Supaya harta keluarga lebih barokah, jangan lupa investasi akhirat alias sedekah. Kalau hartanya sudah mencapai nisab, dahulukan bayar zakatnya. In sya Allah kedepannya rezeki tambah lancar. Aamiin.

Kalo katanya, happy tummy happy kids, maka have money happy mom. Xixixi.

Rabu, 21 Desember 2016

Rangkuman Buku: Trader Not Gambler


Ini buku pertama tentang saham yang berhasil aku khatamkan dalam waktu nggak sampai sehari. Soalnya Ellen May memang menuliskannya seperti bercerita, jadi aku asyik banget bacanya, sampai lupa makan siang, haha!

Oh ya, sembari membaca, tak lupa aku rangkum isi bukunya. Ini rangkuman ala aku.

Apa dan bagaimana trading?
Definisi. Kegiatan beli di harga rendah n jual di harga tinggi dlm waktu relatif singkat. Bedanya sama investor terletak pada rentang waktu beli dan jual.

Trader vs Gambler
Trader beda dengan gambler. Seorang trader harus berdisiplin mempelajari pasar. Kerugian seperti harus cutloss biasa dialami trader, bahkan trader profesional sekalipun. Cut your losses short, let your profit run. Jangan ragu buat cutloss! Trading tidak berbahaya asalkan kita tahu 'ilmunya'. Kendalikan emosi agar sebagai trader kita tidak terjebak menjadi 'gambler'. Hidup itu penuh dengan spekulasi, berbisnis apa pun pasti mengandung unsur spekulasi. Pengetahuan yang mumpuni akan meminimalkan resiko.

Psikologi trading yang baik merupakan kunci sukses trader di bidang apa pun. Mindset yang benar diperlukan dalam trading. Tentukan:

1. Target/tujuan.
Tentukan target bulanan dan tahunan anda!

Technical target.
Memanfaatkan support dan resisten. Target terdekat diambil dari resisten terdekat.

Financial target.
Merupakan nominal profit atau oun persentase keuntungan. Misal target bulanan 10% atau 15% dari keseluruhan modal.

Buatlah target yang realistis! (5% untuk pemula)

2. Alasan yang kuat.
Demi siapa anda melakukan trading?
Bukan uang, tetapi misal untuk orang yang dicintai, dan etika dalam menciptakan transaksi yang berkualitas. Sesekali cut loss tidak masalah asalkan untungnya lebih besar. Jangan pikir mendadak kaya dari trading.

3. Strategi yang terbukti bermanfaat.
Analisis, membuat sistem/strategi trading, money management, dan psikologi trading yang baik.

Analisis
Analisis fundamental= Menjawab 'alasan' harga saham bisa naik dan turun berdasarkan news dan profitabilitas perusahaan. Profitabilitas perusahaan diukur berdasarkan:

ROE (return of equity). Rasio laba bersih dengan ekuitas pada saham.

NPM (net profit margin). Rasio keuntungan perusahaan setelah dipotong pajak. NPM baik adalah 5%

EPS( Earnings Per Share). Rasio pendapatan yabg diperoleh setiap lembar saham  EPS rendah cenderung membuat saham turun.

PER (Price Earnings Ration) dan PBV (Price to Book Value) untuk mengetahui saham tersebut mahal atau murah. PER rendah berarti harga saham murah. Tetapi harus didukung likuiditas yang bagus.

PBV adalah angka rasio yang menjelaskan seberapa kali investor bersedia membayar saham untuk setiap nilai buku per sahamnya. PBV dianggap tinggi bila sudah diatas rata2 PBV historis.
cek parameter tersebut di www.finance.yahoo.com atau RTI Bussiness yang bisa diunduh di playstore.

Analisis teknikal= 'kapan' harus membeli, merealisasikan keuntungan, dan membatasi kerugian pada sebuah saham.

Wajib diketahui setiap trader!
Grafik candlestick.
Tubuh candle menunjukkan harga pembukaan dan penutupan. Ekor candle menunjukkan harga tertinggi dan terendah.
Tubuh candle panjang. Tekanan beli iuat untuk candle putih dan tekanan jual sangat kuat untuk candle hitam.
Tubuh candle pendek. Menunjukkan keridakpastian market. Sering disebut doji. Menunjukkan tanda pembalikan arah. Double doji menunjukkan tanda breakout namun masih membutuhkan konfirmasi. Long legend doji menunjukkan adanya tarik-menarik yang sama kuat antara daya beli dan daya jual.
Hammer dan hanging man.
Hammer terjadi setelah tren menurun yang kuat. Hanging man terjadi setelah tren menguat yang tajam.

Terjadi setelah tren menurun kuat =inverted hammer
Terjadi seelah tren menguat yang tajam = shooting star.

Pola harami mengindikasikan berkurangnya momentum tren yang segera diikuti berakhirnya tren.

Strategi
Tipe trader employee-->bagai bayi yang terus disuapi ibunya
Trader tipe wiraswasta-->merasa bisa mengendalikan segalanya dan pikirannya kompleks
Bussiness owner/pebisnis sejati-->membuat sistem sederhana sehingga sekelompok orang dapat mudah mengikutinya. Ciri tipe trader yang berhasil.
Tipe investor-->tidak bisa disamakan dengan trader. Karena investor hanya cukup menanam modal dan menunggu keuntungan.

Sistem trading terdiri dari:

1. Market filter
Menyaring informasi dari hiruk pikuk market sehingga diperoleh saham tertentu yabg memeberi peluang profit yang baik.
Cara melakukan market filter:
Metode top to down dari pendekatan:


  • Rentang waktu.

Day trader. Jual beli dilakukan pada hari yang sama. Menggunakan rentang grafik 4 jam bahkan 3 menit-an.
Swing trader. Menggunakan grafik harian kadang 4 jam-an. Rentang waktu transaksi beberapa hari atau beberapa minggu.
Position trader. Membuka dan nenutup transaksi dalam kurun waktu satu hingga enam bulan. Menggunakan grafik mingguan.


  • Sektoral.

Pertama amati Dow Jones Industrial, karena ketika terjadi pergerakan kontras di DJI, seringkali mempengaruhi bursa lokal.
Amati tren harga IHSG
Amati tren sektoral IHSG ( agriculture, mining, basic industry, consumer goods, property, infrastructure, finance, trade and service, manufacture).
Lakukan scanning saham berdasarkan sektor tertentu berdasarkan kombinasi analisa teknikal, analisa fundamental, dan money management.

2. Set up condition
Pakai indikator tertentu. Cukup 3 indikator saja. Misal moving average, stochastic, dan volume (terkadang dutambah Fibonacci Retracement).

3. Entry Rules
Setelah set up condition, maka kita akan menemukan saham yang potensial beserta level suppot dan resisten. Masuk dalam area breakout atau pullback?
Breakout trade: beli saat menjebol resisten. Dan jual saat menjebol support.
Pullback trade: Beli di support, jual di resisten.

4. Exit Rules
Profit taking. Target/level keluar ubtuk merealisasikan keuntungan. Menetapkan level profitvtaking. Buy at pullback atau support. Sell at pullback atau resist. Buy saat breakout.sell at breakdown.
Stop loss. Level keluar untuj membatasi kerugian dan melindungi modal.

5. Proteksi
Menentukan level proteksi. Buy at support, sell at resist,
Proteksi berjalan/trailing stop. Misal beli saham 2500. Pasang proteksi di 2400 dan level profit taking 3000.

6. Level Re-entry
Bila ternyata anda telah exit tetapi ternyata prospeknya masih bagus. Re entry dapat dilakukan ketika terjadi pullback pada support atau konfirmasi breakout.


  • Membuat trading olan:

- Uptrend lebih kuat daripada saham sektor sejenis
- Resiko lebih kecil karena sedang berada pada major suport
- Potensi keuntungan cukup besar karena berada pada support kuat dan masih jauh dari area resisten.
- Candlestick pada hari setelah kejatuhan loncat dengan gap up dan didikung sinyal beli dari indikator stochastic

  • Backtesting. Menguji strategi trading menggunakan data-data historis. Membuat trader mengetahui:

- Mana yg menguntungkan dan tidak
- Membuat estimasi kinerja dari setiap sistem yang anda uju
- Membuat catatan histori dari kinerja trading

Trading rules
1. Membeli saham yg akan atau sedang naik dan menjual saham yang akan atau sedang turun
2. Jangan trading setiap hari. Cukup saat bearish atau bullish. Saat bearish maka jual, saat bullish maka beli
3. Membuka transaksi saat ada konfirmasi beli
4. Lanjutkan transaksi menguntungkan dan hentikan transaksi merugikan
5. Hentikan transaksi yang mulai mengalami pembalikan tren
6. Pilihlah saham-saham unggulan di sektornya
7. Jangan menambah saham yang berstatus rugi
8. Beli saham ketika new high. Lakukan short selling ketika saham mencapai titik new low. (Tetapi short selling tidak syariah, Pendapat dari perangkum, bukan dari buku ini)

Petunjuk lain.
- Jangan menaham saham-saham rugi lebih lama
- Tidak ada terlalu mahal untuk open buy dan terlalu murah untuk open sell
- Market tidak pernah salah
- Keuntungan besar menunjukkan potensi profit di awal trading
- Tidak ada trading rules keuntungan 100% sepanjang waktu.

Trading ala Ellen May
1. Mulai trading dengan suasana hati baik
2. Ikuti tren terkuat. Beli saat uptrend dan jual saat downtrend
3. Perhitungkan reaiko
4. Gunakan maksimal 3 indikator
5. Jangan mencari rumus pasti trading
6. Beli saat di support atau bekas suport. Jual pada resisten terdekat
7. Sediakan cash sisa
8. Berhenti trading saat:

  • Target telah tercapai.
  • Mengalami kerugian 3 kali berturut-turut, dan tidak nyaman dengan situasi market

9.   Hindari range support dan resisten sempit. Karena postensi keuntungan kecil
10. Trading hanya saat ada peluang profit
11. Disiplin entry, exit, stop loss, take profit, bahkan tidak trading saat tidak ada peluang

Manajemen

Money management.
1. Berapa besar resiko dalam sebuah transaksi? 0.1 -2% dari modal
2. Berapa banyak transaksi yang boleh saya buka bersamaan? Maksimal 8 transaksi. Umumnya 5           transaksi.
3. Seberapa besar perbandingan resiko dan keuntungan dalam setiap transaksi?

  • Potensi keuntungan minimal 3 kali lebih besar dari potensi kerugian.
  • Pilih saham yang likuid.masuk lq 45. Masuk 60 besar dari total transaksi. Tercatat di BEJ minimum 3 bulan. Keadaan keuangan sehat.


Psikologi trading
Hindari rasa takut dan serakah! Let profit run and cut losses short. Buat selalu trading plan dan jalankan. Evaluasi setiap trading plan anda dan catat apa yang membuat trading plan anda berjalan dengan baik.
Visualisasi re entry, pencapaian target, pertumbuhan keuntungan dan saat jangan trading paling tidak 30 menit setiap hari.

Penutup
Keep it simple but smart (KISS).

Selasa, 20 Desember 2016

Rangkuman Buku: Selami Asuransi demi Proteksi Diri

Akhirnya sempat juga bikin rangkuman buku ini. Sengaja diabadikan di blog biar kalau cari-cari gampang. Hehe. Punya buku ini sampai 2 buah. Soalnya jadi isi goodiebag 2 acara asuransi yang aku ikuti. Buku ini penting banget buat kita semua, soalnya rata-rata orang Indonesia belum melek asuransi. Kayak aku sendiri, walaupun getol cari tahu tentang hal-hal seputar investasi, nyatanya belum benar juga dalam memilih produk asuransi.
Sumber:buku.kompas.com

Kok bisa belum benar?

Ya iya, karena ternyata anakku, sebaiknya tidak terlalu perlu asuransi jiwa. Yang perlu malah suamiku, soalnya doi kepala keluarga. Eh tapi aku malah punya polis asuransi jiwa untuk anakku. Katanya sih bisa buat asuransi pendidikan. Tapi, harusnya asuransi jiwanya ke bapaknya, taoi ini malah ke anakku juga. Dan, bisa punya itu karena ikutan unit link.

Padahal ya, aku ikutan unit link itu karena tertarik dengan investasinya. Ternyata, dari buku ini dibahas, kalau untuk alasan kepraktisan, unit link itu memang bagus, tapi kinerjanya nggak maksimal. Karena dana dibagi ke dua kantong, asuransi dan investasi. Nah, aku baru benar-benar paham saat ini. Sedih banget kan? Ya udahlah, belum telat juga untuk beli asuransi dan investasi terpisah.

SELAMI ASURANSI DEMI PROTEKSI DIRI

Terdiri dari 8 bab yang menjelaskan kenapa kita harus berasuransi, macam-macam jenis asuransi jiwa, seputar asuransi tambahan, kesalahan berasuransi dan cara menghindarinya, serba serbi unit link, menghitung kebutuhan asuransi, penyebab klaim ditolak, dan aneka tips seputar asuransi. Bab terakhir ini yang paling penting dan applicable banget.

Aneka tips membeli asuransi. Khususnya untuk pemula:

1. Pahami mengapa butuh asuransi.
Jangan kejadian kayak aku. Ikutan asuransi karena tergoda investasi. Itu nggak worthed! Karena jelas asuransi itu proyek rugi! Mana mungkin bisa investasi di produk asuransi? Okelah kita membeli produk asuransi plus investasi. Tapi pastinya investasinya nggak maksimal karena dipotong untuk premi asuransi. Pokoknya beli asuransi itu jangan langsung beli, tapi disimak baik-baik dulu manfaatnya. Perlu nggak kita asuransi tersebut? Jumlahnya worth nggak sama manfaatnya?

Dari bab pertama buku ini sih, dijelaskan kalau yang butuh asuransi jiwa itu adalah mereka yang sudah punya tanggungan. Karena guna asuransi adalah menyiapkan 'warisan' bagi tertanggung. Anak kecil masih belum butuh asuransi, dan orang tua harus mempertimbangkan bila menjadikan anak dibawah 21 tahun menjadi ahli waris. Karena mereka baru bisa menerima warisan ketika sudah berusia 21 tahun.

2. Hitung dengan cermat kebutuhan proteksi
Jangan pelit sama diri sendiri! Kalau memang butuh proteksi yang besar, ya jangan ragi untuk.membeli produk asuransi yang lebih mahal. Yang jelas, tetap cermati ya worthed atau tidaknya.

3. Cari jenis asuransi yang tepat
Jangan lupa untuk teliti sebelum membeli. Kalau ada kesempatan seperti Insurance Fair 2016 di Alun-alun kidul tempo hari, pasti lebih efektif buat mencari asuransi yang tepat.

4. Gali mendalam informasi tentang perusahaan asuransi
Masih setali tiga uang sama poin ketiga. Setelah menentukan jenis asuransi yang tepat (term life, whole life, atau unit link), baru setelah itu disurvei perusahaannya. Tentunya oilih yang paling kredibel dan user friendly. Dari kemudahan akses informasi via website atau agen juga bisa jadi pertimbangan ya.

5. Konsultasi dengan ahli keuangan
Kalau masih ragu dengan perhitungan agen. Bisa minta bantuan ahli keuangan. Teman sendiri yang lebih paham tentang keuangan juga bisa. Pokoknya jangan lupa brain storming dengan orang lain, jadi nggak gegabah memilih produk asuransi.

6. Menggali istilah-istilah asuransi
Istilah asuransi itu rumit dan ribet. Aku yang udah pakai produk asuransi sekitar 8 tahun saja masih banyak roaming sama istilah asuransi. Tapi intinya sih ya itu tadi, jelas informasi tentang manfaat dan kewajiban kita. Jangan malu dan malas untuk bertanya-tanya dengan agen asuransi kita ya. Pilih agen yang profesional. Yang dapat menjelaskan dengan baik pertanyaan-pertanyaan berikut:
A. Apakah agen tersebut memiliki lisensi? Jika punya, berlaku sampai kapan?
B. Bagaimana kondisi kesehatan keuangan perusahaan asuransi yang bersangkutan?
C. Bagaimana pertimbangannya dalam menentukan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah?
D. Apa saja manfaat asuransi tersebut?
E. Bagaimana mengajukan klaim? Apa saja persyaratannya? Kalau bisa agen mau membantu menguruskan ya...
F. Apa saja hak dan kewajiban nasabah dan perusahaan asuransi?

7. Simpan baik-baik polis asuransi, hafalkan atau catat di HP nomor polis asuransi, dan simpan nomor agen sehingga gampang dihubungi sewaktu-waktu.