Senin, 19 Desember 2016

Yuk Nabung Saham Goes to Campus Binus


Pagi ini secara tidak sengaja aku nonton acara menarik di IDX Channel. Acara itu adalah "Yuk Nabung Saham Goes To Campus" dan di episode kali ini mengambil tempat di Binus. Eh mantep yak, usia kuliah udah dapet info beginian. Coba aku dulu, ngertinya nabung di tabungan doang. Jadi, pada acara ini menghadirkan pembicara dari Asosiasi Analis Efek Indonesia, Ibu Susan Silaban. Karena temanya tentang nabung saham, jadi Bu Susan memberikan tips buat investor pemula seperti mahasiswa untuk beinvestasi di saham. Karena, walaupun saham dapat memberikan return yang lebih tinggi, tetapi resikonya juga tinggi. Apalagi ada lebih dari 500 emiten yang melantai di bursa. Nah, dari 500 lebih emiten itu, bagaimana cara memilihnya? Ini tips dari Bu Susan:

1. Pilih saham yg dekat dengan keseharian kita. Kita mandi pakai apa odol, sabun, dan samponya? Makan pakai produk mana? Kalau dakit obatnya merek apa?

2. Perhatikan laporan keuangan. Bila bertumbuh bisa terus keep.

3. Perusahaan patuh memberikan laporan keuangan

4. Perusahaan rutin memberikan deviden. Deviden ibarat bunga atau bagi hasil, jadi ada profit lebih, nggak sekedar memanfaatkan perbedaan harga saja.

5. Karena 'nabung', jangan terlalu pikirin entry point. Karena untuk jangka panjang jadi pikirkan saja kalau itu akan berkembang. Tapi, sebelum benar-benar entry, harus dipelajari dengan jelas emiten yang akan dipilih dan dibeli. Paling gampang ya dari poin pertama sampai keempat tadi.

Bocoran saham!

Di acara ini ada pembahasan khusus tentang saham potensial dan rekomendasi untuk jangka panjang loh. Bahkan sampai ada pembicara dari perusahaan yanh sahamnya potensial itu. Apa sih?

Saham potensial: SRIL karena akhir 2016 selesai ekspansi, dan pendapatan dicatat dalam bentuk dollar.

Menjelang akhir acara, Bu Susan memberikan saham rekomendasi untuk dikoleksi dalam jangka panjang. Yang paling potensial adalah dari perbankan (sayangnya langsung aku coret kalau yang sektor ini, hiks) yaitu BBTN, BJBR, sektor pangan (ICBP, JPFA), dan masing-masing satu saham dari sektor telekonunikasi (TLKM), pertambangan (ADRO), properti (PWON), departement store (RALS), dan infrastruktur (WSKT). Bu Susan memberi pertimbangan dari perkembangan laporan keuangannya.

Minggu, 18 Desember 2016

Pengalaman Beli Emas secara Online


Latar Belakang...
Aku itu tipe manusia preventif. Jadi punya kecenderungan berpikiran buruk pada suatu keadaan. Pesimis lah istilahnya. Apalagi sekarang sedang tidak bekerja. Jadi, ketika dapat pekerjaan yang dibayar dengan voucher, aku nggak punya opsi mau dibelikan apa. Yang ada di pikiranku adalah bagaimana voucher ini bisa ditabung. Alternatifnya adalah dengan membelanjakan voucher ini menjadi sesuatu yang tetap bernilai jual tinggi, gampangnya sih beli sesuatu yang produktif.

Kalau barang yang produktif itu adalah barang elektronik, jujur saja aku masih ragu beli barang elektronik online. Takut sampai di tujuan ternyata ada rusak karena perjalanan. Lagian, kalau cuma buat ngetik bahan blog sih, di HP yang sekarang juga masih bisa. In sya Allah belum butuh-butuh banget lah elektronik. Akhirnya aku membuat keputusan yang cukup bikin orang jadi ngebahas ini.

Aku mau beli emas online!

Pernyataan:
Ih. Aman nggak tuh.
Yaelah, voucher segitu bisa buat beli emas seberapa? Jangan-jangan cuma butiran debu doang.

Tanggapan:
Alhamdulillah. Karena aku beli emasnya di toko yang terpercaya (dilihat dari feedback dan rekomendasi dari pelanggannya), emas bisa sampai dengan selamat di tanganku. Pengiriman paketnya dengan pengemas  yang aman dan rapih. Dan, walau cuma beli dengan graminasi terkecil, emasnya juga nggak kecil2 banget. Hehe.
Packing paket emasnya rapih.

Pernyataan:
Beli emas secara online itu riba loh

Katanya transaksi emas secara online itu: RIBA! Untungnya sih kejadian setelah aku fix beli emas online.

Tanggapan:
Sedih dong. Padahal aku beli ini supaya menghindarkanku dari beli barang lain yang kurang berguna. Ternyata menurut hadist itu riba. Ya nggak salah juga sih, tuntunannya sudah jelas, dan memang salahku juga sih yang gak ngeh tentang ini. Untungnya, mereka yang menasehatiku begitu langsung buru-buru membesarkanku, "Ya sudah, kalau belum tahu ya nggak apa-apa."

Jadi sebenarnya riba nggak sih?

Jadi, dasar hukum riba itu dari hadist ini:
emas dengan emas, perak dengan perak, burr dengan burr, sya’ir dengan sya’ir, tamr dengan tamr, garam dengan garam, kadarnya harus semisal dan sama, harus dari tangan ke tangan (kontan). Jika jenisnya berbeda, maka juallah sesuka kalian, selama dilakukan dari tangan ke tangan (kontan)” (HR. Al Bukhari, Muslim no. 1587, dan ini adalah lafadz Muslim)
Diambil dari: https://muslim.or.id/24811-hukum-jual-beli-emas-secara-online.html

Jadi jatuhnya hukum jual beli emas secara online itu riba. Karena emas termasuk komoditi riba (ada 6 komoditi yang termasuk riba), jadi harus diperjual belikan dengan sejenis dalam kadar sama dan dalam satu waktu. Jadi, supaya nggak riba, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. Penjual dan pembeli harus bertatap muka langsung. Tangan ke tangan.

Tanggapan:
Lah, kita kan bertatap muka via e-commerce? Emang harus banget ya ketemuan langsung? Tapi masuk akal sih, kalau mau aman memang harus ketemu langsung sih. Kalau saran di website yang aku acu itu, katanya sih kalau metode pembayarannya COD itu diperbolehkan. Karena penjual emas bertemu langsung dengan pembeli di satu lokasi.

2. Tidak boleh ada perbedaan waktu antara pembayaran dan penerimaan emas karena akan membuat pembelian tidak 'kontan'.

Tanggapan
Untuk masalah ini aku kurang sepakat, soalnya pembelian aku lakukan secara kontan, langsung lunas, dan penjual langsung mengirimkan barangnya ke aku. Perbedaan waktu disini terjadi karena ada jeda waktu pengiriman emas.

Terlepas dari apa pun hukumnya. Hukum ini memang bermanfaat untuk menjaga kita dari kerugian. Coba kalau ternyata kita sudah bayar emasnya, ternyata barang yang dikirimkan tidak sesuai dengan perjanjian? Mau return juga kan ribet. Mau nuntut juga, emang mau ngejar ke tokonya langsung? Nggak sebanding sama nominal barang lah. Oh ya, ekspedisi yang terima pengiriman barang berharga ini juga nggak sembarangan. Kayak penjual emasku kemarin, paket emasku itu dibungkus rapat dan sangat rapi. Dan nggak terdeteksi sebagai paket barang berharga. Jadi, mungkin ekspedisi pun sebenarnya berkeberatan mengirimkan paket itu kalau tahu isinya emas. Resikonya besar. Alhamdulillah sih Allah masih melindungi emasku, sehingga bisa sampai ke tanganku dengan selamat. Kedepannya, kalau mau beli emas lagi, mending ke toko langganan aja lah, lebih aman dan pasti.
Lapisan dalam paket emas. Sangat tebal sehingga memproteksi emas dari 'tangan nakal'.

Atau mau tabungan emas? Nah itu juga masih aku cari tahu hukumnya. Kayaknya itu mungkin juga riba deh. Duh jadi kepikiran, soalnya punya tabungan emas juga sih dan sebelum insiden beli emas online, aku juga gak kepikir kalau bisa termasuk riba. Untung saldonya masih minim, muehehehehe..

Rabu, 23 November 2016

Investasi Rumah untuk Masa Depan

Memiliki rumah sendiri adalah harapan bagi setiap keluarga. Karena rumah adalah kebutuhan pokok yang harus tercukupi. Rumah yang akan menjadi tempat beristirahat dan melindungi dari panas dan hujan. Selain sebagai kebutuhan pokok, rumah juga bisa menjadi sarana investasi, karena harga properti selalu naik dari tahun ke tahun.


Berbagai cara bisa ditempuh agar kita dapat memiliki rumah sendiri. Nggak pengen kan jadi 'kontraktor' terus? Nah, beberapa cara di bawah ini sebaiknya dilakukan agar bisa segera memiliki rumah.

1. Tentukan lokasi rumah
Sebelum memutuskan untuk membuka kredit kepemilikan rumah (KPR), hal pertama dan utama yang harus dilakukan adalah menentukan lokasi rumah yang akan dibeli atau dibangun. Proses pemilihan lokasi rumah ini bisa saja memakan waktu yang cukup lama, karena biasanya lokasi rumah yang strategis sudah memiliki harga yang sangat mahal, sebaliknya, apabila memilih lokasi yang jauh dari tempat strategis, mungkin harga tanahnya lebih murah, akan tetapi jarak yang ditempuh menuju tempat kerja akan menjadi sangat jauh. Tentu hal ini harus dipertimbangkan dengan baik, kerena berkaitan erat dengan besarnya cicilan rumah atau pun biaya ongkos ke tempat kerja nantinya.

Menentukan lokasi rumah juga akan sulit dilakukan bagi mereka yang belum menetap pasti di suatu tempat. Untuk keluarga yang masih berpindah-pindah tempat tinggal, mungkin kepemilikan rumah belum menjadi prioritas. Akan tetapi, sebisa mungkin sudah diproyeksikan dimana akan menghabiskan hari tua, dan mulai mencari tanah yang nantinya akan dibangun rumah untuk masa tua.

2. Mau membeli tanah dulu atau langsung rumah jadi?
Setelah menentukan lokasi calon rumah, hal selanjutnya yang harus dipikirkan adalah menentukan akan membeli tanah dulu baru kemudian dibangun rumah, atau langsung membeli rumah jadi? Untuk kasus keluarga yang masih sering berpindah-pindah tempat, maka pilihan membeli tanah adalah yang paling tepat. Karena tanah inflasinya sangat tinggi, apabila sudah dicicil membeli tanahnya dari sekarang, maka itu akan cukup menghemat biaya saat nanti rumahnya akan dibangun.

Namun, apabila keluarga sudah mantap menetap di suatu daerah, maka memilih rumah bekas atau pun perumahan yang sudah siap huni akan menjadi pilihan yang tepat, karena bisa segera ditinggali.

Cara termudah untuk mensurvey harga tanah dan rumah di lokasi idaman adalah dengan browsing via internet. Banyak situs jual beli yang menawarkan kategori properti di salah satu kategori lapaknya. Bahkan juga ada situs properti yang khusus menampilkan berbagai pilihan rumah dan properti yang dijual. Saat ini memang sangat mudah untuk mendapatkan informasi seputar tanah dan properti.

Setelah membuat list lokasi tanah atau pun rumah yang potensial, kemudian dihubungi satu persatu pemiliknya. Pada tahap ini kita perlu bertemu langsung dengan pemilik dan mengecek kelengkapan dan keaslian surat menyurat yang berkaitan dengan tanah dan rumah. Namun, apabila khawatir akan penipuan atau pun merasa ribet untuk mengurus balik nama dan urusan administrasi lain, maka membeli rumah baru di perumahan dapat menjadi pilihan. Namun pastikan kredibilitas pengembang dan pastikan urusan administrasinya transparan. Lebih baik lagi kalau developernya adalah rekomendasi dari saudara atau teman.

3. Mengajukan KPR
Setelah mendapatkan lokasi tanah dan memutuskan membeli rumah baru atau pun bekas, selanjutnya adalah mengajukan KPR. Dengan KPR, maka kita tidak perlu memiliki dana besar dalam satu waktu baru dapat memiliki rumah. Dengan KPR, berapa pun uang yang anda miliki, asalkan cukup untuk membayar angsuran pertama, maka rumah idaman dapat dimiliki.

Beberapa pertimbangan perlu dilakukan sebelum mengajukan KPR di bank.

1. Berapa nilai appraisal rumah tersebut?
Sebelum KPR disetujui, pihak bank akan melakukan penilaian terhadap rumah tersebut. Syukur bila ternyata appraisalnya lebih tinggi daripada harga jadi kita dengan pemilik rumah sebelumnya. Sisa kelebihan uangnya dapat digunakan untuk membayar angsuran atau mungkin untuk modal usaha. Dalam menyikapi kredit bank, sebisa mungkin hindari untuk kegiatan konsumtif.

2. Bagaimana metode perhitungan bunga KPR?
Terdapat tiga metode perhitungan bunga KPR, yaitu suku bunga flat, efektif, dan annuitas tahunan dan bulanan. Suku bunga flat cenderung memiliki nilai bunga yang lebih tinggi dibandingkan suku bunga efektif atau pun annuitas tahunan dan bulanan karena nilai bunga ditetapkan dari total pinjaman. Berbeda dengan suku bunga efektif yang berdasarkan sisa pinjaman.

Penerapan bunga KPR berlaku pada KPR konvensional. Buat yang ragu dengan sistem KPR konvensional karena adanya bungan yang identik dengan riba, maka bisa menggunaan KPR Syariah. Pada dasarnya KPR Syariah sama saja dengan KPR konvensional. Hanya saja istilah bunga disebut 'margin'. Jadi di awal akad kredit sudah diperhitungkan 'bunga' kredit dengan istilah 'margin'.

Keuntungan dari KPR Syariah ini adalah cicilannya tidak berubah dari tahun pertama sampai pelunasan. Besar cicilan di awal memang terlihat lebih besar dibanding KPR konvensional. Namun, setelah 5 tahun angsuran biasanya KPR konvensional cicilannya membesar dan jumlahnya melebihi cicilan KPR Syariah.

Cicilan KPR Syariah yang bersifat flat akan menguntungkan di saat suku bunga meningkat dan merugikan saat suku bunga turun. Tapi, kecenderungan suku bunga meningkat kan lebih tinggi dibanding suku bunga menurun, bukan?

Beberapa pengguna KPR terkadang mengakali tingginya angsuran KPR di tahun kelima dengan cara refinancing KPR. Yaitu menutup KPR di satu bank dan membuka KPR di bank lain yang menawarkan bunga atau margin lebih kompetitif. Refinancing juga dimanfaatkan untuk mendapatkan dana tambahan. Karena saat refinancing, rumah akan dilakukan penilaian lagi dan harganya cenderung lebih tinggi dari sebelumnya. Selisihnya itu dapat digunakan untuk modal usaha atau investasi lainnya. Namun perlu diingat bahwa ada 'biaya' yang harus dikeluarkan untuk itu semua.

3. Berapa lama waktu mencicil rumah?
Makin lama waktu mencicil rumah, maka angsuran yang dikeluarkan per bulan memang lebih sedikit. Akan tetapi bunga atau margin yang dikenakan pasti lebih besar, hal ini yang harus dipertimbangkan lebih lanjut.

Jadi, mau beli rumah dimana nih?

Kamis, 17 November 2016

Kenalan sama Bright Advisor di Insurance Festival 2016

Edukasi investasi di Insurance Festival 2016

Hanya 2% dari total penduduk Indonesia yang sudah paham tentang asuransi. Sisanya? Masih belum tahu, masih bingung, dan seringkali mencampur adukkan antara asuransi dan investasi. Padahal asuransi dan investasi adalah dua hal yang berbeda. Tapi, sangat disayangkan banyak yang menganggap asuransi itu hanya merugikan. Kesadaran untuk memiliki asuransi dan membayar premi untuk sebuah polis masih rendah. Asuransi masih dianggap buang-buang uang.

Padahal ya, asuransi itu sebenarnya diperlukan dengan tingkat kebutuhan yang berbeda-beda masing-masing orang. Sayangnya edukasi tentang ini masih minim. Banyak orang yang justru merasa 'tertipu' dengan agen asuransi. Sebenarnya sih tidak tertipu, hanya saja banyak orang yang enggan membaca klausul polis dan dari agennya sendiri merasa bahwa nasabahnya sudah cukup paham dengan produk asuransi yang diambil, jadilah nasabah merasa 'tertipu'.

Seharusnya, memilih asuransi itu harus selektif, kalau perlu seselektif memilih pasangan hidup. Jangan malas untuk membaca informasi yang ada. Tanya ke agen sebanyak-banyaknya dan sejelas-jelasnya. Jangan menyesal setelah membuka polis karena pembatalan polis, uang premi tidak bisa kembali. Kalau belum jelas, lebih baik tunda dulu membuka asuransi.

Insurance Festival 2016
Aksi di mini stage Insurance Festival 2016

Mencari informasi tentang asuransi yang lengkap dan menyeluruh memang bukan hal yang mudah. Jujur saja aku pribadi banyak kesulitan memahami klausul-klausul asuransi. Walaupun agen sudah dengan sabar menjelaskan produknya, browsing di internet juga sudah banyak informasi yang tersedia, tetapi tetap saja belum banyak yang benar-benar paham tentang asuransi. Untuk menggaet minat masyarakat terhadap asuransi, maka diadakanlah Insurance Festival 2016. Puncaknya di Alun-alun Kidul tanggal 13 November lalu. Lebih dari 10 agen asuransi ikut ambil bagian di acara ini. Sebagai penarik minat masyarakat, acara dikemas dengan sangat menarik dalam bentuk karnaval dan live performance. Acara paling seru saat malam hari, karena ada penampilan Endank Soekamti di puncak acara. Walaupun saat magrib sempat terjadi hujan deras sehingga semua tenant terguyur hujan, tetapi antusiasme masyarakat tetap tinggi. Terbukti dengan ramenya penonton di masing-masing mini stage dan ramainya Kamties, sebutan untuk fans Endank Soekamti.
Konser Endank Soekamti di Insurance Fair 2016. Rame!

Kenalan dengan Bright Advisor di Insurance Festival 2016



Diantara banyak booth yang ada di Insurance Festival 2016, ada satu booth yang menarik minatku, yaitu booth Sunlife. Kenapa? Karena di booth ini aku nggak ditawari produknya Sunlife, malah diarahkan untuk berkonsultasi via portal Bright Advisor.
Beberapa kategori yang bisa dikonsultasikan

Wah, apa lagi tuh Bright Advisor? Jadi Bright Advisor ini adalah portal untuk tanya jawab seputar asuransi dan investasi. Lewat portal ini, siapa lun yang ingin tahu tentang seluk beluk asuransi maupun investasi akan mendapatkan informasi menyeluruh dan nggak hanya terbatas pada produk Sunlife saja. Cara ikutannya sangat gampang, tinggal login dengan akun sosial media yang dipunyai, dan bisa langsung ikutan forum di dalamnya. Mau sekedar baca-baca konsultasi sebelumnya atau mau ikutan bertanya, bisa banget. Menariknya lagi, walaupun dikelola oleh Sunlife, tetapi setiap agent yang menjawab pertanyaan di forum sama sekali tidak mempromosikan produk Sunlife. Jadi, dengan adanya portal Bright Advisor ini, diharapkan mereka yang ingin tahu tentang produk asuransi tetapi takut diprospek, bisa banget cari informasi disini.

Wujudkan #IndonesiaLebihBaik
Hitung kebutuhan finansialmu di Bright Calculator


Portal Bright Advisor cukup beragam fiturnya. Ada 4 topik besar yaitu tentang proteksi, kesehatan, investasi, dan pendidikan. Semua pertanyaan yang masuk dikategorikan ke 4 topik tersebut. Asyiknya, semua pertanyaan yang masuk akan dijawab dalam waktu maksimal 2 hari. Fast response kan? Selain bisa tanya jawab langsung dengan agent, di Bright Advisor kita juga dapat mensimulasi kebutuhan dana darurat, dana pensiun, dana pendidikan, dana check up, maupun dana proteksi yang diperlukan melalui bright calculator. Jadi, bisa prepare dana kebutuhan masa depan mulai dari sekarang deh.
Gak hanya kesehatan, finansial juga perlu di check up

Agar kesehatan finansial kita baik, menabung saja tidaklah cukup. Perlu diversifikasi dengan berbagai jenis investasi agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Perlu juga asuransi untuk memproteksi dan memastikan apa yang dicita-citakan saat nanti. Yuk wujudkan #IndonesiaLebihBaik dengan melek asuransi dan investasi. Jangan ragu untuk konsultasi ke Bright Advisor ya...

Kilik: https://www.brightadvisor.co.id/

Minggu, 23 Oktober 2016

Ragu nyemplung di saham? Baca ini dulu!

Ragu nyemplung di saham? Baca ini dulu!

Investasi di pasar modal semakin digalakkan khusuanya oleh BEI (Bursa Efek Indonesia). Tanggal 22 Oktober ini bahkan ada event akbar yaitu investival di Mall Taman Anggrek Jakarta. Tujuannya ya apalagi kalau bukan menjaring investor-investor baru di pasar modal.

Walaupun investasi di pasar modal bukan hal baru, tetapi masih banyak yang enggan untuk mulai berinvestasi di pasar modal, terutama yang langsung nyemplung di saham. Alasan klasiknya antara lain:
1. Ribet. Nggak tahu cara memulainya
2. Fluktuasi harganya bikin jantungan
3. Menganggap saham sama dengan judi
4. Saham cuma buat orang kaya dan berdasi
5. Return tidak pasti
Bisa jual beli saham via smartphone, gampang kan? (sumber: pixabay)

Oke, aku jujur saja nih, bisa nyemplung ke saham juga karena 'accident', gara-gara kenal produk asuransi unit-link. Kenapa asuransi plus investasi ini sangat marak diperdagangkan? Dan kenapa setelah membuka polis disini jumlah uangku tidak seindah ilustrasi? Ternyata aku memilih instrumen investasinya berupa reksadana saham dimana fluktuasi harga saham berpengaruh disini. Oke, return investasi saham memang tinggi, tetapi resikonya juga tinggi. Sayangnya dalam kurun waktu 20019-2015 itu aku rada 'apes', saham lagi nggak begitu bagus, ditambah nilai pertanggunganku yang cukup besar, banyak tergerus deh uangku jadinya.

Kecewa? Banget. Tapi itu membuatku penasaran, bagaimana solusi dari permasalahanku ini? Di satu sisi aku menyimpan hasrat besar untuk bisa berinvestasi di pasar modal karena katanya menjanjikan return lebih tinggi dibanding hanya menabung biasa. Dan, aku pengen tetap berinvestasi secara syariah. Tapi kalau pakai produk unit link jelas nggak recomended karena dana akan tergerus asuransi yang sebaiknya dipisah dari dana investasi. Sampai suatu ketika aku disarankan sahabat yang suaminya kerja di sekuritas, untuk membuka rekening efek dan mulai berinvestasi di pasar modal lewat rekening itu. Mau beli reksadana saja atau langsung saham? Bisa. Kalau ada penawaran obligasi atau sukuk, lebih gampang juga untuk ikutan, dan menariknya, di rekening efek ini tidak dikenai biaya administrasi apa pun! Ternyata sesuatu itu ada jalannya kalau mau berusaha yah. Jadi, 5 poin yang bikin ragu buat nyemplung di saham itu nonsense! Tergantung prespektif kita saja. Yuk bahas satu-satu.

1. Nyemplung di saham itu gimana caranya?

Sejujurnya sih aku baru tahu kalau buat nyemplung di saham itu gampil banget. Cukup mengisi form, menyerahkan fotokopi KTP, NPWP, KTP pasangan, dan halaman depan buku tabungan, serta menyiapkan beberapa materai (kalau sekuritasnya lagi baik, bisa digratisin kok, xixixi) ke sekuritas. Memilih sekuritas itu seperti memilih bank untuk menabung, satu sekuritas dengan sekuritas lain relatif sama, tinggal nyamannya kita saja. Apalagi beberapa bank juga memiliki perusahaan sekuritas, jadi bisa saja buka di mandiri sekuritas karena sudah fanatik sama bank mandiri, misalkan. Eh tapi jangan salah buka aplikasi ke axa mandiri loh. Sama-sama mandiri tapi yang satu sekuritas, yang satunya lagi asuransi (ntar kejadian kayak aku kemarin. Niat investasi malah duitnya kegerus asuransi-karena gak paham produknya sih).

Oh ya, permohonan pembukaan rekening efek memakan waktu sekitar 1 bulan. Agak lama memang, tapi nothing to loose lah. Soalnya untuk sekarang, buka rekening efek itu nggak perlu deposit dana, jadi tahu-tahu rekening efek jadi deh. Tinggal transfer dana seperti transfer rekening tabungan biasa deh. Gampil kan?

2. Fluktuasi harganya bikin jantungan

Oke, fluktuasi harga di saham memang kerap bikin deg-degan. Saham memang melatih kita untuk mengatur emosional kita. Pelajari saham yang hendak dibeli, terutama dari segi fundamental dan tehnikalnya. Karena tujuan kita adalah investasi, nggak usah dipikir terlalu berat kalau saham lagi anjlok. Justru kalau fundamental perusahaan bagus dan harga saham masih murah, manfaatkan peluang ini untuk top up di saham tersebut.

Ingat kuncinya. Pelajari fundamental perusahaan dengan baik. Tentukan harga beli berdasarkan analisa tehnikal sederhana saja. Kalau 'guru'ku sih mengajarkan pakai moving average (MA) saja. Kalau sudah di bawah MA 200 (rata-rata 200 hari), berarti harga saham sudah relatif rendah.

3. Menganggap investasi saham sama dengan judi

Sesuatu kalau nggak ada ilmunya ya judi namanya. Pernah aku dengar cerita teman yang terjebak di forex dan uangnya malah tergerus. Lah, kalau di forex, perusahaannya jelas nggak? Fundamentalnya bagaimana? Keuangan perusahaan sehat nggak? Biasanya sih susah dapat informasi itu. Kalau tipe emiten kayak begini yah biasanya banyak spekulasinya. Aku sih big no buat yang begini. Karena aku pengen investasi saham secara syariah sehingga hasilnya barokah.

Terus investasi saham itu bukan judi? Selama kita memilih saham perusahaan yang jelas fundamentalnya, tentu bukan judi namanya. Sudah familiar dengan produk Unilever, Indofood, atau pun Kalbe Farma kan? Produknya saja kita pakai. Jadi kemungkinan kolapsnya sangat kecil. Malah justru dengan berinvestasi saham perusahaan tersebut kita dapat ikut 'memiliki' perusahaan tersebut walau dengan prosentase yang sangat kecil. Perusahaan seperti ini biasa bagi deviden atau bagi hasil juga lho. Jadi investasi kita bisa lebih jelas kalkulasinya.

4. Saham cuma buat orang kaya dan berdasi

Sekarang buka rekening efek sudah tidak dikenai minimal deposit. Harga saham LQ 45 (saham yang volume transaksinya besar dan perusahaannya juga bonafid) yang murah meriah juga banyak. Contoh saja saham MYOR atau Mayora yang masih sekitar 1500 per lembar saham, sehingga kita bisa membeli 1 lot (100 lembar saham) dengan harga 150.000 rupiah saja.

5. Return tidak pasti

Saham adalah investasi jangka panjang, jadi kalau cuma jangka pendek masih rentan loss atau dana berkurang dari yang diinvestasikan. Contoh saja harga emas. Hari ini bisa lebih mahal dari besok kan? Apalagi kalau emas ada beda antara harga jual dan harga beli dan rentangnya cukup besar kalau dibandingkan saham. Kalau saham, kita hanya akan dikenakan broker fee 0.15-0.19% (tergantung sekuritas, dan jumlah ini sangat kecil) untuk harga beli dan 0.25-0.29% untuk harga jual.

Mr Market memang kadang tidak bisa diprediksi. Tapi kembali lagi, pilihlah saham dari perusahaan yang bonafid. Perhatikan PER dan PBV saham tersebut (makin kecil makin baik). Banyak-banyak bertanya sama petugas sekuritas, teman yang berpengalaman di saham, dan membaca buku. Emosi juga harus tetap calm. Pakailah uang yang memang dialokasikan untuk investasi dan sebaiknya hindari menggunakan margin atau uang pinjaman dari sekuritas. Jadi investasi juga lebih tenang.
Intinya kalau sudah tahu ilmunya dan sudah bisa mengendalikan emosi selama trading saham, nyemplung di saham itu asyik kok.

Jumat, 30 September 2016

Liburan dengan perencanaan untuk kesehatan finansial

Sering yah kita mengomentari teman yang kerjanya ngambek, marah-marah, atau pun cemberut dengan sindiran, "Kayaknya kamu butuh piknik." Nah, masalahnya piknik itu nggak semudah diomongin. Butuh persiapan. Soalnya, piknik tanpa persiapan itu bisa buat masalah baru.

Nggak percaya? Coba kalau kita tiba-tiba menghilang untuk piknik padahal pekerjaan di kantor menumpuk? Apa nggak bikin masalah tuh? Coba kalau duit tongpes terus maksain piknik. Duit dari mana coba? Berhutang? Ya itu namanya buat masalah baru ya kan?

Jadi, walau 'cuma' piknik di tempat dekat dan sebentar saja, tetap saja butuh persiapan. Apa saja yang dipersiapkan? Mbak Donna Imelda, seorang travel blogger kondang di acara Seminar #SunLifeFuturePlan bertajuk "Rencanakan Liburan Terbaikmu" membeberkan persiapan berdasarakan pengalamannya.

Mupeng sama sunset di slide Mbak Donna. How beautiful! (Foto: @sitihairul)

Jadi persiapan itu antara lain:

1. Tujuan piknik/tempat liburan

Ibaratnya ke travel agent terus mau pesan tiket pesawat, pasti kita harus punya tujuan penerbangan sebelum pesan tiket pesawat, ya kan? Dengan punya tujuan nantinya akan memudahkan untuk menetapkan biaya dan lama liburannya juga kan?

2. Tentukan bersama siapa pikniknya

Bersama siapa pikniknya? Sendiri? Bersama teman? Atau bersama Keluarga? Pastinya beda persiapannya dong. Kalau sendiri mungkin ngemper di jalan nggak masalah, tapi kalau sama keluarga, masak iya tega ngajak anak ngemper? Biaya piknik sendiri, bersama teman, atau pun keluarga akan berbeda. Kalau bersama teman mungkin akan lebih murah karena akan patungan, tetapi kalau sama keluarga, tentu budgetnya lebih besar. Nggak mau kan kalau anak minta beliin sesuatu terus bilang,"Ibu nggak punya duit." Pait. Pait.

Catatan, kalau pergi sama teman, pastikan tempat piknik dan gaya liburannya sepakat. Jangan sampai ternyata beda selera dan nggak ada yang mau mengalah. Maksudnya piknik biar menghilangkan stres malah bisa jadi stres punya musuh baru. Ya kan?

3. Tentukan gaya liburan 

Gaya liburan pasti akan mempengaruhi budget. Mau ala koper atau ransel (kok jadi kayak judul acara reality show), pastinya akan mempengaruhi budget. Mau cari seseruan atau kenyamanan?

4. Menentukan jadwal liburan

Nah, pastinya jadwal liburan dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Selain untuk memastikan pekerjaan terkendali selama kita cuti, menentukan jadwal liburan dari jauh hari akan memungkinkan kita untuk mendapatkan tiket perjalanan dan penginapan yang lebih murah.

5. Menentukan budget

Ini nih yang paling penting. Ngapain nyiapin keempat hal di atas kalau dananya nggak ada?#gubrak. Pesan Mbak Donna nih, jangan pernah berhutang untuk dana liburan. Soalnya itu sama saja membuat masalah baru. Lebih baik rutin menabung buat persiapan dana liburan. Didisiplinkan saja menabung berapa persen penghasilan buat dana liburan.
Sesi 2. Rian membeberkan tips budgeting
Nah, biar budget nggak membengkak, Atanasia Rian, travel blogger Jogja dan juga induk semang (koordinator maksudnya) dari Komunitas Blogger Jogja memberi tips menghemat biaya liburan:

1. Pesan tiket pesawat jauh-jauh hari

Membeli tiket jauh hari selain membuat tenang karena sudah beres satu perintilan persiapan liburan, juga berpeluang mendapatkan tiket promo lebih cepat. Rian bahkan langsung melakukan pemesanan tiket pesawat ketika jadwal cuti bersama keluar di awal tahun. Selain ini, sepertinya ada satu tips penting lagi, yaitu:

2. Survey lokasi dan tempat yang akan dikunjungi

Sekarang kan survey gampang tinggal cari informasinya di google. Dengan begitu kita akan tahu dengan jelas biaya yang dikeluarkan. Terus juga mencegah kalau dimahalin sama pemandu wisata setempat.

Seluruh pembicara saat sesi tanya jawab

Nah, untuk memantapkan mempersiapkan dana liburan, pastikan menghitung inflasi dan menyimpan dana di produk keuangan yang tepat. Jangan lupa untuk menyiapkan asuransi sebagai proteksi selama liburan.

Sunlife mempersembahkan website brightadvisor.co.id, dimana kita bisa mempersiapkan finansial kita, dan bertanya seputar finansial gratis, tanpa harus membeli polis asuransi di sunlife. Bisa manfaatkan bright calculator di pojok bawah website untuk merencanakan investasi masa depan, termasuk untuk persispan dana liburan.

Dengan perencanaan yang matang, liburan impian tidak akan mengganggu finansial kita. Cheers!
Yuk piknik! (Foto @sunlife_ID)

Sabtu, 24 September 2016

Arisan Ilmu September: #internetBAIK


Sesuai judul blog ini, awal pembuatan blog ini bertujuan untuk menceritakan macam-macam investasi yang cocok untuk emak-emak. Investasi nggak cuma materi kan ya, ilmu juga merupakan investasi. Beruntung deh tergabung di komunitas positif yang minim menye-menye apalagi sampai baper. Komunitas emak blogger, sebuah komunitas para emak yang memiliki passion nge-blog. Blognya bertema apa terserah, tapi rata-rata blognya seputar keseharian. Lifestyle blog lah istilahnya. Itu tema blog paling aman buat emak-emak. Maklumlah, emak-emak kadang suka moody, hihi.
Nah, Kumpulan Emak Blogger punya program arisan yang lain daripada yang lain, yaitu arisan ilmu. Keren ya? Kalau di tempat lain arisan duit, KEB antimainstrem, yang diarisankan ilmu. Kebayang kan amal jariyah yang jadi pemateri di arisan ini? Hehe..

Nah, arisan ilmu September ini bertemakan #internetBAIK. Yang menjadi pematerinya adalah duo maut Manda Primastuti Satrianto dan Mak Irul-Siti Hairul Dayah. Mereka berdua memang sudah mendapat sertifikat trainer untuk program #internetBAIK ini loh. Manda mengawali penjelasan mengenai etika berinternet yaitu Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan kreatif. Internet itu ibarat sebilah pisau, harus tahu caranya menggunakan agar tidak terluka.

Bertanggung jawab
Setiap individu yang berinternet baik itu sosial media, games, atau mungkin blogging, harus bertanggung jawab dengan apa yang akan diakibatkan dari kegiatannya berinternet itu. Yang bersosial media, sebaiknya memperhatikan etika bersosial pada umumnya, perhatikan bahasa tulisan, karena tulisan lebih rentan kesalah pahaman. Yang bermain game jangan sampai lupa waktu, dan yang ngeblog, selalu pastikan bahwa informasi yang ditulis haruslah bisa fipertanggungjawabkan.

Aman
Pastikan keamanan kegiatan kita di dunia maya. Contohnya adalah dalam hal mengupload foto anak. Hindari mengupload foto anak menggunakan baju sekolah yang lengkap atributnya, sehingga memancing penculikan anak. Eksis sih boleh, tapi jangan lupa untuk memperhatikan batasan-batasannya.

Inspiratif
Tengoklah kemajuan sosial media saat ini. Rasanya inspirasi apa saja bisa diperoleh dari sosial media. Mau tutorial apa saja tersedia di youtube. Mau cari inspirasi foto bisa tengok intstagram dan pinterest. Makanya kayaknya rugi banget kalau sampai tidak memanfaatkan internet untuk mencari dan berbagi inspirasi. Banyak peluang bisnis yang berkembang karena kemajuan internet. Semua karena manfaat internet sebagai media berbagi inspirasi.

Kreatif
Setelah mendapatkan inspirasi, so pasti kita akan terpacu untuk berkreasi kan? Sebagai orang tua aku sendiri merasa menjadi lebih kreatif setelah melihat banyaknya DIY permainan anak yang dibuat teman-teman. Kadang sesuatu yang tidak terpikirkan menjadi bisa terealisasikan. Seperti ketika aku melihat banyak pewarna makanan yang menganggur. Gara-gara postingan teman aku jadi mencoba permainan ini sama anak. Ternyata walaupun sederhana ini bisa menjadi sangat fun!

Akhirnya, berikut 5 tips berinternet baik:
1. Keep playing or stop
2. Click or close
3. Think before posting
4. Saring before sharing
5. Wise while online

Bagaimana memfilter bahaya internet?
Di sesi kedua Mak Irul memberi tutorial bagaimana memasang filter pencarian pada google, youtube, dan playstore. Pesan Mak Irul kepada emak-emak, internet itu ibaratnya sungai di depan rumah, nggak selamanya anak bisa dilarang untuk tidak ke sungai, akan tetapi lebih bijak untuk mengajari anak berenang.

Filter pencarian pada Google:
Pada browser, ketik google.com, kemudian pada bagian bawa pilih "setting"-"setelan penelusuran"- kemudian centang "aktifkan telusur aman". Save preferensi pencarian kita.


Filter pencarian Youtube:
Mirip dengan filter pencarian google (karena memang masih produk google), pada bagian bawah youtube pilih "aktif"  pada bagian mode terbatas


Filter pencarian playstore:

Pilih menu setting-User Controls-Parental Controls-Pilih ON-atur rating maksimal aplikasi yang bisa diunduh anak.

Senang sekali bisa ikut menyimak materi tentang bijak berinternet. Semoga bisa tetap bertanggung jawab, aman, inspiratif, dan kreatif dalam berinternet. Aamiin.