Minggu, 28 Mei 2017

Tiga Kesalahanku sebagai Trader Pemula dan Cara Mengatasinya

Sudah lama gak posting tentang 'belajar saham'. Ada begitu banyak materi yang tersebar di jagat internet dan grup chatting, bikin aku bingung,

Mau pelajari yang mana dulu?
Mau kuasai yang mana dulu?

Karena sejatinya semua itu kadang saling berhubungan. 

Buku Technical Analysis for Mega Profit sudah khatam dibaca. Grup chatting selalu disimak, tutorial youtube cukup banyak yang ditonton. Tapi masih losess aja, kenapa ya?


Ternyata aku melakukan kesalahan mendasar yang harus segera kuperbaiki:

1. Timeframeku nggak jelas.
Kadang cuan sedikit gatal lepas. Giliran losses parah, malah kutahan. Entrynya enak, selama ada deposit. Tapi mau exit susah, yg kadang sayang masih bisa naek, ternyata abis itu nyungsep. Kadang juga gak tahan liat tu saham merah terus dijual (sedekah sama bandar? Wahahaha). Seringnya sih itu, telat keluar terus nyungsep, ato malah kecepetan keluar jadi cuan gak maksimal. 

Tapi intinya itu, timeframeku kudu dipastikan dengan jelas. Kalau buat invest, harus benar pilih perusahaannya. Habis beli ya nggak usah diutak atik. Tapi kalau buat trading, yang paling utama harus disiplin money managementnya. Kelihatannya sepele, tapi justru ini yang paling krusial dari bisnis (cie) saham. Kudu displin dan no baper. Paling enak pake automatic trading, cuma porto juga masih seiprit-iprit. Masih belum begitu paham pakai fitur automatic trading juga (dasar gaptek).

2. Suka ikut-ikutan orang. Tapi malu bertanya. 
Aku sebenarnya beruntung punya banyak orang baik yang bersedia membagikan ilmu sahamnya secara gratis di grup chatting. Aku juga punya sahabat yang bertahan menggeluti saham dari 4 tahun yang lalu. Kurang berkah apa coba? Tapi kadang aku suka takut bertanya. Nanti pertanyaanku salah nggak ya? Nanti aku ngerepotin dia nggak ya? Tapi dilain sisi, aku suka ikut rekomendasi mereka juga. Padahal kan harusnya sebelum ikutan rekomendasi orang, sebaiknya kita analisa sendiri dulu supaya yakin dengan pilihan kita. Dan yang terpenting, tetap disiplin dengan stoploss.

3. Sukanya nyari saham murah di bawah.
Nggak salah sih sebenarnya, tapi ternyata perlu dipahami juga tren dari saham itu. Kalau downtrend, sebaiknya jangan mulai koleksi kecuali sudah ada tanda pembalikan arah. Masalahnya aku tu masih sering nggak paham, kapan mulai reversal atau balik arah. Kadang cuma false break, terus saham nyungsep lagi.

Dan, kembali lagi, kudu disiplin sama money management...Biar nggak baper, sebaiknya sih pasang automatic trading machine. Tetapkan nilai saham yang dibeli dan exit point yang dituju.

Bila berhasil membenahi tiga hal ini, aku yakin aku sukses menjadi investor yang bahagia.

Jadi mulai sekarang, aku bakalan fokus:
1. Membuat jurnal trading dan menganalisa indikator yang kupakai. 
2. Lebih giat mempelajari chart ketimbang diombang-ambingkan rekomendasi sana sini.
3. Untuk hal itu, Alhamdulillah aku sudah menemukan aplikasi android chart online, lengkap dengan berbagai indikatornya. Next bakalan aku bahas aplikasi pendukung trading. Aku full pakai smartphone soalnya nih.

Baca: Aplikasi Android untuk Belajar Saham

2. Mencoba berani bertanya kepada mereka yang expert
3. Memaksimalkan penggunaan ATM (automatic trading machine) agar bebas baper dan stress free.

Bismillah.

Jumat, 26 Mei 2017

Resume: 30 hari Jago Jualan

Ini adalah Buku ke-5 dari @DewaEkaPrayoga, seorang Business Coach yang telah membantu banyak pengusaha dalam meroketkan omset bisnisnya berkali-kali lipat. Boleh dapat ebook ini secara gratis, so boleh dong aku resume secara gratis pula, semoga bermanfaat.


Langkah awal untuk menggenjot penjualan adalah dengan menetapkan target tahunan. Buat daftar target yang sudah dicapai, alasan target tersebut harus tercapai, persen keyakinan taget itu tercapai, sumber daya yang diperlukan agar target tercapai, dan supaya disiplin, tetapkan reward n punishment terhadap pencapaian target.

30 teknik jualan laris
1. Pertanyaan pilihan. Buat 5 alternatif pertanyaan untuk calon pembeli
2. Ya ya ya. Buat pembeli berkata ya sebanyak-banyaknya. Buat 7 pertanyaan yang akan dijawab hanya ya tau tidak.
3. Kelangkaan produk. Produk bagus dengan stok 'limited' akan membuat orang berlomba-lomba membelinya.
4. Now or never. Desaklah calon pembeli menolak atau menerima penawaran saat itu juga. Dengan diskon atau hadiah yang hanya berlaku di hari itu saja.
5. Harga coret. Secara psikologis calon pembeli akan senang dengan harga diskonan.
6. Otoritas. Power/pengaruh saat menjual. Sekarang mungkin via buzzer atau selebgram ya? Atau apabila kita atau saudara kita punya kedudukan dan popularitas, bisa dimanfaatkan untuk menggaet pembeli. Pembeli akan lebih 'trust' bila membeli dari penjual yang berpengaruh.
7. Tanya balik! Jangan biarkan percakapan berakhir di kita.
8. Machine gun. Tanya sampai calon pembeli siap mendengarkan solusi terbaik dari anda. Penawaran produk pada akhir pertanyaan.
9. Surprise. Berikan kejutan bagi calon pembeli.
10. A B C. Temukan kebutuhan konsumen dan kemas dalam bentuk penawaran
11. Ubah kata. Buat kata-kata yang akan menggerakkan hati calon pembeli untuk membeli produk anda. Misal menggunakan kata 'anda' dibanding kata 'saya', 'harga' menjadi 'investasi'.
12. Perbandingan. Tapi buat pembeli memutuskan sendiri.
13. Cross selling. Tawarkan produk lainnya.
14. Tukar tempat. bersimpati dan mengandaikan diri sebagai calon pembeli agar calon pembeli bersedia mengatakan keberatannya.
15. Cek stok. Pura-pura cek stok, biar terkesan barangnya tinggal sedikit.
16. Pengandaian. Misal pas jual asuransi. Ajak pembeli berandai-andai bila tidak membeli produk kita. Tapi jangan lebay juga buat pengandaiannya ya, hehe.
17. Pura-pura bego. Agar pembeli meyakinkan lagi pilihannya. Misal jual rumah, terus tawarkan tipe yang lebih besar.
18. Gali alasan agar pembeli HARUS membeli produk anda, sekarang!
19. Ikut-ikutan. Manfaatkan sifat ikut-ikutan pembeli. Bujuk leadernya, maka followernya akan mengikuti.
20. Tonjolkan manfaat produk. Yakinkan bahwa pembeli akan mendapatkan manfaat maksimal dari produk.
21. 1 2 3. Berikan 3 keuntungan secara ringkas dalam 1 penawaran.
22. Before after now. Ceritakan yang anda rasakan terhadap produk anda. Testimoni dari penjual hendaknya jujur agar meyakinkan calon pembeli.
23. Mengunci jawaban pembeli. Buat pertanyaan pilihan layaknya machine gun tadi.
24. Visualkan dalam secarik kertas. Keuntungan yang akan didapatkan dari produk.
25. Promo kreatif. Pakai cara gila dan antimainstream!
26. Jokes. Bangun kedekatan dengan candaan.
27. Ajakan untuk membeli produk segera bila calon pembeli menunjukkan keertarikan.
28. Rahasia. Buat pelanggan diistimewakan dengan 'rahasia', seolah-olah hanya dia yang mendapatkan promo tersebut.
29. Selalu follow up. Jangan bosan mem-follow up calon pembeli yang belum closing.
30. Minta testimoni pembeli. Agar calon pembeli selanjutnya yakin dan mau membeli. Lebih baik lagi bila testimoni dari orang terkenal.

Tantangan terakhir:
Penjual hebat suka tantangan. Siap dipaksa.

Sabtu, 22 April 2017

8 Langkah Investasi di Pasar Modal


8 langkah Investasi di Pasar Modal adalah slide materi yang disampaikan oleh Pak Hari Mulyono pada kelas Akademi Berbagi tanggal 1 April lalu. Slide ini sebenarnya tidak terlalu dibahas, akan tetapi, menurut hemat emak, slide inilah yang akan menjadi kunci kita dalam berinvestasi di pasar modal. 8 langkah itu antara lain:

1. Pahami tujuan investasi
Tujuan investasi akan menentukan lamanya waktu kita berinvestasi. Apakah untuk biaya pendidikan, persiapan pensiun, persiapan menikah (mungkin)? Berapa lama dana investasi itu akan direalisasikan? Semakin lama kita berinvestasi, maka hasilnya akan semakin maksimal. Sebaliknya, bila waktu investasinya hanya sebentar, sebaiknya pilihlah produk investasi dengan resiko yang kecil.

2. Kenali profil resiko
Di pasar modal, ada banyak produk investasi, salah satunya yang giat dipromosikan adalah produk investasi saham. Nah, saham yang terdapat pada bursa pun ada banyak, terdapat lebih dari lima ratus emiten yang listing di bursa. Masing-masing punya karakternya sendiri. Kita harus bisa mengenali profil produk pasar modal yang tepat untuk kita. Kalau kita bisa tolerir dengan losses dan menghendaki return tinggi, maka kita bisa dikategorikan sebagai investor risk taker. Tapi kalau losses bikin kita tidur tidak nyenyak, maka bisa dikategorikan bahwa kita risk averter/avoider.

3. Pelajari alternatif investasi
Selain saham, ada banyak produk pasar modal lain seperti reksa dana, ETF, Obligasi, Sukuk. Untuk tipe risk averter, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, atau sukuk adalah pilihan yang bagus untuk memulai investasi. Pilihlah saham blue chip yang fluktuasi harganya tidak membuat 'jantungan'.

4. Pahami tingkat resiko produk investasi
Produk investasi memiliki tingkat resiko yang sebanding dengan returnnya. Jangan keblinger saham gorengan yang kenaikan harganya bisa sangat fantastis, tetapi harganya kemudian jatuh dalam hitungan menit. Kalau kata para trader sih, "sayangi jantung anda."

5. Tentukan batas investasi
Dalam berinvestasi kita tidak boleh serakah. Tetaplah berinvestasi sesuai kemampuan. Istilahnya, money management. Nggak perlu juga sampai berhutang demi berinvestasi. Pakailah uang dingin alias uang yang memang dialokasikan untuk investasi.

6. Tentukan strategi investasi
Investasi itu tak ubahnya sebuah usaha. Perlu sebuah strategi agar dapat memenangkan investasi sesuai dengan target yang ditetapkan. Contohnya adalah strategi dalam membagi porsi dana untuk investasi jangka pendek berupa deposito, investasi jangka menengah berupa sukuk, atau pun investasi jangka panjang berupa saham. 

7. Manfaatkan jasa profesional apabila diperlukan
Kalau kita yang masih awam dengan pasar modal ingin mengalokasikan dana yang cukup besar di pasar modal, maka perlu dipertimbangkan untuk menggunakan jasa profesional sebelum memutuskan memasuki pasar modal. Kenyataannya, seringkali kita gegabah dalam mengambil porsi investi, begitu nyangkut barulah berkonsultasi dengan jassa profesional. Kan kebalik, hehe. Kalau dananya tidak terlalu banyak, bisa dicoba mulai mencicip investasi di pasar modal dengan porsi kecil dahulu. Sembari itu, tetap terus belajar mengenai produk investasi yang tengah dijalani.

8. Pertahankan tujuan investasi
Teguh hati dan jangan tamak. Prinsip ini penting di dunia pasar modal. Ketika sudah memutuskan mengalokasikan dana 5 juta rupiah untuk investasi jangka panjang, jangan kemudian 'menggerogoti' uang itu karena ajakan teman untuk masuk pada satu emiten. Perhatikan money management. Jangan sampai kena losses karena kita tidak sabar untuk exit pada sebuah saham yang masih dalam fase sideways. Investasimu, ya hidupmu, Jadi pertahankan tujuan hidup (investasi) sesuai terget awal, agar hasil investasi juga maksimal.

Demikianlah 8 langkah Investasi di Pasar Modal adalah slide materi yang disampaikan oleh Pak Hari Mulyono pada kelas Akademi Berbagi tanggal 1 April lalu.
IBX5900985BEEAD8

Rabu, 12 April 2017

Mau Wirausaha? Langsung Action Kayak Orang Goblok Aja!


Sudah lama banget aku baca dan bikin ringkasan buku yang berjudul "Belajar Goblok dari bob Sadino"
Tapi nyatanya, baru kali ini aku benar-benar paham esensinya. Mungkin saat ini belum sepenuhnya paham juga, karena pasca membaca buku itu kemudian resign dari perusahaan, aku merasa menjadi 'goblok' sehingga perlu banyak belajar di kehidupan. Oh ya, aku resign bukan gara-gara baca buku ini ya, emang nasibnya aja kudu resign dan kuliah lagi, hehe...

Semenjak resign dan kehidupanku menjadi 'dinamis'. Aku justru jadi makin percaya bahwa rezeki Allah itu maha luas. Gagal di bisnis online shop, ternyata aku ada hoki di dunia blogging. Gagal menjadi dosen UGM, tapi sempat bantuin beberapa dosen UGM dengan latar belakang proyek yang bermacam-macam.

Saat memutuskan kembali ke Sumatera, aku nggak banyak ekspektasi. Aku cuma berharap bisa sesekali ikut acara blogger Palembang. Alhamdulillah ada tawaran pekerjaan yang sekaligus memungkinkanku membawa Ais ke tempat kerja. Kebetulan beberapa kali ada acara blogger juga memungkinkanku membawa anak. Ternyata kembali ke Palembang membawa berkah buatku dan anakku. Aku jadi semakin dekat dengan anak semata wayangku, dan anakku sendiri bisa banyak belajar hal baru bersama ibunya.

Esensi 'goblok' dari suami

Suami saat ini sedang berjuang membangun bisnisnya. Menurutku dia lebih menerapkan prinsip goblok daripada aku. Di saat aku ragu memulai suatu bisnis, suami sudah nggak berpikir apa pun selain action untuk bisnis itu. Ada satu bisnis yang kekeuh dijalani suami, yaitu online shop benih tanaman. Awalnya aku malas membantu karena kupikir sia-sia saja nantinya. Emang kita bisa apa kok buka online shop pertanian? Ntar pembelinya dari mana, wong tempo hari aku coba bisnis online shop baju aja sepi pembeli. Aku masih dengan egoku bertahan bahwa mengembangkan blog atau sosmed itu jauh lebih worthed dibanding memulai bisnis online yang tempo hari gagal kujalani itu. Tetapi, egoku itu mulai luntur manakala aku mendapati DA blogku turun, kunjungan ke blog maupun youtube minim, kegiatan buzzer juga sudah jarang. Daripada frustasi mikirin ini, aku mulai bantu suami input produk ke ecommerce. Ternyata pesanan datang dari produk yang baru kuupload sejam yang lalu! Weh, menarik juga ternyata jualan online begini. Ketakutanku kalau nanti costumer complain ini dan itu ternyata nggak kejadian. Kekhawatiranku kalau barangnya nggak laku karena harga yang kami patok nggak bisa semurah pedagang besar juga tidak terbukti. Walaupun pesanan belum banyak, tapi aku yakin ibaratnya bayi yang baru belajar berjalan, suatu saat, bayi ini bisa berlari juga.

Banyak mimpi dan target yang ingin kucapai, tapi aku yakin rencana Allah yang paling indah. Yang penting keep trying n believing. Tetaplah merasa goblok, seperti kata Bob Sadino. Karena kita merasa goblok, kita bagaikan gelas kosong yang siap diisi air lebih banyak. Langsung action saja, masalah dipikir kalau sudah kejadian beneran. Bismillah.

Kamis, 06 April 2017

Kelas Akber Palembang "Why Should Invest in Capital Market?"


Sebelum mulai bahas materi tentang kelas Akademi Berbagi (Akber) Palembang kali ini, udah pada tahu belum sama program "Yuk Nabung Saham" yang diprakarsai IDX Indonesia? Jadi, untuk memasyarakatkan budaya investasi di Indonesia, IDX (Indonesian Stock Exchange) mensosialisasikan program "Yuk Nabung Saham". Nah, supaya orang tertarik buat "nabung" saham, orang harus tahu dulu dong, manfaat dari nabung saham itu apa?

Baca: edukasi saham sejak dini

Tema Akber kali ini sejalan dengan sosialisasi Yuk Nabung Saham ini. Why should invest in capital market? Emang untungnya apa sih? Untungnya jelas banyak cyyn. Tahu nggak kenapa? Soalnya pasar modal di Indonesia itu sedang bertumbuh pesat. Lihat data ini kalau nggak percaya. Dibanding bursa di seluruh dunia, kita paling kece bro!

Kelas Akber tentang pasar modal kali ini dibawakan oleh Bapak Hari Mulyono, Head of Representatif IDX Palembang. Acara berlangsung santai dan menyenangkan. Soalnya, ngomongin duit kan memang menyenangkan, ya kan ya sih? Selain itu, Pak Hari juga menyampaikan materi yang gampang dimengerti orang awam. Kayaknya sih, habis ikutan kelas ini, banyak yang terus buka rekening efek deh. Soalnya selesai acara banyak yang tanya-tanya cara buka rekening efek. Asyiknya di kantor IDX Palembang ini, di lantai bawah sudah ada beberapa sekuritas yang stand by, jadi harusnya para dedek emesh yang mau nabung saham nggak perlu bingung gimana mau memulai nabung saham. Atau baca postingan kakak tentang bagaimana membeli saham. Langkah awal yaitu, Memilih Sekuritas yang Tepat untuk Membuka Rekening Efek.
Bapak Hari Mulyono

Pada kelas kali ini, Pak Hari melakukan studi kasus tentang emiten SMBR alias Semen Baturaja. Dikatakan Pak Hari, pada tahun 2013 SMBR baru saja listing di bursa. Saat itu bisnisnya belum cakep seperti sekarang. Setelah listing di bursa dan meraup banyak modal dari investor, mulailah SMBR melakukan ekspansi usaha dan akhirnya berdampak pada harga lembaran saham SMBR. Menurut data yang kuunduh di RTI, harga saham SMBR di pertengahan 2015 sempat menembus sekitar 250, eh nggak sampai dua tahun sahamnya bisa melejit di 3500. Amazing kan? Nggak semua saham bisa begini sih, tapi kalau kita jeli, bisa juga kok nemu yang model begini. Keep learning and investing aja deh.*sambil afirmasi diri sendiri.

Sayangnya, pasar modal Indonesia yang kece begitu banyak dinikmati asing saja. Soalnya banyak masyarakat Indonesia yang beranggapan kalau pasar modal itu judi. Padahal logikanya ya, kita memberi modal kepada perusahaan berupa pembelian lembaran saham. Dana tersebut diputar perusahaan untuk kegiatan bisnisnya. Bisnisnya bertumbuh, kemudian ada pembagian deviden. Fair kan? Sangat sesuai dengan prinsip Syariah pula. Nggak ada gamblingnya, karena yang bikin gambling itu pelaku pasarnya sendiri. Pelaku pasar yang malas mencari tahu emiten yang akan dibelinya. Yang cuma ikutan arus dalam membeli saham. Yang model begini yang bikin orang takut nyemplung di pasar modal. Padahal saat ini akses informasi mengenai semua emiten di bursa Indonesia, lengkap tersaji di website idx.co.id, tinggal kita mau aktif cari tahu atau tidak?
Suasana kelas. Nyaman.

Idealnya, pasar modal Indonesia seharusnya apple to apple dengan GDPnya. Dengan demikian negara Indonesia bisa maju dan minim korup. Soalnya yang bikin orang korup itu karena kurangnya penghasilan, ya kan?(normalnya sih begitu, kalau memang udah tuman sih beda cerita), nah pasar modal sebenarnya menjanjikan penghasilan tambahan loh. Halal pula. Di Singapura kenapa negaranya maju, ya karena GDP sama pasar modalnya sebanding, apple to apple.

Di Indonesia sendiri, masalah inflasi bukan karena nilai tukar rupiah atau perekonomian dunia. Indonesia tidak terlalu terpengaruh itu. Inflasi di Indonesia, menurut Budiono, terjadi karena masalah distribusi. Biaya distribusi masih membengkak, akibat infrastruktur yang kurang memadai. Jadi, solusi Jokowi saat ini untuk perbaikan infrastruktur di seluruh Indonesia sangatlah tepat ya. Moga-moga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untu memaslahatan umat ya..

Di sesi tanya jawab, aku melemparkan pertanyaan mengenai cut loss untuk seorang investor. Begini jawaban dari Pak Hari.

Ada beda prinsip trader dan investor. Trader menganggap saham tak lebih dr selembar kertas. Sedangkan investor fokus dengan value saham tersebut. Jadi,selama value perusahaan tidak berubah, buat apa cut loss?

Sebagai investor, ada tips memilih saham dari Pak Hari:

1. Pilihlah saham yang undervalued. Yaitu saham dengan nilai saham lebih rendah dari nilai asset.

2. Pilih saham dengan core bisnis consumer. Bisnis seperti ini cenderung tahan banting pada suasana ekonomi apapun. Soalnya kebutuhan pokok manusia kan.

3. Perhatikan laporan keuangan perusahan.

4. Fokus pada max 4 saham. Ini prinsip dari costumer Pak Hari, yang konsisten profit karena setia pada 4 emiten saja.

Oh ya, sebenarnya pasar modal nggak cuma saham saja. Masih ada produk pasar modal lain seperti obligasi, sukuk, ETF, pasar uang, dll. Tapi buat anak muda yang dinamis seperti kita-kita ini (sok-sokan seumur sama dedek emesh di belakang), lebih worthed untuk investasi saham. Soalnya timeframenya kan untuk jangka panjang.

Sekali lagi, keep learning and investing. Yeay!

Rabu, 05 April 2017

Edukasi Pasar Modal Sejak Dini

Sampai di kantor IDX Palembang, yeay!
Melanjutkan Saturdate siang ini sama anak lanang. Kalau tadi temanya senang-senang dan liburan, kalau yang ini temanya agak mikir, tapi asyik buat dipikir. Soalnya mikir duit, siapa sih yang nggak suka mikir (punya) duit?

Sebagai emak yang concern sama investasi, aku nggak bakalan mau ketinggalan sama event Akademi Berbagi kali ini yang mengangkat tema "Why Should Invest in Capital Market?". Sebagai investor (wanna be) sejak Mei 2016, alias seumur dengan blog ini, wakakakakak, aku menyadari pentingnya berinvestasi sedini mungkin di pasar modal. Ternyata, gemar menabung saja tidak cukup, karena menabung saja akan membuat uang kita tergerus inflasi. Dengan berinvestasi di pasar modal, maka uang yang kita miliki bisa menjadi produktif, tanpa kita harus mumet membuka usaha. Walaupun sebenarnya, keinginan terbesarku ikutan kelas akademi berbagi kali ini adalah karena penasaran pengen lihat kantor IDX Palembang *dasarnorak. Habis kalau lewat di depan kantornya IDX Palembang ini aku selalu membatin, "kapan ya diundang acara disana, pengen deh punya jaringan investor di Palembang." JEBRET. Allah kabulkan doa itu. Dan bertemulah aku dengan para investor dan calon investor muda di acara ini.

Investor muda di kelas Akber

Aku datang terlambat tapi untungnya Pak Hari Mulyono baru saja memulai slide pembukanya. Aku langsung memilih kursi paling depan, supaya nanti enak foto materinya. Wkwkwk. Sampai lupa kalau aku bawa anak kecil. Kalau doi ribut pegimane yak? Alhamdulillah Ais anteng dengan tabletnya.

Investor termuda lagi merancang 'bisnis properti lego'

Tapi sempat beberapa kali minta keluar buat ke kamar kecil. Terus sekalian tak ajak sholat ashar sekalian saja. Pas sholat doi malah kerasin bacaan sholatnya. Mau nggak mau si emak ikutan kerasin bacaannya, buat benerin beberapa bacaan sholat yang masih salah.

Habis sholat kami lalu mengeksplor kantor IDX. Pada layar TV disiarkan acara di saluran TV IDX, pelan-pelan aku kasih tau Ais, "Besok tempat Uti  nontonnya acara ini aja ya?" *emak cari bolo *Ais cuma jawab dengan ekspresi begini...


Di lantai 2, terdapat banner besar dengan tulisan "Yuk Nabung Saham", langsung aku minta Ais buat foto disana. Biar nanti kalau sudah besar Ais bisa lihat, ini lo emakmu udah ngenalin saham dari kamu piyik, wkwkwk.


Jadi, kalau orang tua dulu mengajarkan kita untuk menabung, saat ini, prinsip hidup hidup hemat dan menyisihkan pendapatan tetap menjadi budaya yang harus dipertahankan, tapi, menyisihkan pendapatan tak cukup hanya ditabung, akan lebih bijak jika diinvestasikan. Sambil tak lupa investasi kepada Allah SWT alias sedekah ya. Kedepannya, bila ada kesempatan acara tentang investasi seperti ini, aku pengen bisa ajak Ais lagi. Aku pengen Ais "melek duit" dengan benar. Jadi bukan melek duit buat jajan, tapi melek duit buat usaha dan investasi.

Ngomong-ngomong jajan, sebenarnya investasi di pasar modal itu seperti belanja di marketplace loh. Kita bisa memilih berbagai produk investasi sesuai profil resiko kita. Atau kalau mau investasi saham, kita bisa pilih sekitar lebih dari lima ratus emiten. Hanya saja "katalog"nya perlu diperhatikan benar. Baca prospektus keuangan masing-masing produk investasi dengan seksama agar kita tidak merasa dirugikan di kemudian hari.

Oh ya, khusus untuk saham, pergerakannya itu sangat dinamis. Jadi, sebaiknya targetkan saham untuk investasi jangka panjang, karena kalau untuk jangka pendek, fluktuasinya cukup tinggi. Tips untuk investasi saham, jangan panikan. Kalau harga saham kita turun, itu berarti kesempatan membeli kembali dengan harga diskon. Makanya, sebelum memutuskan membeli satu emiten saham, teliti dengan pasti perusahaannya, bagaimana laporan keuangan dan prospek bisnisnya. Pilih maksimal 4 saham saja, nggak usah terpengaruh dengan bisikan-bisikan di luar. Pak  Hari mencontohkan salah satu kliennya yang sukses berinvestasi saham karena fokus pada 4 emiten saja. Kalau 4 saja cukup, ngapain "piknik" cari saham lain?

Pilih saham yang mana?

Jadi, pilih saham apa hari ini? Keep learning and investing ^_^

Materi kelas akademi berbagi kali ini di postingan terpisah ya. Biar fokus ke materi presentasi.

"Why Should Invest in Capital Market?"




Senin, 27 Maret 2017

Dilema Rumah Baru vs Rumah Bekas



Ini bukan artikel placement ya, ini murni pengalamanku dan suami memilih rumah untuk tempat tinggal kami di Palembang sekaligus untuk investasi di hari tua nanti.

Lokasi

Prinsip utama suami dalam memilih rumah adalah lokasi. Keadaan bangunan nomor dua, karena yang penting dalam investasi properti adalah pada lokasi. Semakin bagus lokasinya, maka semakin cepat harga tanahnya meningkat. Itu yang diharapkan dalam sebuah investasi, ya kan?

Dalam memilih lokasi, yang penting untuk diperhatikan adalah kondisi lingkungannya. Aman nggak lingkungannya? Jangan sampai salah pilih lokasi yang rawan pencurian dan kejahatan. Mau semurah apa pun harga yang ditawarkan, nggak usah deh. Lokasi yang kayak begini bakalan susah naik harganya. Boro-boro naik, jangan-jangan dijual pun nggak ada yang mau beli. Rugi kan?

Pertimbangan selanjutnya adalah bagaimana keadaan anak-anak disana? Soalnya anak-anak ini yang akan jadi teman main anak kita. Sebisa mungkin cari lokasi yang lingkungannya 'sekufu' dengan kita. Jadi bisa klop dengan tetangga. Stres juga lo kalau nggak bisa kompak dengan tetangga. Secara tetangga bakal jadi orang terdekat kita.

Setelah masalah keamanan dan keharmonisan dengan tetangga, kemudahan mobilisasi ke tempat kerja juga harus diperhatikan. Okelah, tempat kerja terlalu mainstream, ke tempat usaha deh (eeaa). Makin dekat lokasi tinggal dengan tempat usaha, berarti makin efisien biaya operasional. Lebih mudah memantaunya juga pastinya.

Dari beberapa pertimbangan itu, pilihan kami mengerucut pada lokasi rumah di sekitar Talang Kelapa. Beberapa pertimbangan memilih lokasi disana, antara lain:

1. Lokasinya dekat dengan tempat kerja. Jadi efisien di ongkos nantinya.

2. Talang Kelapa adalah daerah yang sedang berkembang. Secara harga sudah agak mahal, tetapi masih worthed untuk investasi.

3. Banyak pilihan perumahan, dari yang elit, biasa, sampai yang masih perkampungan. Dari yang masih tahap pembangunan, sudah siap huni, rumah bekas yang masih harus direnov, sampai rumah bekas yang sudah siap ditempati.

4. Mulai banyak pilihan seolah yang bagus untuk anak di daerah Talang Kelapa.

5. Dekat dengan jalur busway. Jadi kalau mau ke kota gampang aksesnya. (Ini sih hobiku sama Ais, ngebolang murah, haha)

Nah, poin ketiga ini ternyata sempat membuat kami berselisih paham. Di satu sisi aku pengennya cari rumah bekas yang siap ditinggali saja, sedangkan suami pengennya cari rumah baru yang pasti kualitas materialnya dan memungkinkan dimodif. Kebetulan rumah incaranku bangunannya sudah dari 2004 dan kualitas materialnya masih standar. Terus dari perselisihan kami, keluarlah plus minus rumah bekas vs rumah baru.

Rumah bekas

Plus:
1. Biasanya rumah sudah siap huni, dan kalau pun harus renov, pastikan tidak terlalu banyak renovnya.

2. Kalau ada apa-apa, kita bisa curhat sama pemilik rumah lama. Tipsnya sih, cari penjual rumah yang asyik, pastinya doi jual rumahnya sendiri, bukan perantara apalagi agen lelang rumah. Xixixi

3. Harganya lebih miring dan kalau beruntung dapat penjual yang butuh duit, bisa tuh dapat rumah bekas yang bagus dengan harga murah.

Minus:
1. Namanya bekas, kondisi rumah pastinya nggak sekece rumah baru. Perlu persiapan dana darurat untuk perbaikan rumah. Nah, pinter-pinter milih rumah bekas yang bagus deh kalo ini.

2. Siapkan biaya PPh 5%, BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) 5% setelah dikurangi NPTKP ( Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak), PPN, Biaya Balik Nama, dan biaya notaris. Biaya ini sih kesepakatan dengan penjual, tapi ada baiknya untuk dipersiapkan semua.

3. Tidak leluasa lagi untuk modifikasi.
Untuk kasus rumah bekas idamanku, bentuk bangunan sudah susah untuk direkayasa. Kalau buatku yang malesan ini sih nggak masalah. Tapi buat suami yang pengen modif-modif rumah, hal ini jadi bermasalah.


Rumah baru

Plus:
1. Bangunan baru, jadi dijamin masih prima kondisi rumah saat ditinggali nanti.

2. Lebih leluasa memilih lokasi karena biasanya developer memiliki banyak pilihan lokasi.

3. Masih memungkinkan untuk modifikasi bangunan. Tapi nggak bisa leluasa juga, soalnya rata-rata sedia tanahnya mepet.

Minus:
1. Harga pasti lebih mahal. Soalnya kita bayar developer juga kan.

2. Belum tentu langsung punya tetangga. Namanya perumahan baru biasanya masih sepi. Jadi agak krik2 juga kalau kanan kiri masih kosong. Enaknya sih mungkin syukurannya nanti bisa hemat, la tetangganya dikit. Hahaha.

3. Kalau ada apa-apa, bisanya curhat sama developer doang. Ya iya kalo developernya sibuk, nggak bakal ditanggepi deh. Apalagi kalau masalahnya soal kondisi rumah, term conditionnya biasanya tidak memungkinkan kita bisa banyak komplain.

Endingnya, kita harus pilih rumah yang mana nih ya?