Jumat, 30 September 2016

Liburan dengan perencanaan untuk kesehatan finansial

Sering yah kita mengomentari teman yang kerjanya ngambek, marah-marah, atau pun cemberut dengan sindiran, "Kayaknya kamu butuh piknik." Nah, masalahnya piknik itu nggak semudah diomongin. Butuh persiapan. Soalnya, piknik tanpa persiapan itu bisa buat masalah baru.

Nggak percaya? Coba kalau kita tiba-tiba menghilang untuk piknik padahal pekerjaan di kantor menumpuk? Apa nggak bikin masalah tuh? Coba kalau duit tongpes terus maksain piknik. Duit dari mana coba? Berhutang? Ya itu namanya buat masalah baru ya kan?

Jadi, walau 'cuma' piknik di tempat dekat dan sebentar saja, tetap saja butuh persiapan. Apa saja yang dipersiapkan? Mbak Donna Imelda, seorang travel blogger kondang di acara Seminar #SunLifeFuturePlan bertajuk "Rencanakan Liburan Terbaikmu" membeberkan persiapan berdasarakan pengalamannya.

Mupeng sama sunset di slide Mbak Donna. How beautiful! (Foto: @sitihairul)

Jadi persiapan itu antara lain:

1. Tujuan piknik/tempat liburan

Ibaratnya ke travel agent terus mau pesan tiket pesawat, pasti kita harus punya tujuan penerbangan sebelum pesan tiket pesawat, ya kan? Dengan punya tujuan nantinya akan memudahkan untuk menetapkan biaya dan lama liburannya juga kan?

2. Tentukan bersama siapa pikniknya

Bersama siapa pikniknya? Sendiri? Bersama teman? Atau bersama Keluarga? Pastinya beda persiapannya dong. Kalau sendiri mungkin ngemper di jalan nggak masalah, tapi kalau sama keluarga, masak iya tega ngajak anak ngemper? Biaya piknik sendiri, bersama teman, atau pun keluarga akan berbeda. Kalau bersama teman mungkin akan lebih murah karena akan patungan, tetapi kalau sama keluarga, tentu budgetnya lebih besar. Nggak mau kan kalau anak minta beliin sesuatu terus bilang,"Ibu nggak punya duit." Pait. Pait.

Catatan, kalau pergi sama teman, pastikan tempat piknik dan gaya liburannya sepakat. Jangan sampai ternyata beda selera dan nggak ada yang mau mengalah. Maksudnya piknik biar menghilangkan stres malah bisa jadi stres punya musuh baru. Ya kan?

3. Tentukan gaya liburan 

Gaya liburan pasti akan mempengaruhi budget. Mau ala koper atau ransel (kok jadi kayak judul acara reality show), pastinya akan mempengaruhi budget. Mau cari seseruan atau kenyamanan?

4. Menentukan jadwal liburan

Nah, pastinya jadwal liburan dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Selain untuk memastikan pekerjaan terkendali selama kita cuti, menentukan jadwal liburan dari jauh hari akan memungkinkan kita untuk mendapatkan tiket perjalanan dan penginapan yang lebih murah.

5. Menentukan budget

Ini nih yang paling penting. Ngapain nyiapin keempat hal di atas kalau dananya nggak ada?#gubrak. Pesan Mbak Donna nih, jangan pernah berhutang untuk dana liburan. Soalnya itu sama saja membuat masalah baru. Lebih baik rutin menabung buat persiapan dana liburan. Didisiplinkan saja menabung berapa persen penghasilan buat dana liburan.
Sesi 2. Rian membeberkan tips budgeting
Nah, biar budget nggak membengkak, Atanasia Rian, travel blogger Jogja dan juga induk semang (koordinator maksudnya) dari Komunitas Blogger Jogja memberi tips menghemat biaya liburan:

1. Pesan tiket pesawat jauh-jauh hari

Membeli tiket jauh hari selain membuat tenang karena sudah beres satu perintilan persiapan liburan, juga berpeluang mendapatkan tiket promo lebih cepat. Rian bahkan langsung melakukan pemesanan tiket pesawat ketika jadwal cuti bersama keluar di awal tahun. Selain ini, sepertinya ada satu tips penting lagi, yaitu:

2. Survey lokasi dan tempat yang akan dikunjungi

Sekarang kan survey gampang tinggal cari informasinya di google. Dengan begitu kita akan tahu dengan jelas biaya yang dikeluarkan. Terus juga mencegah kalau dimahalin sama pemandu wisata setempat.

Seluruh pembicara saat sesi tanya jawab

Nah, untuk memantapkan mempersiapkan dana liburan, pastikan menghitung inflasi dan menyimpan dana di produk keuangan yang tepat. Jangan lupa untuk menyiapkan asuransi sebagai proteksi selama liburan.

Sunlife mempersembahkan website brightadvisor.co.id, dimana kita bisa mempersiapkan finansial kita, dan bertanya seputar finansial gratis, tanpa harus membeli polis asuransi di sunlife. Bisa manfaatkan bright calculator di pojok bawah website untuk merencanakan investasi masa depan, termasuk untuk persispan dana liburan.

Dengan perencanaan yang matang, liburan impian tidak akan mengganggu finansial kita. Cheers!
Yuk piknik! (Foto @sunlife_ID)

Sabtu, 24 September 2016

Arisan Ilmu September: #internetBAIK


Sesuai judul blog ini, awal pembuatan blog ini bertujuan untuk menceritakan macam-macam investasi yang cocok untuk emak-emak. Investasi nggak cuma materi kan ya, ilmu juga merupakan investasi. Beruntung deh tergabung di komunitas positif yang minim menye-menye apalagi sampai baper. Komunitas emak blogger, sebuah komunitas para emak yang memiliki passion nge-blog. Blognya bertema apa terserah, tapi rata-rata blognya seputar keseharian. Lifestyle blog lah istilahnya. Itu tema blog paling aman buat emak-emak. Maklumlah, emak-emak kadang suka moody, hihi.
Nah, Kumpulan Emak Blogger punya program arisan yang lain daripada yang lain, yaitu arisan ilmu. Keren ya? Kalau di tempat lain arisan duit, KEB antimainstrem, yang diarisankan ilmu. Kebayang kan amal jariyah yang jadi pemateri di arisan ini? Hehe..

Nah, arisan ilmu September ini bertemakan #internetBAIK. Yang menjadi pematerinya adalah duo maut Manda Primastuti Satrianto dan Mak Irul-Siti Hairul Dayah. Mereka berdua memang sudah mendapat sertifikat trainer untuk program #internetBAIK ini loh. Manda mengawali penjelasan mengenai etika berinternet yaitu Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan kreatif. Internet itu ibarat sebilah pisau, harus tahu caranya menggunakan agar tidak terluka.

Bertanggung jawab
Setiap individu yang berinternet baik itu sosial media, games, atau mungkin blogging, harus bertanggung jawab dengan apa yang akan diakibatkan dari kegiatannya berinternet itu. Yang bersosial media, sebaiknya memperhatikan etika bersosial pada umumnya, perhatikan bahasa tulisan, karena tulisan lebih rentan kesalah pahaman. Yang bermain game jangan sampai lupa waktu, dan yang ngeblog, selalu pastikan bahwa informasi yang ditulis haruslah bisa fipertanggungjawabkan.

Aman
Pastikan keamanan kegiatan kita di dunia maya. Contohnya adalah dalam hal mengupload foto anak. Hindari mengupload foto anak menggunakan baju sekolah yang lengkap atributnya, sehingga memancing penculikan anak. Eksis sih boleh, tapi jangan lupa untuk memperhatikan batasan-batasannya.

Inspiratif
Tengoklah kemajuan sosial media saat ini. Rasanya inspirasi apa saja bisa diperoleh dari sosial media. Mau tutorial apa saja tersedia di youtube. Mau cari inspirasi foto bisa tengok intstagram dan pinterest. Makanya kayaknya rugi banget kalau sampai tidak memanfaatkan internet untuk mencari dan berbagi inspirasi. Banyak peluang bisnis yang berkembang karena kemajuan internet. Semua karena manfaat internet sebagai media berbagi inspirasi.

Kreatif
Setelah mendapatkan inspirasi, so pasti kita akan terpacu untuk berkreasi kan? Sebagai orang tua aku sendiri merasa menjadi lebih kreatif setelah melihat banyaknya DIY permainan anak yang dibuat teman-teman. Kadang sesuatu yang tidak terpikirkan menjadi bisa terealisasikan. Seperti ketika aku melihat banyak pewarna makanan yang menganggur. Gara-gara postingan teman aku jadi mencoba permainan ini sama anak. Ternyata walaupun sederhana ini bisa menjadi sangat fun!

Akhirnya, berikut 5 tips berinternet baik:
1. Keep playing or stop
2. Click or close
3. Think before posting
4. Saring before sharing
5. Wise while online

Bagaimana memfilter bahaya internet?
Di sesi kedua Mak Irul memberi tutorial bagaimana memasang filter pencarian pada google, youtube, dan playstore. Pesan Mak Irul kepada emak-emak, internet itu ibaratnya sungai di depan rumah, nggak selamanya anak bisa dilarang untuk tidak ke sungai, akan tetapi lebih bijak untuk mengajari anak berenang.

Filter pencarian pada Google:
Pada browser, ketik google.com, kemudian pada bagian bawa pilih "setting"-"setelan penelusuran"- kemudian centang "aktifkan telusur aman". Save preferensi pencarian kita.


Filter pencarian Youtube:
Mirip dengan filter pencarian google (karena memang masih produk google), pada bagian bawah youtube pilih "aktif"  pada bagian mode terbatas


Filter pencarian playstore:

Pilih menu setting-User Controls-Parental Controls-Pilih ON-atur rating maksimal aplikasi yang bisa diunduh anak.

Senang sekali bisa ikut menyimak materi tentang bijak berinternet. Semoga bisa tetap bertanggung jawab, aman, inspiratif, dan kreatif dalam berinternet. Aamiin.

Senin, 29 Agustus 2016

Sukuk Tabungan ST-001


Pertama kali penasaran dengan produk Sukuk karena pada saat itu mas ipar berencana ikut penawaran Sukuk (saat itu Sukuk Ritel, entah seri SR yang keberapa). Waktu itu suami berencana 'nebeng' 5 juta sama mas ipar. Tapi sayangnya, Sukuknya nggak jadi terbeli karena masalah penjatahan dan lain-lain. Dari situ aku penasaran. Menarik banget apa ya sukuk itu?

Ternyata benar, sukuk itu ternyata sangat menarik karena beberapa hal berikut:
1. Sukuk didasarkan pada syariah Islam. Sehingga tenang berinvestasi di sukuk
2. Sukuk menawarkan bagi hasil yang lebih kompetitif dibandingkan deposito
3. Sukuk yang diterbitkan pemerintah dijamin 100%, sehingga terhindar dari resiko gagal bayar

Nah, sudah sesuai syariah, bagi hasil kompetitif, dan masih dijamin negara pula. Ya jelas saja, siapa yang tidak tertarik menginvestasikan dananya ke sukuk. Nah, mulai 22 Agustus sampai 2 September nanti, kebetulan pemerintah lagi menawarkan Sukuk Tabungan seri ST-001, artinya sukuk jenis ini perdana dilemparkan ke masyarakat. Pemanfaatan dana dari sukuk ini akan digunakan untuk pembiayaan belanja negara. Jadi, sudah dapat tiga poin keuntungan berinvestasi sukuk, masih ada satu keuntungannya lagi, yaitu berpartisipasi dalam pembangunan nasional lewat sukuk yang kita beli.


Kalau dulu aku suka bingung, mau beli sukuk gimana caranya? Ternyata penjualan sukuk itu di bank-bank syariah dan beberapa sekuritas. Jadi syaratnya paling tidak harus punya rekening di salah satu agen penjual tersebut. Nah, yang bikin kemarin mas ipar gagal membeli sukuk, soalnya beliau nggak punya rekening di agen penjual yang dia tuju (saat itu nembusi ke Syariah Mandiri kalau tidak salah). Sekarang daku sudah melek untuk membuka rekening sekuritas (yang biayanya jauh lebih ekonomis dibanding membuka rekening bank). Ternyata dengan membuka rekening sekuritas, akses informasi mengenai produk-produk investasi menjadi lebih mudah. Termasuk akses informasi mengenai Sukuk Tabungan seri pertama ini.

Bertempat di Plaza Hotel Yogyakarta pada hari Rabu, 24 Agustus 2016, Danareksa Sekuritas bekerja sama dengan Direktorat Pembiayaan Syariah, Direktorat Jendral Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko, Kementrian Keuangan, menyelenggarakan talkshow bertajuk "Sosialisasi Sukuk Tabungan Negara ST-001 Tahun 2016, Investasi Membangun Negeri". Di acara talkshow ini, Ibu Erna selaku wakil dari Kementrian Keuangan menjelaskan mengenai Sukuk Tabungan sebagai pembiayaan APBN, fitur yang terdapat pada Sukuk Tabungan ST-001 Tahun 2016, serta alasan kenapa harus membeli Sukuk Tabungan ST-001.

Sukuk Tabungan sebagai pembiayaan APBN
Menurut data, dari 1.786,2 triliun pendapatan negara dari pajak, bukan pajak dan hibah, ternyata masih ada defisit sebesar 296,7 triliun, karena total belanja negara sebesar 2.082,9 triliun. Oleh karena itu, negara perlu pembiayaan dari utang dan non utang. Nah, sukuk adalah salah satu pembiayaan utang dalam bentuk surat berharga negara. Kalau sebagai warganegara kita bisa memberi 'utang' kepada negara, maka negara tidak perlu mengajukan pinjaman luar negeri yang hanya akan memperberat APBN negara. Ya kan? Tunjukkan nasionalisme dengan hal-hal sederhana seperti ini. Hehe.
Komponen utang negara. Sukuk salah satunya.
Fitur yang terdapat dalam Sukuk Tabungan ST-001

Fitur yang dimaksud disini adalah syarat dan ketentuan Sukuk Tabungan ST-001.
Terms & condition Sukuk Tabungan Seri ST-001
Jadi, yang perlu digarisbawahi adalah, tingkat imbalannya adalah 6,9% per tahun, dibayarkan setiap bulan, dengan nominal pembelian minimal 2 juta dan maksimal 5 miliyar. Oh ya, ST-001 tidak bisa diperdagangkan, tetapi bisa early redemption pada saat pembayaran imbalan ke-12 (setahun) dengan kepemilikan minimal 4 juta. Early redemption nanti bisa diajukan tanggal 18 hingga 28 Agustus 2017 sampai pukul 10.00 WIB.

Mengapa membeli Sukuk Tabungan ST-001?

Ada 7 keuntungan berinvestasi di Sukuk Tabungan
1. Terjangkau. Karena satuan pembelian per 2 juta rupiah (kalau yang lain biasanya per 5 juta).
2. Aman. Pembayaran imbalan dan nilai nominal dijamin penuh oleh negara.
3. Sesuai prinsip syariah. Sudah mendapat fatwa syariah dari MUI. Selain itu, berinvestasi di Sukuk Tabungan berarti mendukung perkembangan pasar keuangan syariah dalam negeri.
4. Tingkat imbalan kompetitif (6,9% per tahun) dengan pajak relatif rendah (15%).
5. Imbalan bersifat tetap dan dibauarkan per bulan.
6. Ada fasilitas pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption).
7. Hanya dengan dua juta rupiah, kita turut berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan nasional.

Masih empat hari lagi kalau mau pesan Sukuk Tabungan ST-001. Berikut bank dan sekuritas yang menjadi agen penjualnya:

Bank Mandiri
Bank BCA
Bank BRI
Bank Permata
Bank BTN
Bank Panin
Bank BNI
Bank Maybank Indonesia
Bank Syariah Mandiri
Bank ANZ Indonesia
Bank Muamalat Indonesia
Bank DBS Indonesia
Bank BRI Syariah
Standard Chartered Bank
Bank OCBC NISP
Citibank N.A.
HSBC
Bank Danamon Indonesia
Bank CIMB Niaga
Bank Mega
Danareksa Sekuritas
Trimegah Securities
Bahana Securities
MNC Securities
Sucorinvest Central Gani
Mega Capital Indonesia

Selamat berinvestasi! ^_^

Kamis, 18 Agustus 2016

Pengalaman Pertama Trading di Pasar Saham

Awalnya kan aku berkutat di dunia pasar modal, adalah untuk investasi. Awalnya kan memang fokus menabung emas, tetapi sesuai prinsip klasik berinvestasi (entah siapa ya yang pertama mempopulerkan), "Don't put your eggs in on basket", jadinya aku mulai melirik intrumen investasi di pasar modal. Instrumen investasi di pasar modal sendiri bermacam-macam.

Baca selengkapnya: Jenis-jenis Investasi di Pasar Modal

Akhirnya mulai deh investasi di reksadana dan sedikit-sedikit mencicil membeli saham. Aku yang sebelumnya memang suka kurang kerjaan memperhatikan grafik-grafik harga emas atau fact sheet dari suatu produk reksadana, sekarang menjadi getol memantau harga saham. Menurutku, ini lebih menyenangkan daripada belanja online. Bikin adrenaline terpacu sambil harus ada pengendalian diri biar nggak 'kalap' belanja saham rekomendasi analis, hihi. Akhirnya setelah aku pertimbangkan lagi, kayaknya daripada sekedar menjadi investor, akan lebih baik bila aku fokus belajar menjadi trader saham. Kepalang tanggung loh, sudah belajar analisa fundamental, analisa tehnikal, gabung forum saham, dan banyak ngerecokin teman yang sudah lebih dahulu menjadi trader, rasanya kalau cuma berhenti sebagai investor, sayang banget. Walau antara hasil dan usaha nggak sebanding, soalnya aku masih main 1 lot-1 lot saham dulu. Tetapi menurutku nggak apa-apa lah, daripada tidak sama sekali.

Pengalaman pertama membeli saham

Kayaknya nggak penting banget ya cerita pengalaman pertama membeli saham? Tetapi, buat yang masih ragu bermain saham dan menganggap bermain saham itu sama dengan berjudi, nih aku kasih tahu ya, sebelum bermain saham itu, kita harus membekali diri dulu dengan ilmunya. Kalau sudah tahu ilmunya, masak iya masih sama kayak judi?

Kok bisa sih dapet untung dari saham? Kan menzolimi yang saat itu rugi kerena menjual saham lebih murah daripada harga beli?

Eh, kata siapa kayak begitu? Sebagai trader memang kita nggak selalu untung. Ada kalanya kita harus cutloss alias jual rugi, dengan tujuan agar modal tidak terus turun nilainya. Tetapi saat ada investor yang berani bayar saham kita lebih tinggi? Saat perusahaan membagikan deviden? Dari situ nilai saham kita meningkat. See? Ada yang kita zalimi dari situ? Nggak kan?

Selengkapnya: Investasi di Pasar Modal itu Riba? (coming soon)

Yah, intinya sih yakini dulu saham perusahaan yang akan kita beli. Analisa kinerja perusahaan dengan analisa fundamental dan perhatikan waktu yang tepat saat membeli saham.

Selengkapnya: Investasi di Pasar Modal Seperti Merawat Tanaman

Jadi, pengalaman pertama membeli saham itu, deg-degan! Walau cuma order saham yang 1 lotnya cuma puluhan ribu saja, tetap deg-degan! Sempat pesimis kalau beli lot kecil begini apa iya diperhatikan? Tetapi Alhamdulillah sih ternyata sering juga order matched. Nah, biar bisa order matched maka kita harus memahami situasi pasar. Kalau kolom pembelian (bid) sudah tebal lotnya, sedangkan kolom offer masih tipis lotnya, ya jangan kecewa kalau antrian kita nggak dicolek.

Pengalaman pertama menjual saham

Sensasi pertama menjual saham itu sama seperti saat membeli saham. Deg-degan. Ada perasaan takut saham yang kujual nggak laku karena harga keburu turun. Pernah juga keblinger pengen jual yang akhirnya malah pesanan ketriggered, nggak jadi terjual, tetapi sebenarnya saat itu memang masih pengen keep saham tersebut. Padahal ternyata, kalau seperti itu, nggak apa-apa sahamnya dijual saja, istilahnya mengamankan cuan. Nanti kalau harganya turun lagi, baru beli lagi. Tapi saat itu kan masih spot jantung bo. Masih keringat dingin lihat bursa yang harga sahamnya bersliweran di atas macam pasar malam, haha!

'Meriah'nya Pasar Modal di aplikasi Tradepro dari Danareksa (foto dari dmia.danareksaonline)
Kalau sedang sesi bursa (jam 9 pagi sampai jam 12 siang kemudian jam setengah 2 siang sampai jam 4 sore), angka-angka di program Tradepro ini berubah-ubah dengan kerlap kerlip antara merah dan hijau. Di awal trading, aku bingung sendiri, kok jadi kayak programmer begini ya tampilannya? (emang programer yang buat sih). Tetapi setelah diberi tahu Pak Santosa, aku jadi paham kalau nggak semua tombol ini harus diutak-atik. Selengkapnya sih pengen aku bahas di postingan Utak-atik Trade Pro dari Danareksa. Intinya sih bisa karena terbiasa. Nikmati saja belajar dan ribet-ribetnya, hehe.

Pengalaman Cuan dan Cutloss Pertama

Sebenarnya ini pengalaman 12 Agustus lalu, tetapi baru ditulis sekarang, hehe..

Habis membaca bukunya Ellen May, aku jadi tersadar kalau selain menetapkan target keuntungan, kita harus fokus menentukan target kerugian. Nggak usah takut rugi, karena kerugian itu bisa ditutup dari cuan/untung di saham lain. Kemarin itu aku cutloss saham ANTM yang sudah meringsek loss sampai 5%. Kata temanku 5% itu sudah terlalu banyak, harusnya ketika 3% harus segera di cut loss, tapi dasar kemaren itu masih cemen, takut rugi, berlarutlah rugi itu sampai 5%. Saking nggak mau rugi, saham ANTM itu tetap aku jual dengan cutloss 5%, tetapi aku juga jual saham MPPA yang sudah gained dan lagi tren naik. Untung modal masih cukup, langsung beli lagi saham MPPA. Kalau istilah temen-temen di grup WA Danareksa, ini namanya 'nyopet', karena aku jual di harga 1910 dan beli lagi di 1905. Besoknya saham MPPA naik lagi sampai sempat menyentuh 2080. Sayangnya aku berhasil jual saat harga turun menjadi 2000, sebabnya karena aku nggak pasang stop loss dari awal, jadi ketika harga menyentuh target harga kita, katakanlah 2060, tetapi sebelum antrian di 2060 habis, harga keburu turun ke 2050, ya sudah, nggak jadi laku deh sahamnya. 

Karena pengalaman loss-lossan ini, aku jadi harus bisa disiplin pasang stop loss tepat ketika membeli saham. 

Rabu, 17 Agustus 2016

Merdeka Finansial dengan Perencanaan Keuangan


Menyambut 17 Agustus, Finansia Consulting bekerjasama dengan Majoris Asset Management menyelenggarakan seminar keuangan bertajuk:
Merdeka Finansial dengan Perencanaan Keuangan
Sedari awal aku sudah mengira kalau perencanaan keuangan yang dimaksud adalah dengan berinvestasi di pasar modal. Terlebih lagi sekarang lagi trend tentang reksadana dan investasi sejenisnya. Tapi malah pas kan ya, pembahasannya bakalan sesuai dengan blog baruku ini, hehe.

Acara dimulai sekitar jam 10 kurang setelah sebelumnya dimulai dengan registrasi dan coffee break. Aakan ada 2 sesi acara pagi ini. Sesi pertama diisi oleh Bapak Eko Endarto CFP, RFA selaku CEO Finansia Consulting. Pak Eko menjelaskan mengenai apa itu kemerdekan finansial?

Kemerdekaan finansial adalah kemerdekaan keuangan. Supaya bisa merdeka secara keuangan, kita harus memiliki manajemen keuangan yang baik. Pemasukan setiap bulan, harus langsung dialokasikan untuk membayar utang, premi asuransi, dan sisanya untuk investasi.

Investasi sendiri harus ada alokasinya sebagai berikut:
1. Untuk pendidikan anak
2. Untuk persiapan pensiun
3. Untuk proteksi

Beda menyimpan, menabung, dan investasi:
Menyimpan: taruh di celengan. Kalah dengan inflasi
Menabung: ke bank. Kalah dengan inflasi.
Investasi: diputar di reksadana dan semacamnya. Bisa sejalan bahkan melebihi inflasi.

Usia mempengaruhi portofolio. Usia muda lebih fokus ke hasil, resiko tinggi nggak masalah. Kalau sudah tua harus cari yang resiko rendah. Karena yang dikejar likuiditasnya.

Reksadana saham: Kumpulan saham --> cocok untuk yang muda
Reksadana pendapatan tetap: kumpulan deposito -->cocok untuk yang sudah berusia lanjut

4 macam proteksi:
1. Dana cadangan=12% dana bulanan
2. Asuransi kesehatan=bpjs
3. Asuransi jiwa=bila ada tanggungan
4. Kerugian.

3 Kiat merdeka finansial:
1. Miliki strategi --> Miliki perencanaan keuangan yang baik.
2. Alat yang tepat (kinerja)--> Memilih 'alat' yang tepat untuk investasi.
3. Serang segera --> Jangan ditunda-tunda lagi! Segera realisasikan investasinya!

Setelah sesi pertama dari Pak Eko, selanjutnya sesi kedua dari Pak Zulfa Hendri selaku President Director Majoris Asset Management. Beliau memaparkan tentang berbagai jenis reksadana. Produk-produk reksadana sangat cocok untuk investor pemula. Karena investasi pasar modal dalam bentuk reksadana dikelola oleh manajer investasi, sehingga investor tidak terlalu dipusingkan dengan pemilihan saham mana untuk reksadana saham, atau deposito jenis apa untuk reksadana pasar uang. Majoris Asset Management memang baru berdiri di tahun 2015, tetapi yang berkecimpung di dalamnya adalah orang-orang berpengalaman. Terbukti dengan pertumbuhan NAB produk reksadananya yang sekitar 20%.

Saat ini, Majoris Asset Management memperkenalkan produk baru yaitu Reksadana Sukuk Syariah. Reksadana ini tergolong reksadana pendapatan tetap, dengan resiko dan imbal hasil sedang. Sukuk sendiri mirip dengan obligasi tetapi dalam mekanismenya sesuai dengan syariat Islam. Dengan mengikuti reksadana sukuk, investor tidak perlu menunggu pembukaan penawaran sukuk yang biasanya ditawarkan pada bulan tertentu dan tidk perlu modal besar juga, karena untuk investasi di Sukuk, dana minimal yang harus disetorkan sekitar lima juta rupiah.

Tips Simpel Memulai Trading Saham

Kalau aku perhatikan ya, yang main saham itu biasanya cowok. Nggak tahu kenapa. Mungkin kalau cewek lebih suka invest emas atau karena sudah ribet mengurusi perekonomian keluarga, jadi masalah investasi di pasar modal sudah nggak kepikiran lagi. Yang top itu yang kemudian memulai bisnis rumahan. Aku salut deh sama ibu-ibu yang seperti itu (soalnya aku pernah coba dan failed, hihi).
Sumber: Pixabay

Kembali ke masalah saham. Boleh dibilang aku 'bermain' saham karena sebuah 'pelarian'. Iya, pelarian. Habis sudah lulus kuliah kok ya belum juga dapat kerja. Mau mulai bisnis kok ya nggak minat (paling nggak bisa menjual barang soalnya). Aku cuma bertekad otakku nggak boleh nganggur. Aku lihat sih masih belum banyak trader cewek (apa aku yang nggak tahu aja). Walau begitu aku punya sahabat semasa SMU yang sekarang fokus sebagai individual trader. Berkaca dari pengalamannya yang harus pindah-pindah tempat tinggal mengikuti pekerjaan suami, menurutnya pekerjaan sebagai trader ini cukup fleksibel dilakukan dimana pun. Apalagi online sudah gampang banget, ya kan? Aku jadi mantap deh main saham.

Sebenarnya, dalam bermain saham itu, kita dapat dibedakan menjadi dua tipe..
  • Tipe investor
  • Tipe trader
Yang membedakan dua tipe ini sebenarnya hanya pada rentang waktunya. Kalau tipe trader, pembelian dan penjualan saham dilakukan dalam waktu singkat. Sedangkan tipe investor, pembelian dan penjualan saham dilakukan dalam waktu agak lama, bahkan bisa tahunan. Awalnya sih aku pengen jadi investor saja, soalnya dag dig dug kalau harus jadi trader. Tetapi karena memang sekarang masih banyak waktu senggang. Aku pikir kenapa nggak aku coba-coba jadi trader saja. Toh kan pertimbangan beli dan jualnya parameternya sama. Cuma secara mindset aku yang harus agak berubah. Kalau berpikirnya sebagai trader, maka pola pikirnya:
  1. Jangan terlalu lama keep sebuah saham, karena itu sama saja modal mandek. 
  2. Tentukan target keuntungan dan kerugian. Ketika mencapai target itu, maka jangan ragu untuk out. Nanti bisa buyback lagi kok.
  3. Disiplin menetapkan cut loss. Soalnya ya itu tadi. Dana mandek bo!
  4. Jangan meratapi kerugian. Nggak masalah rugi satu transaksi, tetapi kejar keuntungan di transaksi lain. Ini sudah bisnis bo!
  5. Jangan bonek. Trading saham harus penuh pertimbangan dan analisa. Kalau trading tanpa analisa, apa bedanya sama judi, ya nggak?
  6. Terus belajar dan memahami pasar. Follow orang-orang berpengaruh di dunia pasar modal. Kalau aku sih suka mengamati Eyang Ratman, Ellen May, forum di WA grup Danareksa Online, dan stockbit.com
  7. Cari teman sharing. Dalam bisnis apa pun, kalau bisa bersinergi dengan orang lain itu biasanya hasilnya akan lebih baik. Karena saat down akan ada yang menyemangati. Dan saat di atas ada yang menemani berbahagia (bahagia sendirian itu nggak enak!). Dalam trading saham ini jujur kadang aku merasa pesimis. Bisa nggak ya? Trading saham itu butuh kontrol emosi yang baik. Aku kan orangnya nggak sabaran? Analisa fundamental dan teknikal saham itu ribet! Apalagi modalku kecil, kayaknya nggak sebanding sama cuan alias untungnya deh. Tetapi karena aku punya sahabat yang sevisi masalah saham, Jadi aku lumayan semangat sekarang. Masalah modal sih, pelan-pelan saja. Nanti kalau sudah yakin benar In sya Allah ada rezekinya. 
  8. Kudu all out! Walaupun awalnya aku trading untuk pelarian dan cari kesibukan, tetapi kalau sudah ditekadkan In sya Allah pasti ada jalan. Sebenarnya yang paling lama itu membenahi masalah mindsetnya. Stigma masyarakat tentang saham itu sama saja dengan berjudi. Padahal dalam trading saham ada analisa-analisa yang memungkinkan kita meraih untung dari sana (tanpa merugikan orang lain). Perdagangan di bursa efek itu juga terbuka dan transparan. Nggak beda kok sama beli cabe di pasar, ada fluktuasi harganya. Cuma bedanya kalau saham memang kita nggak pegang barangnya (tetapi jelas kepemilikannya). Setelah baca buku Ellen May dan browsing seputar hukum berinvestasi di pasar modal, aku baru terbuka masalah ini.
  9. Luruskan niat. Apa tujuan trading? Jadikan itu penyemangat dalam belajar trading. Jangan mikir bisa kaya dari trading, karena kalau untung banyak nanti jadi serakah dan kalau rugi bisa stres berat. Ridho Allah tetap yang utama. Makanya aku fokus sama saham yang diindex di JII (Jakarta Islamic Index) dan ISSI (Index Saham Syariah Indonesia). Bismillah.

Senin, 15 Agustus 2016

Memulai Investasi di Pasar Modal: Analisa!

Sumber: pixabay

Memulai investasi di Pasar Modal (2)

Setelah mengajukan rekening efek di Danareksa. Maka selanjutnya aku menunggu sampai rekening efek itu diapprove. Prosesnya memang agak lama. Sekitar sebulan. Tetapi worthed lah. Soalnya memang nggak mengeluarkan sepeser pun buat rekening ini. Asyik kan? Padahal kalau dulu harus deposit 10 juta dulu loh. Kan kasian kalau emak pas-pasan ini jadi nggak bisa partisipasi di dunia pasar modal (gak ada yang perlu kamu juga Mak. Hihi).

Setelah rekening efek diapprove, selanjutnya aku sudah bisa langsung berbelanja (ecie istilahnya) reksadana atau pun saham sesuai pilihanku. Sebagai pemula sih disarankan sebagian dana di reksadana dulu. Kalau saran sahabatku sih, untuk reksadana itu model auto invest saja. Jadi rutin setiap bulan. Nah, kalau investasi saham, karena aku masih awam, jadi beli sedikit-sedikit saja. Aku akhirnya cuma membeli 4 macam saham masing-masing 1 lot saja. Cuma buat ngerasain fluktuasi harganya. Itu pun beli berdasarkan rekomendasi juga.

Sampai saat aku menulis postingan ini, aku masih ragu untuk jual beli saham. Rasanya masih belum cukup nyali untuk banyak membeli dan nantinya menjual saham itu. Mentalku masih mental investor. Padahal aku berharap bisa dapat income dari saham. Hal mendasar yang membuatku masih ragu adalah karena aku masih belum begitu memahami analisa teknikal. Biar sudah baca teori dan seringkali dijejali peramalan harga saham di grup WA Danareksa, tetapi aku masih ragu buat 'take risk'. Soalnya aku takut banget terjebak keadaan seperti judi.

Obrolan-obrolan rekan di Danareksa itu seperti 'wangsit', tetapi saran mereka nggak bisa langsung diterapkan. Perencana keuangan dan pakar saham paling handal sekali pun tidak ada yang bisa menjamin berapa persen keuntungan kita bermain saham. Karena semuanya itu ada disclaimernya. Seperti halnya bisnis lainnya. Bisnis trading mempunyai banyak faktor yang kadang tidak bisa diprediksi. Jadi, nggak bisa tuh dapat 'wangsit' beli saham apa terus langsung dibeli.

Semua saran tetap harus ada pertimbangan dari diri kita sendiri. Apalagi buat emak pas-pasan gini. Nggak bisa maruk beli semua saham yang direkomendasikan. Pembeliannya juga harus mempertimbangkan kondisi keuangan. Walaupun ada dana pinjaman 1× total cash yang ada di rekening, tetapi buat level pemula, hutang begini sebaiknya dihindari. Khawatirnya kalau loss (rugi), kan sedih kalau masih harus bayar hutang dan bunganya.

Hmm. Bagian kedua segini dulu kali ya? Intinya sih 'belanja' saham sama kayak belanja di pasar. Jangan kalap dan pertimbangkan sesuai kebutuhan. Pertimbangkan kondisi fundamental sebuah perusahaan dan tehnikal pada saham perusahaan tersebut. Penjelasan tentang fundamental banyak dibahas Eyang Ratman di postingan ini. Sedangkan untuk analisa tehnikal, ada banyak indikator analisanya, kapan-kapan dibuat postingan khusus deh. Yang jelas sih asyik juga belanja saham. Ada kondisi emosional yang harus dikontrol dan sensasinya mirip seperti sedang jatuh cinta kala untung (cuan) dan patah hati kala rugi (cutloss), hahaha!